Bantuan “Be Celeng” Rp2 Juta Tak Merata, Kata Netizen: “Getih Sube Kadung Barak Kena Prank”, Minta Segera Naikan Gaji DPRD

Badung, PancarPOS | Harapan masyarakat miskin di Kabupaten Badung untuk mendapatkan bantuan hari raya sebesar Rp2 juta perlahan berubah menjadi kekecewaan. Bantuan yang sejak awal digadang-gadang sebagai program unggulan untuk membantu warga membeli daging babi (be celeng) saat hari raya, kini menuai kritik tajam. Warganet di media sosial ramai-ramai meluapkan kekecewaannya karena bantuan yang dijanjikan ternyata tak kunjung merata dan bahkan diduga lebih banyak menguntungkan pendatang daripada warga lokal.
Awalnya, janji ini dikampanyekan dengan penuh keyakinan saat Pemilukada 2024 lalu. Masyarakat Badung, khususnya kelompok ekonomi lemah, menggantungkan harapan besar pada janji yang terdengar begitu menggiurkan. Namun, setelah kemenangan diraih, realisasi bantuan ini justru menjadi pertanyaan besar.

Di media sosial, khususnya TikTok dan Facebook, komentar pedas bertebaran. Akun TikTok @MINGGIK dengan nada kecewa menulis, “Getih sube kadung barak kone wi,” yang dalam bahasa Bali berarti “Darah sudah telanjur merah, kena prank,” mengibaratkan perjuangan dan dukungan mereka selama kampanye yang kini seolah dikhianati.
Akun lain, @⚖ libra81⚖⚓, menegaskan bahwa janji politik harus dipenuhi, “Mare tuntute ken masyarakat orange regulasi, pidan janjine setiap KK maan 2 juta,” yang berarti masyarakat kini hanya bisa menuntut secara hukum karena janji yang mulanya diyakini akan diberikan kepada setiap kepala keluarga (KK) justru tidak terealisasi secara merata.
Tidak sedikit netizen yang merasa janji ini penuh dengan kepalsuan. Akun @Tutde Purwatika menulis, “Plintat plintut bedikin ngae janji,” yang menyindir ketidakkonsistenan pemerintah dalam melaksanakan kebijakan yang telah diumbar sejak kampanye.









