Badung, PancarPOS | Komitmen nyata Pemerintah Kabupaten Badung dalam merawat kebersamaan dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan melalui program mudik gratis 2026. Sebanyak 625 penumpang resmi diberangkatkan langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dari Balai Budaya Giri Nata Mandala, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Sabtu (14/3/2026).
Pelepasan ditandai dengan pengibaran bendera oleh Bupati Adi Arnawa, menjadi simbol dimulainya perjalanan ratusan warga menuju kampung halaman untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga.
Program mudik gratis ini bukan sekadar fasilitas transportasi, melainkan wujud konkret kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat, khususnya umat Muslim yang bekerja dan tinggal di Badung.
Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menegaskan bahwa program ini telah memasuki tahun kedua pelaksanaan dan akan terus dipertahankan sebagai bagian dari kebijakan sosial daerah.
“Program mudik gratis ini tidak hanya membantu masyarakat untuk pulang kampung, tetapi juga menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Ini bagian dari upaya kita menjaga kebersamaan dan keharmonisan antar umat beragama di Badung,” tegasnya.
Program ini terlaksana melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Badung, Yayasan Sukha Grill Bali, serta seluruh pegawai Muslim Pemkab Badung yang tergabung dalam Yayasan Forum Komunikasi Pegawai Muslim.
Sebanyak 15 bus disiapkan untuk melayani para pemudik, dengan rincian 10 bus dari Pemkab Badung dan 5 bus dari Yayasan Sukha Grill Bali. Ratusan peserta diberangkatkan menuju delapan kota tujuan di Jawa Timur, yakni Banyuwangi, Jember, Lumajang, Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Surabaya, dan Malang.
Distribusi armada pun disesuaikan dengan tujuan. Tujuh bus melayani rute Banyuwangi, Jember, dan Lumajang. Satu bus menuju Situbondo, Probolinggo, dan Pasuruan. Empat bus menuju Surabaya, serta tiga bus menuju Malang.
Selain menyediakan fasilitas mudik gratis, Pemkab Badung juga menunjukkan komitmen sosial melalui penyaluran Bantuan Hari Raya (BHR) keagamaan sebesar Rp 2 juta per kepala keluarga kepada masyarakat Muslim, dengan total anggaran mencapai sekitar Rp 13 miliar.
Bupati Adi Arnawa menegaskan bahwa kebijakan ini tidak semata-mata bersifat bantuan ekonomi, tetapi juga sebagai strategi menjaga stabilitas sosial dan keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat Badung.
“Bantuan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada seluruh umat beragama tanpa membedakan latar belakang. Tujuannya jelas, menjaga keharmonisan, kebersamaan, dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga toleransi yang selama ini telah menjadi kekuatan utama Bali. Bahkan, di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, ia mengingatkan pentingnya menjaga kedamaian dan persatuan.
“Kita berharap situasi dunia yang saat ini bergejolak bisa segera membaik. Mari kita jaga Badung tetap aman, damai, dan harmonis,” imbuhnya.
Sementara itu, panitia pelaksana Viranita menyampaikan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Badung serta partisipasi berbagai pihak, termasuk Yayasan Sukha Grill Bali yang turut menyediakan armada.
Ia juga menegaskan bahwa pembiayaan tambahan kegiatan ini turut didukung oleh kontribusi pegawai Muslim di lingkungan Pemkab Badung, yang menunjukkan semangat gotong royong dalam membantu sesama.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari Pemkab Badung dan seluruh pihak yang telah berkontribusi. Kami berharap program ini bisa terus berlanjut dan semakin baik ke depan,” ujarnya.
Kegiatan pelepasan mudik gratis ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, di antaranya Plt. Kesbangpol Badung, Kepala Dinas Perhubungan Badung, Ketua FKUB Badung, Ketua MUI Badung, serta para camat se-Kabupaten Badung.
Program mudik gratis ini tidak hanya menjadi solusi transportasi bagi masyarakat, tetapi juga simbol kuat bahwa Badung berdiri di atas nilai kebersamaan, kepedulian, dan toleransi antar umat beragama. mas/ama/*






