Selasa, April 28, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaPolitik dan Sosial BudayaMade Urip Resmikan Demplot Padi Organik di Desa Petulu

Made Urip Resmikan Demplot Padi Organik di Desa Petulu

Gianyar, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., meresmikan Demplot Padi Organik jenis M70D di Subak Uma Gunung, Desa Petulu, Kecamatan Ubud, Gianyar, Sabtu (12/2/2022) siang. Ketua DPP PDI Perjuangan tiga periode yang kali ini membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu, berupaya keras untuk mendorong peningkatan produktifitas pertanian di Bali, sekaligus menjaga ketahanan pangan di masa pandemi Covid-19. Kehadiran Made Urip yang dikenal sebagai Wakil Rakyat Sejutra Traktor tersebut, terjun langsung ke pelosok desa, bersama perwakilan Anggota DPRD Bali, I Made Rai Warsa, S.Sos., dan perwakilan Anggota DPRD Gianyar, Nyoman Etty Yuliastuti, SS., serta Pembina HKTI Bali, Anik Wijaya yang disambut Bendesa Adat Petulu, Cokorda Gede Sukawati, beserta Pekaseh Subak Uma Gunung I Nyoman Sada serta pekaseh se-Desa Petulu dan undangan lainnya.

1bl#bn-13/2/2022

Pada kesempatan itu, Direktur BumDes Sad Gangga Amerta Desa Petulu, I Wayan Sudira mengakui dempot padi organik seluas 1 hektar ini, berkat kerjasama BumDes dibantu HKTI Bali yang dukungan penuh oleh Made Urip. Melalui bantuan ini, hasil produksinya juga akan meningkat drastis dari biasanya hanya sekitar 5 ton per hektar, tapi dengan bibit padi unggul tersebut, produksinya bisa berlipat ganda menjadi 7 sampai 9 ton per hektar. Jika dihitung lagi dari biasanya rata-rata hanya menghasilkan Rp21 juta per hektar, sekarang bisa mencapai Rp28 juta sampai Rp35 juta per hektar. “Terimakasih sebesar-besarnya kepada Pak Made Urip yang telah berkolaborasi dengan HKTI Bali yang telah membantu kami,” katanya, seraya menyebutkan Anggota DPR RI lima periode terpilih 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan ranking ketujuh nasional itu, juga melalui BumDes telah menyalurkan berbagai bantuan, termasuk jalan usaha tani ke depan. Bahkan beberapa kelompok tani binaan BumDes sudah mendapat bantuan aspirasi, seperti bibit sapi, kambing, ayam dan bibit pohon produktif untuk pengembangan one village one product di Desa Petulu ke depan.

“Bumdes juga siap membeli hasilnya, jika sudah panen, agar harga tidak dirusak oleh calo. Jadi kami harapkan, jika pariwisata Bali sudah pulih, maka sektor pertanian ini agar tetap eksis dengan pariwisata sebagai bonusnya,” tandasnya. Ditambahkan Bendesa Cokorda Gede Sukawati menyucapkan terima kasih atas kehadirian Made Urip bersama jajaran anggota Fraksi PDI Perjuangan yang datang jauh-jauh ke Desa Petulu. Selain itu, berkat dukungan Made Urip bisa memajukan sektor pertanian ke depan, karena terus bersinergi dengan selalu turun ke bawah. Karena itu, pihaknya berharap perhatian Made Urip bisa terus berjalan dengan baik untuk masyarakat khususnya petani, seperti bantuan aspirasi jalan usaha tani di Desa Petulu untuk mempercepat pengembangan sektor pertanian dalam arti luas. “Atas nama Desa Adat Petulu memberikan doa, agar tidak ada halangan pengembangan dempot padi organik ini ke depan. Apalagi Pak Made Urip sudah meluangkan waktu untuk hadir mendukung sektor pertanian masyarakat dan petani di Desa Petulu,” imbuhnya.

1th#ik-18/1/2022

Di sisi lain, Pembina HKTI Provinsi Bali, Anik Wijaya mengaku sangat bangga dengan kiprah Made Urip yang selalu ada di mana-mana untuk membantu para petani dan masyarakat kecil. Karena itu, HKTI yang mempunyai bibit padi unggul, juga ingin berkontribusi mendukung sektor pertanian seperti di Desa Petulu, sehingga selama satu satu tahun bisa empat kali panen. “Khusus di Desa Petulu kita harap bisa menjadi sukses dan menjadi contoh penanaman demplot bibit padi organik ini ke depan,” paparnya. Saat berdialog dan bertatap muka, Made Urip menegaskan subak di Desa Petulu ini sangat luar biasa, karena masih tertata dengan baik, sehingga ke depan akan memperjuangkan berbagai aspirasi dan bantuan, di antaranya infrastruktur pertanian, seperti jalan usaha tani dan jalan produksi. Untuk itu, Anggota Badan Kerjasam Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI yang biasa dipanggil M-U ini, memberi apresiasi kepada HKTI Bali bersama BumDes Petulu yang sudah bekerja dengan sangat luar biasa untuk mendampingi para petani dan krama subak. Apalagi saat ini, pengembangan sektor pertanian di Bali tidak cukup hanya mengandalkan pendampingan PPL yang sebagian besar sudah masa pesiun.

“Kita sebenarnya berharap 1 desa ada 1 PPL, namun sekarang malah tidak ada lagi pengangkatan PPL, sehingga hanya bisa mengandalkan tenaga kontrak. Padahal tugas dan fungsi PPL ini sangat penting untuk mengawal sektor pertanian,” beber M-U, seraya menyebutkan di satu sisi, dampak pandemi Covid-19 telah membuat ekonomi Bali hampir lesu darah, sehingga sektor pertanian menjadi harapan terakhir untuk menjaga ketahanan pangan. Disadari pemerintah sudah memberikan dukungan dan memprioritaskan sektor partanian, dan tidak lagi menempatkan sektor pariwisata sebagai satu-satunya sektor unggulan di Bali. Apalagi sektor pertanian selama pandemi Covid-19 sudah terbukti paling bertahan daripada sektor lainnya, sehingga menjadi tugas bersama untuk mengajegkan subak abian dan subak basah di Bali sebagai ketahanan pangan dan sektor penggerak ekonomi di Desa. “Kita akan terus perjuangan bantuan di pusat, baik bantuan modal, ternak, maupun alat pertanian akan kita bantu lewat APBN. Mudah-mudahan APBN kita masih tetap bisa berjalan dengan baik dan tidak ada refocusing lagi,” tegas politisi senior asal Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan itu.

1th#ik-1/1/2022

Bahkan, petani dan krama subak juga bisa difasilitasi bantuan UPPO atau Unit Pengolahan Pupuk Organik untuk mendukung ketersediaan pupuk organik, sehingga pertanian di Desa Petulu bisa jauh lebih alami. “Mari kembali gunakan pupuk organik melalui UPPO ini, dan mohon terus berkoordinasi untuk memajukan sektor pertanian. Karena kita tidak ada yang tahu kapan pandemi ini berakhir, sehingga kita tidak bisa hanya terus mengandalkan sektor pariwisata saja. Jadi kita apresiasi bantuan ini, untuk mengangkat BumDes mengembangkan sektor pertanian di Desa Petulu,” pungkas M-U, sekaligus menutup kegiatan dengan penanaman demplot bibit padi organik jenis M70D. ama/ksm

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

spot_img
spot_img
spot_img