Buleleng, PancarPOS | Ancaman radikalisme dan narkoba kini tidak lagi mengenal usia. Menyasar ruang digital, media sosial, hingga pergaulan sehari-hari, bahaya tersebut perlahan mengintai generasi muda Bali. Menyadari situasi itu, Pemerintah Provinsi Bali melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bali meluncurkan Roadshow Kolaborasi Waspada Sedari Remaja, sebuah gerakan edukatif yang secara tegas membentengi pelajar dari radikalisme, kriminalitas, kekerasan, hingga penyalahgunaan narkoba.
Roadshow perdana digelar di SMA Negeri Bali Mandara, Kabupaten Buleleng, dan diikuti sekitar 400 siswa perwakilan SMA dan SMK dari Kecamatan Sawan, Kubutambahan, dan Tejakula. Sekolah yang terlibat antara lain SMA Negeri Bali Mandara, SMK Negeri Bali Mandara, SMA Negeri 1 dan 2 Tejakula, SMK Negeri 1 dan 2 Tejakula, SMA dan SMK Negeri 1 Sawan, SMA dan SMK Negeri 1 Kubutambahan, serta SMA Swasta Sidhi Karya.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Daerah Kesbangpol Bali, I Wayan Ria Arsika, mewakili Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Bali Gede Suralaga. Dalam sambutan tertulisnya, Suralaga menegaskan bahwa generasi muda Bali saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
Ia menyoroti persoalan intoleransi, kekerasan terhadap anak, perundungan, meningkatnya angka bunuh diri, hingga maraknya peredaran narkoba yang kian agresif menyasar remaja. Di tengah derasnya arus informasi digital, paham radikal dan perilaku kriminal dapat masuk tanpa batas, bahkan menyusup melalui konten yang tampak biasa di media sosial.
Karena itu, menurutnya, pelajar harus dibekali kemampuan berpikir kritis, bijak dalam bermedia sosial, serta memiliki keberanian untuk menolak dan melaporkan setiap ajakan yang mengarah pada kekerasan maupun pelanggaran hukum. Upaya pencegahan tidak cukup hanya dengan penindakan, tetapi harus dimulai dari penguatan karakter dan ketahanan moral sejak dini.
Ia juga menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun, yang menempatkan pembangunan manusia Bali berkarakter, beretika, dan berkepribadian luhur sebagai fondasi utama Bali yang aman, damai, dan harmonis. Menuju Indonesia Emas, generasi muda Bali harus cerdas secara intelektual sekaligus kuat secara moral.
Roadshow ini merupakan bagian dari Program Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Daerah, hasil kolaborasi Kesbangpol Bali bersama Satgas Wilayah Bali Densus 88 Anti Teror Polri, Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Provinsi Bali, serta Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali.
Narasumber dari Densus 88 memaparkan pola penyebaran radikalisme yang kini banyak memanfaatkan media digital dan pendekatan persuasif melalui jejaring online. Pelajar diingatkan agar tidak mudah terpengaruh ajakan yang mengarah pada intoleransi dan kekerasan.
Sementara itu, Wakil Ketua KPAD Provinsi Bali menekankan pentingnya perlindungan anak dari berbagai bentuk kekerasan dan ekstremisme yang dapat merusak masa depan mereka. Lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat harus menjadi ruang aman yang membangun, bukan ruang yang membiarkan bibit kekerasan tumbuh.
Dari sisi pencegahan narkoba, perwakilan BNN Provinsi Bali memaparkan jenis-jenis narkotika, ciri-ciri penyalahgunaan, serta modus peredaran yang kerap menyasar pelajar. Para siswa diminta tidak ragu melapor apabila menemukan indikasi penyalahgunaan di lingkungan sekitar.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang disambut antusias para peserta. Para pelajar tampak aktif menyampaikan pertanyaan, mencerminkan kepedulian mereka terhadap ancaman radikalisme dan narkoba yang semakin nyata.
Roadshow Kolaborasi Waspada Sedari Remaja ini dijadwalkan berlangsung hingga 30 April 2026 dan akan menyasar jenjang SD, SMP, serta SMA/SMK di seluruh Bali. Pemerintah berharap, melalui langkah preventif yang masif dan kolaboratif ini, generasi muda Bali tidak hanya terlindungi dari bahaya radikalisme dan narkoba, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, berintegritas, dan berdaya saing tinggi. sma/ksm






