Politik dan Sosial Budaya

M-U Guyur Bantuan Alsintan Senilai Rp1,458 Miliar, Bantu Penguatan Pangan Kabupaten Bangli di Masa Pandemi


Bangli, PancarPOS | Kabupaten Bangli kembali diguyur bantuan apirasi di sektor pertanian oleh Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs I Made Urip, M.Si. Bantuan Alsintan (alat dan mesin pertanian) senilai total Rp1,458 miliar ini, seluruhnya diserahkan oleh Ketua DPP PDI Perjuangan tiga periode yang kali ini membidangi pertanian dan lingkungan hidup tersebut, secara simbolis melalui virtual di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Bangli, Senin (12/7/2021). Penyerahan bantuan bersama Kasi Alsin dan Pupuk Dinas Pertanian Bangli Tangkas Wirayuda berserta Ketua Ranting PDI Perjuangan Desa Songan B, Jro Ketut Metu Kamajaya dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Bantuan aspirasi tahun 2021 ini, berupa 2 unit traktor roda 4 senilai total Rp800 juta, 5 unit traktor roda 2 senilai total Rp142,5 juta, 16 unit mesin pompa air senilai total Rp464 juta dan 3 unit cultivator senilai total 51 juta. Usai penyerahan bantuan, mewakili kelompok tani dan krama subak, Jro Metu Kamajaya mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diperjuangkan Made Urip selama ini sudah sangat dirasakan oleh kelompok tani dan krama subak di Bangli. Dikatakan Made Urip sebagai tokoh PDI Perjuangan satu-satunya yang sangat rajin turun membantu petani dan krama subak di Bangli, bahkan selama masa pandemi Covid-19 ini.

Ik#1bl-7/7/2021

“Bantuan Pak Urip ini di masa pandemi Covid-19 sangat bermanfaat bagi kelompok tani. Dimana dari bantuan ini, mereka bisa bisa terus bertahan hidup dengan mengolah lahan pertanian yang dimiliki dengan lebih baik dan cepat. Hasilnya telah dirasanya. Jadi terimakasih atas perhatian dan bantuan Pak Urip selama ini,” bebernya. Ditambahkan Tangkas Wirayuda, mewakili Dinas Pertanian Bangli, juga mengucapkan terimakasih atas perhatian dan bantuan Made Urip yang telah memberi dukungan kepada pemerintah daerah, khususnya di sektor pertanian. “Bantuan alat pertanian ini, sangat dirasakan manfaatnya, sehingga ke depan para petani di Bangli akan bisa lebih maju dan sejahtera,” tegasnya, seraya mengakui bantuan sektor pertanian yang difasiltasi Made Urip ini, sebagai sektor yang menjadi andalan ke depan. Sesuai arahan Made Urip, juga berkomitmen membangun sektor pertanian, sehingga seluruh hasil pertanian yang diproduksi bisa langsung di pasarkan di Kabupaten Bangli. “Karena itu ke depan, sangat kami harapkan dukungan Pak Made Urip dengan jaringan Kementerian di Komisi IV DPR RI bisa memberi jalan untuk membuka akses dan bantuan dari pemerintah pusat,” tutupnya.

1th-ksm#5/2/2021

Pada kesempatan itu, Made Urip mengungkapkan, kali ini menyerahkan bantuan untuk para penerima bantuan aspirasi berupa Alsintan. Sebelumnya juga sempat memberikan bantuan untuk program KWT (Kelompok Wanita Tani) penerima Bank Pesona atau KRPL, dan bantuan UPPO di Bangli yang diberikan berupa sapi dan kandangnya untuk menghasilkan pupuk organik karena kebutuhannya semakin tinggi dan sangat baik memperbaiki hara tanah pertanian. “Sekarang ini kualitas tanah kita terus menurun kualitasnya. Makanya kita bantu dengan pupuk organik,” katanya. Selain itu, sebelumnya juga diberikan bantuan untuk penerima Bioflok dengan total dana hampir Rp200 juta untuk pengembangan budidaya ikan Lele. Anggota DPR RI terpilih 5 periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan ketujuh nasional itu, menyebutkan bantuan ini untuk memperkuat ketahanan pangan khususnya yang ada di pedesaan. Apalagi kondisi ekonomi, akibat dampak Covid-19 dengan varian baru sudah sangat luar biasa merusak sendi-sendi kehidupan dan perekonomian Bali. Terbukti pertumbuhan ekonomi makin melemah dan masih minus 9 persen akibat terpukulnya sektor pariwisata Bali.

1bl-bn#7/1/2020

“Tingkat hunian hotel, restoran kosong atau nol persen. Karena kita hidup hampir 70 persen di sektor pariwisata dan sekarang harus menghadapi PPKM Darurat. Nah ini memberi dampak luar biasa bagi pekerja pariwisata, sehingga harus kembali ke sektor pertanian. Maka itu sektor pertanian ini, sebetulnya sebagai dewa penyelamat bagi kita di Bali, karena telah mewarisi budaya subak baik abian dan basah,” tandas anggota dewan di Senayan yang dijuluki Wakil Rakyat Sejuta Traktor ini, sekaligus berharap bantuan ini bisa memperkuat kembali sektor pertanian di Bangli. Karena jika hanya mengandalkan APBD saja, tidak akan mungkin menggarap sektor pertanian dengan baik. Maka itu, harus dicari penguatan modal, program pertanian dan akses yang lain lewat APBN. Apalagi pendapatan daerah saat ini, juga berkurang dan semua target tidak tercapai akibat pandemi Covid-19. “Untuk itu mari kita tekuni sektor pertanian ini, termasuk sub sektor perkebunan, seperti Kopi dan Jeruk Kintamani harus diperkuat itu. Karena kita di desa masih bisa menjaga ketahanan pangan kita. Bayangkan jika yang hidup di kota dan hidup dari sektor pariwisata, jika punya hutang atau cicilan, akan betul-betul akan terdampak di masa pandemi ini. Tapi kalau di pedesaan kan tidak akan terasa pandemi ini, karena kebutuhan untuk makan bisa terpenuhi,” beber M-U sapaan akrab politisi senior asal Desa Tua, Marga, Tabanan tersebut.

1bl#ik-5/3/2021

Maka itu, seluruh petani dan krama subak diajak menekuni sektor pertanian dengan serius, terutama para kelompok peneriman bantuan agar digunakan dengan baik, seperti Alsintan, UPPO, KLPL maupun Bioflok agar bisa bermanfaat dan dipertanggungjawabkan. “Saya merasa bangga jika yang mendapat bantuan ada kemajuan, dan tingkat produksinya semakin baik, sehingga saya juga semakin semangat nanti membantu kelompok yang lain. Saya akan selalu membantu petani di seluruh Bangli, apalagi masih banyak bantuan yang bisa diakses, termasuk bantuan di lingkungan hidup dan perikanan sebagai sektor primer yang harus dipertahankan sebagai hajat hidup kita selama ini,” pungkas Made Urip. ama/ksm

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close