Olahraga dan Pendidikan

Unud Lepas 736 Wisudawan di Wisuda ke-174, Founder PancarPOS  Lulus Cum Laude

Badung, PancarPOS  Suasana khidmat dan penuh kebanggaan menyelimuti Auditorium Widya Sabha Kampus Jimbaran saat Universitas Udayana menggelar Wisuda ke-174, Sabtu (28/2/2026). Sebanyak 736 wisudawan resmi dilepas, menambah total alumni sejak berdiri menjadi 134.874 orang. Di antara ratusan lulusan tersebut, salah satu nama I Wayan Surnantaka, S.T., M.M., Founder PancarPOS, yang lulus Magister Manajemen dengan predikat Dengan Pujian (Cum Laude).

Kelulusan ini bukan sekadar capaian akademik personal. Ia menjadi simbol pertemuan antara dunia praktik jurnalistik, kepemimpinan media, dan kedalaman ilmu manajemen strategis. Dalam perjalanan 1 tahun 4 bulan atau 3 semester, I Wayan Surnantaka menuntaskan studi Magister Manajemen dengan IPK 3,97 dan predikat Cum Laude, sebuah capaian yang menempatkannya di jajaran lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Wisuda ke-174 Unud menjadi momentum penting. Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Ir. I Nengah Sujaya, M.Agr.Sc., Ph.D., melaporkan bahwa para wisudawan berasal dari jenjang Diploma, Profesi, Sarjana, Spesialis, Magister hingga Doktor. Dari total 736 wisudawan, Fakultas Kedokteran menjadi penyumbang terbanyak dengan 359 lulusan. Disusul Fakultas Teknik (67), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (49), Fakultas Kedokteran Hewan (47), Fakultas Hukum (45), serta fakultas lainnya termasuk Program Pascasarjana 15 orang.

Jika dirinci berdasarkan jenjang, wisudawan didominasi program Sarjana/Sarjana Terapan sebanyak 466 orang, diikuti 102 Spesialis, 79 Profesi, 69 Magister, dan 20 Doktor. Sebanyak 333 orang meraih predikat Dengan Pujian (Cum Laude), terdiri atas 2 Doktor, 26 Magister, 63 Spesialis, 42 Profesi, dan 200 Sarjana/Sarjana Terapan.

I Wayan Surnantaka, S.T., M.M., Founder PancarPOS, saat prosesi Wisuda ke-174 Universitas Udayana bersama Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana (FEB Unud), Prof. Dr. Ni Putu Wiwin Setyari, S.E., M.Si., di Auditorium Widya Sabha Kampus Jimbaran, Sabtu (28/2/2026). (foto: ist)

Secara statistik, capaian akademik wisudawan Unud tergolong impresif. Rata-rata IPK Doktor mencapai 3,91; Magister 3,93; Spesialis 3,83; Profesi 3,77; dan Sarjana/Sarjana Terapan 3,72. Bahkan, sejumlah program studi mencatat IPK sempurna 4,00, termasuk Doktor Manajemen serta beberapa program Magister seperti Agribisnis, Akuntansi, dan Teknik Sipil.

Sementara itu, Rektor Unud, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D., dalam sambutannya menegaskan bahwa wisuda bukanlah garis akhir. “Keberhasilan Saudara adalah bukti kerja keras dan kegigihan melewati berbagai rintangan. Namun wisuda bukan akhir, melainkan awal dari tantangan baru,” ujarnya. Ia mengingatkan para lulusan bahwa mereka kini menjadi representasi Universitas Udayana di tengah masyarakat dan dunia kerja.

Di tengah lautan toga dan senyum keluarga, perjalanan I Wayan Surnantaka memiliki cerita tersendiri. Dikenal sebagai wartawan senior yang sempat 12 tahun lebih di Bali TV yang selanjutnya media cetak POS BALI dan media online JARRAKPOS.com serta pendiri media siber PancarPOS. Ia bukan sosok yang asing dalam dunia jurnalistik Bali. Namanya kerap muncul dalam berbagai analisis tajam mengenai manajemen strategis, kebijakan publik, hingga dinamika ekonomi dan organisasi di Bali. Ia juga tercatat sebagai mahasiswa pascasarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unud yang aktif menulis dan mengkaji isu-isu manajemen modern.

Perjalanan akademiknya di FEB Unud dimulai dengan tekad sederhana: memperdalam fondasi teoritik atas praktik yang selama ini dijalani. Sebagai founder media, ia menghadapi langsung dinamika industri pers digital yang penuh disrupsi. Transformasi digital, tekanan bisnis, hingga tuntutan independensi redaksi menjadi realitas sehari-hari. Magister Manajemen dipilih bukan untuk gelar semata, tetapi untuk memperkuat basis strategis dalam mengelola organisasi media secara profesional dan berkelanjutan.

