Politik dan Sosial Budaya

Turba ke Bangli, Made Urip Buka Bimtek Teknologi Inovatif Hortikultura

Dampingi Cok Ace Lepas FUN Bike & Cross Country


Bangli, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., kembali turun ke bawah atau Turba ke Kabupaten Bangli. Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U itu, membuka secara resmi Bimbingan Teknis (Bimtek) Teknologi Inovatif Hortikultura Mendukung Pertanian Maju, Mandiri dan Modern di Resto Apung and Resort, Desa Songan B, Kintamani, Bangli, Minggu (12/6/2022). Sebelumnya, Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu, juga sempat hadir membuka sekaligus melespas FUN Bike & Cross Country, Cycling Tunon Community (CTC) bersama Wakil Gubernur Bali, Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) dan Bupati Gianyar, I Made Mahayastra di Jaba Pura Desa -Puseh, Banjar Tunon, Ubud, Gianyar. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut Karya Padudusan, Nurudayu, Mesangih lan Metatah di Pura Bun, Ubud, Gianyar.

1bl#ik-6/6/2022

Serangkaian dengan kegiatan Fun Bike dibuka juga stand jajanan dan makanan tradisional Bali, DJ serta pengundian door prize. Made Urip bersama Cok Ace tak lupa turut menghaturkan punia untuk mendukung kelancaran yadnya. Kegiatan dilanjutkan dengan membuka Bimtek yang dihadiri Mutiara Sari mewakili Direktur Sayuran dan Tanaman Obat (STO), Dirjen Hortikultura, Kementerian Pertanian, beserta Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Bangli, Ir. I Made Alit Parwata, M.Si., serta Ketua PAC PDI Perjuangan Kintamani, Jro Mangku Artom. Salah satu peserta Bimtek, Jro Saba selaku Ketua Kelompok Tani Merta Jaya Desa Songan A mewakili para petani dan krama subak mengucapkan terima kasih kepada Made Urip yang telah melakukan kunjungan untuk memperjuangkan aspirasi pertanian. Selain itu M-U juga selalu memfasilitasi petani untuk kemajuan pertanian agar maju, mandiri dan modern. “Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih atas bantuan beliau demi tercapainya pertanian sesuai dengan tema Bimtek,” paparnya.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Bangli, Made Alit Parwata sangat menyambut baik Bimtek yang terus digencarkan Made Urip. Dikatakan Bimtek ini untuk mengubah sikap mental petani, seperti agar tidak berpikir negatif, tidak lagi menunda-nunda pekerjaan dan selalu fokus. “Apa yang ditaman bisa memberi keuntungan bagi keluarga dan masyarakat di Bangli. Jadi jangan pesimis,” katanya. Karena itu mewakali Pemkab Bangli mengucapkan terima kasih kepada Made Urip yang telah mengadakan Bimtek ini, sekaligus memberi apresiasi sebesar-besarnya atas bantuan dan inovasi yang diberikan sehingga pertanian makin maju, mandiri dan modern. Di sisi lain, Koordinator Sayuran dan Tanaman Obat, Mutiara Sari mewakili Direktur STO mengakui setiap tahunnya selalu bekerja sama dengan Komisi IV DPR RI, termasuk Made Urip untuk mengembangkan sektor pertanian di Bali agar makin maju, mandiri dan modern. Seperti tahun ini menggelar tiga kali Bimtek di Bali berkaitan dengan hortikultura.

1bl#ik-6/6/2022

Bahkan, setiap Bimtek akan disesuaikan dengan keinginan Made Urip untuk peningkatan kapasitas petani, misalnya kegiatan budidaya atau pasca panen yang berkaitan dengan hortikultura. “Seperti kegiatan Bimtek kali ini diminta lebih general dari budidaya sampai pasca panennya,” beber Mutiara, seraya mengatakan untuk meningkatkan daya saing komoditas hortikultura Dirjen Horti mengeluarkan Konsep Kampung Hortikultura yang merupakan bagian dari kegiatan pengembangan kawasan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir dan dari peningkatan produksi, pengembangan kawasan horti, dukungan perbenihan, penguatan sistem perlindungan, hingga peningkatan nilai tambah dan daya saing. “Melalui momentum Bimtek yang digenjot Bapak Made Urip ini, kami berharap silahturahmi, koordinasi dan peningkatan kapasitas petani dan pengusaha komoditas hortikultura untuk mendukung pertanian maju, mandiri dan modern,” imbuhnya.

Dari pemaparan Made Urip menegaskan Bimtek ini, sebagai kerja sama Komisi IV DPR RI dengan Kementerian Pertanian melalui Dirjen Hortikultura untuk memberikan inovasi pengembangan subsektor hortikultura supaya lebih maju, mandiri dan modern. Dikatakan, Bimtek ini sangat penting untuk menambah wawasan dan pengetahuan teknis di lapangan, sehingga produktifitas petani semakin meningkat, lebih efektif dan efisien. Bimtek kali, bahkan dihadiri anak muda dari petani milenial untuk menekuni dunia pertanian. “Kalau dulu sangat sulit sekali untuk meregenerasi petani yang cukup lambat. Karena kalau dilihat di lapangan sebagai besar petani sudah tua-tua dengan usia di atas 60 hingga 70 tahun lebih. Hal ini perlu mendapat perhatian serius agar kaum milenial ini mau menekuni sektor pertanian,” tegas Anggota DPR RI lima periode dengan 255.130 suara tertinggi Dapil Bali dan ranking ketujuh nasional itu.

1bl#bn-6/6/2022

Untuk itu, pemerintah daerah harus bisa menyiapkan fasilitas, akses dan penguatan modal kepada kaum milenial supaya mau menekuni sektor pertanian. Apalagi selama 2 tahun lebih dihantam pandemi Covid-19 yang memberi pelajaran berharga, agar tidak lagi menggantungkan salah satu sektor saja, yakni sektor pariwisata karena sangat rentan dengan isu bencana, keamanan dan penyakit, seperti wabah Covid-19. “Ekonomi kita di Bali yang paling parah dan tidak bergerak. Coba bayangkan sudah 2 tahun lebih semua sektor dihantam oleh virus ini dan hampir macet semuanya,” katanya, kecuali sektor pertanian yang harus terus dijaga terutama subak abian dan subak basah sebagai warisan kultur dan budaya di Bali, termasuk di Bangli punya kekuatan luar biasa di sektor pertanian, seperti di Kintamani daerah hortikultura ada sayur dan buah-buahan. “Bagaimana komuditas ini bisa dijaga bersama. Jadi kita carikan akses terutama penguatan modal, baik dari kabupaten, provinsi dan pemerintah pusat,” tandas M-U, sekaligus berharap kerja sama ini terus dijaga ke depan, sehingga akan siap menjembatani kepentingan petani yang ada di seluruh Bali termasuk di Bangli.

“Paling tidak bantuan satu traktor bisa ada akses. Daripada setiap Pemilu dikasi duit seratus ribu atau dua ratus. Habis itu menghilang dia tidak hadir lagi. Dan 5 tahun lagi baru datang lagi. Tapi ini ada program, daripada munyi-munyi doang dikasi. Kan begitu?,” sentil Made Urip, sekaligus menyerahkan bantuan berupa program Kampung Durian Aspirasi, Kampung Bawang Merah Aspirasi Intensifikasi, Kampung Bawang Merah Aspirasi Ekstensifikasi dan Kampung Cabai Aspirasi masing-masing seluas 10 hektar. ama/ksm


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button