Denpasar, PancarPOS | Ramadan 1447 Hijriah menjadi momentum bagi Bank Mandiri untuk menegaskan wajah kemanusiaan korporasi di tengah masyarakat. Tidak sekadar menjalankan fungsi sebagai institusi keuangan negara, bank pelat merah ini menunjukkan komitmen sosialnya melalui aksi nyata berbagi kepada masyarakat Bali dan Nusa Tenggara. Melalui rangkaian kegiatan buka puasa bersama, santunan anak yatim, serta khitanan gratis yang digelar di Menara Mandiri Denpasar, Sabtu (14/3/2026), Bank Mandiri menyalurkan bantuan kepada ribuan warga yang membutuhkan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang rutin dilaksanakan perusahaan setiap Ramadan.
Momentum berbagi tersebut tidak hanya menjadi ajang kebersamaan antara manajemen Bank Mandiri dengan masyarakat, tetapi juga menjadi simbol kuat bahwa dunia perbankan nasional masih memiliki kepekaan sosial terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian. Rangkaian kegiatan tersebut dihadiri langsung jajaran pimpinan Bank Mandiri, mulai dari Komisaris Bank Mandiri Bintoro K. Pardewo, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Henry Panjaitan, Direktur Operation Bank Mandiri Timothy Utama, hingga Regional CEO Bank Mandiri Region XI Alexander J. Patty.
Kehadiran para petinggi Bank Mandiri itu sekaligus menegaskan bahwa kegiatan sosial bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari komitmen strategis perusahaan dalam membangun hubungan yang kuat dengan masyarakat. Regional CEO Bank Mandiri Region XI Alexander J. Patty menegaskan bahwa bulan Ramadan memiliki makna yang sangat penting dalam memperkuat nilai solidaritas sosial. Menurutnya, Bank Mandiri tidak ingin hanya dikenal sebagai lembaga keuangan yang berorientasi pada bisnis, tetapi juga sebagai institusi yang hadir dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat di sekitarnya.
“Melalui kebersamaan dan aksi berbagi ini, kami berharap dapat menghadirkan keberkahan yang benar-benar dirasakan masyarakat, sekaligus memperkuat hubungan antara Bank Mandiri dengan masyarakat di Bali dan Nusa Tenggara,” ujarnya. Alex sapaan akrab Alexander, menambahkan bahwa kegiatan berbagi selama Ramadan merupakan bagian dari komitmen Bank Mandiri untuk terus terlibat aktif dalam berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Bank Mandiri menyalurkan sebanyak 1.768 paket santunan kepada berbagai kelompok masyarakat. Penerima bantuan meliputi anak yatim, lansia, serta anak-anak sekolah yang membutuhkan dukungan sosial. Paket bantuan tersebut terdiri dari berbagai bentuk kebutuhan dasar masyarakat, seperti perlengkapan sekolah, paket kesehatan, serta bantuan sosial lainnya yang diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat penerima manfaat. Bantuan ini menjadi simbol bahwa keberadaan perusahaan besar di tengah masyarakat harus mampu memberikan dampak sosial yang nyata, bukan hanya keuntungan ekonomi semata.
Selain penyaluran santunan, Bank Mandiri juga menyelenggarakan kegiatan khitanan gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di sekitar wilayah operasional perusahaan. Program khitanan massal tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Banyak orang tua yang memanfaatkan kesempatan ini untuk mengikutsertakan anak-anak mereka dalam layanan kesehatan gratis yang difasilitasi Bank Mandiri. Bagi sebagian keluarga, program ini sangat membantu karena biaya khitanan kerap menjadi beban tambahan bagi keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.
Melalui kegiatan ini, Bank Mandiri ingin memastikan bahwa program sosial perusahaan tidak hanya bersifat simbolis, tetapi benar-benar memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Secara nasional, kegiatan berbagi yang dilaksanakan Bank Mandiri selama Ramadan ini merupakan bagian dari program Mandiri Berbagi Kebaikan yang dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia. Melalui program tersebut, Mandiri Group menargetkan penyaluran bantuan kepada lebih dari 114.000 penerima manfaat di seluruh Indonesia sepanjang bulan Ramadan. Kelompok masyarakat yang menjadi sasaran program ini meliputi anak yatim, lansia, kaum dhuafa, komunitas rentan, hingga masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah operasional Bank Mandiri.
Program ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat peran sosialnya sebagai institusi yang tidak hanya berfokus pada layanan keuangan, tetapi juga berkontribusi terhadap pembangunan sosial masyarakat. Tidak hanya itu, Bank Mandiri juga kembali menghadirkan program mudik gratis bagi masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri. Program mudik bersama ini menjadi salah satu agenda tahunan yang dinantikan masyarakat, terutama bagi mereka yang ingin pulang ke kampung halaman namun terkendala biaya transportasi.
Tahun ini, Bank Mandiri menyiapkan fasilitas mudik gratis dengan tujuan ke 80 kota di berbagai wilayah Indonesia. Program ini terbuka bagi masyarakat umum sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk membantu kelancaran perjalanan mudik sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga. Bagi Bank Mandiri, Ramadan bukan hanya tentang ibadah spiritual, tetapi juga momentum untuk memperkuat nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial. Karena itu, berbagai kegiatan sosial yang dilakukan selama Ramadan menjadi bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.
“Sebagai agen pembangunan, Bank Mandiri akan terus mengintegrasikan nilai-nilai sosial dalam setiap program perusahaan. Kami ingin memastikan bahwa keberhasilan perusahaan juga memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” pungkas Alexander. Di tengah dinamika ekonomi nasional yang terus berubah, langkah Bank Mandiri tersebut menjadi pengingat bahwa dunia usaha memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga keseimbangan sosial di tengah masyarakat. Ramadan pun kembali menjadi panggung solidaritas, di mana nilai berbagi dan kepedulian sosial menemukan maknanya yang paling nyata. tim/ama/kel