Momentum akademik tersebut juga terlihat dalam Yudisium Bersama I Tahun 2026 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unud yang digelar Kamis, 26 Februari 2026 di Aula Gedung BH Lantai IV, Kampus FEB Unud, Jalan P.B. Sudirman, Denpasar. Sebanyak 49 peserta dari jenjang Doktor, Magister, dan Sarjana mengikuti prosesi tersebut.

 

Dalam daftar lulusan Magister Manajemen dengan predikat Dengan Pujian, nama I Wayan Surnantaka, S.T., M.M., tercatat bersama Zoya Balqis Nurul Afifi, S.E., M.M. Keduanya menjadi bagian dari 26 lulusan Magister yang meraih Cum Laude pada wisuda kali ini.

Bagi I Wayan Surnantaka, capaian IPK 3,97 dan kelulusan dalam 3 semester bukanlah sesuatu yang dirayakan secara berlebihan. Dalam berbagai kesempatan, ia lebih sering menekankan pentingnya proses. Menurutnya, dunia akademik melatih disiplin berpikir, konsistensi metodologi, dan integritas ilmiah. Hal-hal itulah yang ia anggap penting untuk dibawa ke ruang redaksi dan manajemen perusahaan media.

Sebagai Founder PancarPOS, ia membangun media dengan pendekatan tajam, ideologis, namun tetap humanis-kritis. PancarPOS hadir sebagai ruang dialektika publik yang tidak sekadar memberitakan, tetapi juga menganalisis dan menguji kebijakan publik secara argumentatif. Di tengah arus clickbait dan sensasionalisme, pendekatan berbasis data dan perspektif manajemen strategis menjadi pembeda.

Wisuda ke-174 Unud juga mencatat dominasi perempuan pada jenjang Sarjana/Sarjana Terapan, yakni 278 orang atau 59,65 persen, sementara laki-laki 188 orang atau 40,35 persen. Rata-rata IPK perempuan 3,76, lebih tinggi dibanding laki-laki 3,71. Dari sisi masa studi, perempuan rata-rata lulus dalam 8,1 semester, sedangkan laki-laki 8,9 semester. Data ini menunjukkan dinamika baru dalam peta pendidikan tinggi di Bali.

Bagi dunia media lokal, kelulusan seorang founder yang juga praktisi aktif memiliki makna simbolik. Ia membuktikan bahwa profesionalisme tidak berhenti pada pengalaman lapangan. Pendidikan formal tetap menjadi fondasi penting untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan dan tata kelola organisasi.

Rektor Unud dalam penutup sambutannya mengajak para alumni untuk aktif dalam Ikatan Alumni Universitas Udayana (IKAYANA) serta berpartisipasi dalam tracer study guna meningkatkan mutu pendidikan. Pesan tersebut relevan dengan semangat kolaborasi lintas sektor yang kini dibutuhkan Bali: akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan harus saling terhubung.

Perjalanan I Wayan Surnantaka juga tidak bisa dilepaskan dari latar belakangnya sebagai sarjana teknik sebelum menempuh Magister Manajemen. Kombinasi perspektif teknis dan manajerial memberi warna dalam analisis-analisis yang ia tulis. Dalam banyak artikelnya, pendekatan sistem, efisiensi proses, dan tata kelola organisasi sering kali menjadi benang merah.

Di tengah tantangan industri media yang terus berubah akibat revolusi digital, kecerdasan buatan, dan perubahan perilaku pembaca, kelulusan ini menjadi refleksi bahwa adaptasi harus ditopang ilmu. Dunia tidak lagi cukup dengan intuisi; ia menuntut strategi berbasis data, riset, dan pemahaman mendalam atas perilaku organisasi.

Wisuda ke-174 bukan sekadar seremoni. Ia adalah titik temu antara harapan keluarga, kerja keras mahasiswa, dan tanggung jawab institusi pendidikan. Bagi 736 lulusan, termasuk I Wayan Surnantaka, momen ini menjadi penanda babak baru. Dunia kerja menanti dengan kompleksitas yang lebih nyata.

Di luar gedung auditorium, senyum keluarga dan pelukan hangat menjadi saksi perjalanan panjang. 1 tahun 4 bulan mungkin terdengar singkat, tetapi di dalamnya ada malam-malam penuh revisi, diskusi akademik, presentasi, hingga penyusunan tugas akhir. Semua itu terbayar dalam satu momen saat toga dipindahkan dan nama dipanggil.

Rektor Universitas Udayana kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang melahirkan sumber daya manusia unggul. Dari dokter, insinyur, ekonom, hingga manajer dan akademisi, seluruhnya dilepas dengan satu pesan: jaga integritas, profesionalisme, dan nama baik almamater.

Wisuda ke-174 Unud akan tercatat dalam sejarah panjang kampus ini. Namun bagi sebagian orang, ia akan selalu diingat sebagai momentum ketika seorang wartawan senior dan analis manajemen strategis menegaskan komitmennya: bahwa ilmu dan praktik harus berjalan beriringan. mas/ama/ksm

Back to top button