Nasional

Wow! Capaian Target Vaksinasi Covid-19 di Bali Tertinggi di Seluruh Indonesia


Denpasar, PancarPOS | Target pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Provinsi Bali ternyata menempati posisi tertinggi di seluruh Indonesia. Dari data terakhir (per Minggu, 14 Februari 2021) capain vaksinasi tahap 1 yang ditarget akan berarakhir pada 21 Februari 2021 mencapai 90,6 persen atau 33.366 orang. “Angka ini jumlahnya tertinggi di antara seluruh provinsi di Indonesia. Kalau diposisi kedua ditempati Jawa Timur 89,7 persen dan Jawa Tengah 86,1 persen,” ungkap Kadis Kesehatan Provinsi Bali, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya saat dikonfirmasi Senin (15/2/2021).

Insert foto: Gubernur Koster saat Rakor nasional didampingi Kadiskes Bali, dr. Ketut Suarjaya dan Sekretaris Satgas, I Made Rentin.

Dikatakan, pencapaian target tersebut menandakan tingkat kesadaran tenaga kesehatan (Nakes) di Bali untuk mendapatkan vaksin sangat tinggi, disamping kerja vaksinator yang juga optimal. Untuk itu, Gubernur Bali Wayan Koster dalam Rakor rutin (Minggu, 15 Februari 2021) didampingi Kadiskes Bali dan Sekretaris Satgas Penanggulangi Covid-19 Provinsi Bali, I Made Rentin telah berkomitmen untuk mengejar target vasinasi di tahap 2. “Target tahap 2 baru tercapai 42,1 persen atau 15.502 orang untuk Nakes di Bali yang jumlahnya terus bergerak dari total Nakes yang teregristrasi di Bali 47.328 orang,” paparnya.

Dalam Rakor tersebut, Gubernur Koster juga sempat meminta dukungan untuk tambahan rapid test antigen dan reagen VSR sekitar masing-masing 150 ribu dan 50 ribu. “Pak Menkes mengaku Bali menjadi prioritas agar capaian 70 persen vaksinasi. Sehingga muncul herd immunity atau kekebalan komunitas di wilayah Bali. Paling cepat target itu harus segera tercapai untuk membangkitkan sektor pariwisata Bali,” bebernya. Dihubungi secara terpisah, Sekretaris Satgas, I Made Rentin yang juga Kalaksa BPBD Bali membenarkan Bali harus segera menuntaskan target 70 persen program vaksinasi.

3bl#ik-10/2/2021

Selain itu ada hal yang baru disampaikan,  terkait vaksinasi untuk lansia juga sudah siap dilaksanakan, termasuk vaksin untuk penyintas Covid-19. “Kini yang sudah pernah positif Covid-19 juga boleh divaksin. Kalau dulu kan tidak,” tegas Rentin seraya menjelaskan sebelum divaksin harus melewati screening khusus, termasuk bagi para lansia dan kormobid. Misalnya harus dicek menyeluruh kondisi kesehatan sebelum vaksin disuntikan untuk memeriksa tekanan darah dan kadar gula yang harus memenuhi standar tertentu. “Selain itu, ada pesan penting Satgas Nasional. Meskipun sudah pernah divaksin, namun Prokes harus tetap diterapkan secara ketat dan disiplin,” tutup Rentin. ama/ksm

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close