Politik dan Sosial Budaya

Genjot Pengolahan Sampah Desa Mandiri, Made Urip Gelontor 4 Unit Kendaraan Roda Tiga dan Bantuan Traktor


Tabanan, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., kembali turun menggelontorkan bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Direktorat Pengelolaan Sampah tahun anggaran 2021. Kali Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U ini, menyerahkan secara simbolis 4 unit sepeda motor roda tiga pengangkut sampah untuk TPS 3R se-Kabupaten Tabanan serta bantuan traktor untuk Subak Serongga di Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R Bawana Lestari, Desa Pangkungkarung, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, pada Kamis (2/9/2021) sore. Penyerahan bantuan yang diperjuangkan oleh Ketua DPP PDI Perjungan tiga periode membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini, didampingi Anggota DPRD Tabanan dari Fraksi PDI Perjuangan I Wayan Widnyana, S.Sos., alias Regen bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Tabanan, I Made Subagia, disaksikan Camat Kerambitan, Perbekel, Bendesa, Ketua BPD, Ketua KSN, serta perangkat Desa Pangkungkarung, beserta Pekaseh Subak Serongga dan Kawan dengan mengikuti protokol kesehatan (Prokes). Sebagai salah satu penerima bantuan, Ketua Kelompok Pemeliharaan dan Pemanfaatan (KPP) Bawana Lestari I Wayan Darsana mengucapkan terimakasih dan merasa bersyukur diberikan bantuan oleh Made Urip di masa pandemi Covid-19.

1bl#ik-21/8/2021

“Kami sampaikan banyak terimakasih atas bantuan TPS 3R dari PUPR dan Pak Made Urip atas bantuan motor roda tiganya. Kita ucapkan terimakasih atas bantuan yang luar biasa ini, karena sangat kami butuhkan,” paparnya. Dengan penuh semangat, Perbekel Desa Pangkungkarung, I Wayan Subawa menyampaikan Made Urip sebagai punggawa dari Bali yang sudah lima periode menyelamatkan bumi pertiwi di Bali. “Tanpa beliau kita gak ada (TPS 3R, red). Sekarang dibantu motor roda tiga dan banyak bantuan lainnya,” tandasnya, sembari mengaku sejak dulu masyarakat bercita-cita, agar Desa Pangkungkarung aman bersih dan lestari, sehingga berupaya berjuang dari tahun 2019 membangun dan mewujudkan TPS 3R Bawana Lestari yang berbasis sumber sesuai dengan aturan Pergub Bali untuk memilah dan mengolah langsung sampah yang sekarang ditambah bantuan kendaraan pengangkut sampah dari Made Urip. “Karena di masa pandemi telah mempengaruhi kondisi ekonomi masyarakat, sehingga kami akan selalu meminta dukungan dan bantuan dari Pak Urip agar bisa sebagai desa mandiri di masa mendatang. Di antaranya untuk meningkatkan perekonomian perlu jalan usaha tani, agar bisa diperjuangkan oleh Pak Made Urip sehingga masyarakat desa bernafas lega,” imbuhnya.

1bl#il-10/9/2021

Di sisi lain, Kadis LH Tabanan, Made Subagia, juga ikut mengucapkan terimakasih tak terhingga kepada Made Urip yang selalu memberi support dan bantuan sesuai dengan asas manfaat bagi masyarakat, meskipun di masa pandemi Covid-19. Karena jika sampah ini tidak dikelola dengan baik, maka akan memberi dampak yang luar biasa, seperti pandemi Covid-19. Sebelumnya tahun 2019, Dikatakan Made Urip juga mendukung aksi lingkungan di beberapa desa dengan bantuan 4 unit kendaraan roda tiga untuk pengelolaan sampah berbasis sumber. Pada tahun 2020 kembali membantu 4 unit kendaraaan roda tiga untuk desa yang membutuhkan pengangkut sampah secara mandiri. Untuk itu diminta agar jangan sampai lelah mengolah sampah, karena akan tetap mendapat penolakan dari masyarakat, sehingga bisa mengubah kebiasaan membuang sampah meskipun terasa berat, seperti harus biasa memakai masker saat ini. “Maka itu ke depan kami mohonkan agar Pak Urip bisa membantu mesin composter untuk mengelola khusus sampah dapur, disamping bantuan mesin pencacah ini. Untuk di hilir kami juga mohonkan alat berat bisa diperjuangkan oleh Pak Urip di Komisi IV DPR RI. Ini harapan kami agar desa selalu bersinergi mengelola sampah, baik sampah rumah tangga, maupun sampah organik dan anorganik,” bebernya.

1th-ksm#5/2/2021

Sementara itu, Made Urip usai menyerahkan dan meninjau langsung bantuan kendaraan roda tiga pengangkut sampah dan traktor ini, merasa sangat berbagia bisa kembali bertatap muka dengan warga Desa Pangkungkarung. Apalagi desa ini sudah mampu mengelola sampah lingkungan secara mandiri. Karena jika tidak bisa mengelola sampah dari sekarang, maka akan menjadi masalah yang sangat rumit ke depan karena sampah harus dikelola profesional. “Negara kita kalah jauh dengan negara maju mengelola sampah, misalnya di Jepang mengolah sampahnya sudah menjadi budaya dan mandiri sejak kecil. Nah, sekarang bagaimana menyadarkan masyarakat membangun kulturnya, agar selalu mencintai kebersihan dan tertib mengelola sampah secara mandiri? Karena masyarakat di desa sudah terbiasa membuang sampah di Teba (pekarangan belakang rumah, red). Jadi untuk mengelola sampah secara mandiri akan perlu waktu. Tapi kalau di Jepang sudah diajarkan sejak kecil budaya bersih ini, namun kita baru mulai hari ini. Jadi Desa Pangkungkarung bisa menjadi contoh mengelola sampahnya dengan baik dan mandiri. Sama dengan Desa Bindu di Badung juga mengalami kemajuan luar biasa,” tandas Anggota DPR RI lima periode dengan 255.130 suara terbesar Dapil Bali dan ranking ketujuh nasional ini, sekaligus menyebutkan masih banyak program yang bisa diakses untuk membangun ekosistem dan kelestarian alam di desa. “Apalagi momok limbah B3 akibat pandemi Covid-19 dari sampah rumah sakit bisa jadi sumber penyakit. Untuk itu berkaitan dengan ingkungan hidup akan kita bantu untuk menuju Bali Organik atau Go Green yang hijau. Jadi manfaatkan bantuan ini dengan baik untuk mengelola sampah secara mandiri,” tutup Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI ini. ama/ksm

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close