Balian dan Tukang Terang di Bali Siap Bergerak, BMKG Ingatkan Waspada Banjir

Denpasar, PancarPOS | Pulau Dewata kini seolah bersiap menghadapi “perang” melawan langit. Bukan hanya aparat pemerintah yang siaga, tetapi para balian dan tukang terang dari berbagai penjuru Bali, juga siap menyatukan kekuatan. Dengan mantra, doa, dan ritual sakral, mereka dipercaya mampu “menyapih” hujan agar tidak mengguyur deras dan memicu banjir di desa-desa.
“Kami sudah siap ngayah. Kalau hujan datang terlalu deras, kami mohonkan agar dialihkan ke laut atau hutan, supaya tidak menimbulkan bencana di pemukiman,” tegas Jero Mangku Rai, seorang balian dan juru terang di Denpasar, pada Senin malam (15/9/2025).
Secara terpisah di Tabanan, Jro Ketut Terang sapaan akrabnya, mengakui bahwa ritual ini bukan hanya demi upacara adat, melainkan juga untuk menjaga keselamatan masyarakat. “Bukan menolak hujan, karena hujan itu berkah. Kami hanya memohon agar turunnya tidak merusak ladang atau membuat banjir bandang,” ujarnya penuh keyakinan.
Fenomena ini memperlihatkan bagaimana kearifan lokal tetap hidup berdampingan dengan sains modern. Saat BMKG memberi peringatan dini dengan data ilmiah, para balian dan tukang terang memberi ketenangan batin dengan doa-doa mereka. Bali pun menghadapi ancaman cuaca ekstrem dengan caranya sendiri: gabungan teknologi dan spiritualitas.
Sementara itu, BMKG menegaskan peringatan serius terkait potensi cuaca ekstrem. Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, menyebutkan bahwa pada 16 September berpotensi terjadi hujan lebat di Badung, Bangli, Buleleng, dan Tabanan. Sedangkan pada 17 September, wilayah terdampak semakin luas, meliputi Gianyar, Jembrana, Karangasem, dan terutama Badung serta Tabanan bagian utara dengan potensi hujan sangat lebat.
“Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir dan longsor. Antisipasi dini bersama BPBD dan pemerintah daerah sangat penting,” jelas Cahyo. ama/ksm









