Politik dan Sosial Budaya

Dibantu Program P2L Rp50 Juta, Kini KWT Semara Ratih Panen Bersama Made Urip


Tabanan, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., kembali ikut terjun langsung memanen sekaligus menamam kembali bibit sayuran di Rumah Bibit KWT Semara Ratih, Desa Payangan, Kecamatan Marga, Tabanan, Sabtu (14/8/2021). Sebelumnya, Ketua DPP PDI Perjuangan tiga periode yang kali ini membidangi Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Hidup itu, juga sempat panen dan menanam kembali bibit sayuran di Demplot Rumah Bibit Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar Tunjung Pertiwi, Banjar Tua, Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan, Sabtu (7/8/2021), serta di KWT Gunang Lestari di Banjar Pasekan Bedelodan, Desa Dajan Peken, Tabanan, Minggu (4/7/2021). Pada kesempatan ini, kehadiran Anggota DPR RI terpilih lima periode dengan 255.130 suara terbanyak di Dapil Bali dan peringkat ketujuh nasional yang akrab dikenal Wakil Rakyat Sejuta Traktor tersebut, didampingi Anggota DPRD Tabanan dari Fraksi PDI Perjuangan I Gede Oka Winaya, SE., yang dihadiri Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, I Made Sueta, Ketua Ranting PDI Perjuangan Desa Payangan beserta Kadus Payangan Kaja. Kedatangan Made Urip yang biasa disapa M-U ini, sontak membuat para ibu-ibu pengurus dan anggota KWT makin gembira dan bersemangat, karena bisa mengenal langsung sosok Bapak Pertanian di Bali itu, juga ikut turun panen dan menanam sayuran.

1bl#ik-2/8/2021

Seperti diungkapkan, Ketua KTW Semara Ratih Ni Luh Sumarni yang merasa sangat bangga bisa bertemu langsung Made Urip yang telah mengulurkan tangan untuk membuka akses bantuan dari pemerintah pusat. Bantuan program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) senilai Rp50 juta itu, dirasakan sangat bermanfaat dan sudah digunakan untuk membangun rumah bibit, hingga proses pembibitan, penanaman dan penyemaian sampai nantinya bisa memanen sayuran, berupa cabe, pare, terong dan tomat serta sayur hijau. “Kami sangat berterimakasih kepada Bapak Made Urip bersama Pak Gede Oka yang telah turun langsung memberikan bantuan P2L ini. Bantuan ini digunakan untuk diberikan bibit sayuran untuk 30 anggota kelompok kami. Sekali lagi terimakasih atas bantuan Pak Made Urip dan Pak Gede Oka yang telah memberi bantuan saat pandemi ini. Mudah-mudahan anggota kami ke depan bisa lebih baik lagi,” sebut Luh Sumarni. Selaku tuan rumah, Kelian Pemaksan Kawitan Karya Jelantik I Nyoman Kutil, juga ikut mengucapkan terimakasih atas kehadiran Made Urip untuk menemui warga, sekaligus memohon bantuan untuk pembuatan bale kulkul pura. “Kami memohon dengan hormat agar mendapat bantuan tersebut,” katanya singkat. Menjawab permohonan itu, Gede Oka Winaya selaku anggota dewan, sekaligus Sekretaris PAC PDI Perjuangan Kecamatan Marga menyampaikan KWT Semari Ratih sebagai wadah menyatukan diri sekaligus menopang ekonomi keluarga di masa pandemi. “Sesuai dengan aspirasi yang disampaikan, saya juga siap meninjau untuk membantu pembangunan bale kulkul di Pura Pemaksan Payangan Kaja,” tegasnya.

Di sisi lain, Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, I Made Sueta mengakui KWT ini telah menjalankan 4 kegiatan, dari membuat rumah bibit, hingga penumbuhan dengan bantuan senilai Rp50 juta. Hal itu dikatakan, berkat perjuangan Made Urip yang sudah tidak perlu diragukan lagi, karena sudah sangat banyak bantuannya sejak dulu dari LM3, Alsintan termasuk program P2L ini. Diharapkan agar bantuan ini dikelola dan dirawat sebaik-baiknya dengan keberlanjutan sesuai dengan fakta integritas yang disepakti. Karena itu, bantuan ini tidak boleh mandeg dan harus terus berlanjut tidak hanya satu musim saja, sehingga jumlah anggotanya bisa terus bertambah. “Jadi kedatangan Pak Made Urip dan Pak Gede Oka ini untuk memonitoring. Jika bagus pasti ada bantuan lainnya diberikan. Tapi jika jelek tidak mungkin diberikan bantuan lainnya,” tandasnya. Sementara itu, Made Urip merasa sangat berbahagia bisa bertatap muka dengan para ibu anggota KWT yang berjalan cukup bagus, karena sudah ada rumah bibit, termasuk melakukan penamaman dan penyemaian termasuk memanen juga bisa dilakukan. “Payangan, masyarakatnya sangat ulet dan rajin, sehingga komuditas pertanian di sini cukup terkenal. Untuk itu bantuan yang diberikan agar dimanfaatkan dengan baik, agar terus berkembang. Paling tidak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga,” ujar Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI ini, seraya meminta produktifitas tanaman sayur-sayuran ini harus terus dikembangkan, dan jika sudah berjalan dengan baik akan bisa diberikan bantuan lainnya, seperti Bang Pesona senilai Rp50 juta untuk program menamam.

1bl#bn-12/8/2021

“Gunakan bantuan ini supaya berkembang dan nilainya terus bertambah ke depannya. Saya akan semangat berjuang untuk bantuan lainnya, khususnya urusan perut rakyat. Mudah-mudahan bantuan ini terus berlanjut dan berkembang untuk kepentingan kita bersama,” sebut politisi asal Desa Tua, Marga, Tabanan itu, sembari mengatakan, di saat menghadapi pandemi Covid-19 sudah dirasakan dampaknya sangat luar biasa di Bali. Apalagi sekitar 70 persen bergantung di sektor pariwisata. “Saat ini kita masih sangat beruntung, karena Bali memiliki subak sebagai kultur dan budaya yang masih berguna menjaga ketahanan pangan kita,” pungkas M-U. ama/ksm

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close