Gebyar Vaksinasi Rabies, Sing Main – Main! Pemprov Bali Siapkan 278 Ribu Vaksin Gratis

Denpasar, PancarPOS | Akibat tidak adanya anggaran untuk vaksin rabies semenjak tahun 2019 dan 2020 memicu meningkatnya kasus rabies di Bali. Untuk itu, Pemprov Bali melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali akan menggelar Gebyar Vaksinasi Rabies dengan membentuk Tisira (Tim Siaga Rabies) yang melibatkan kepala desa, yowana, Babinsa dan bidan desa pada bulan Desember 2022. Pelaksanaan vaksinasi rabies antar desa ini, dirakan sangat efektif dan pastinya tepat sasaran. Sebab sebelumnya Tisira sudah mendata anjing dan hewan ternak di masing-masing desa, sehingga Provinsi Bali pada tahun 2023 akan kembali bebas rabies, sehingga aman dikunjungin oleh wisatawan.

Saat dikonfirmasi langsung, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Dr. I Wayan Sunada, SP., M.Agb., menegaskan pihaknya untuk menghadapi kasus rabies di Bali tidak akan main – main (sing main – main). Sebagai bentuk keseriusannya tersebut,. dibuktikan dengan menggelar Gebyar Vaksin Rabies dengan menyiapkan 278 ribu vaksin rabies gratis yang dananya diambil dari APBN sebanyak 78 ribu vaksin dan bantuan dari Australia sebanyak 200 ribu vaksin. Ia pun mengakui jumlah vaksin tersebut masih kurang, sehingga untuk menutupi kekurangan vaksin tersebut, pihaknya akan meminta bantuan pusat, agar Bali segera menjadi zero rabies.
“Desember 2022 ini, kita gelar Gebyar Vaksinasi Rabies diawali dengan 278 ribu vaksin yang akan kita sebar ke seluruh kabupaten/ kota di Bali,” tegasnya di sela-sela Rapat koordinasi Gebyar Vaksinasi Rabies, pada Kamis (8/12/2022) yang dihadiri oleh Kabid PKH Buleleng, Made Suparna dan Tim AIHSP (Austrlia Indonesia Healt Securith Partnership) yang mendukung kegiatan Gebyar Vaksinasi Rabies di Bali. Lebih lanjut Sunada mengaku sangat optimis bisa menuntaskan kasus rabies pada tahun 2023. Keyakinan tersebut dimatangkan dengan pengalaman menangani kasus PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) di Bali beberapa waktu lalu. Saat itu, pihaknya juga menggelar vaksinasi PMK dan skenario vaksinasi PMK akan dipakai kembali pada Gebyar Vaksinasi Rabies.

“Setelah sukses pada penangan kasus PMK, penerapan skenarionya juga akan kita terapkan pada penanganan Gebyar Vaksinasi Rabies. Dan saya optimis 2023 nanti kasus rabies di Bali sudah bisa ditangani,” ungkapnya, seraya menjelaskan dalam pelaksanaan Gebyar Vaksinasi Rabies tersebut, pihaknya membentuk e-tim yang masing-masing terdiri dari 5 orang petugas. Karena itu, pihaknya berharap kepada pemilik hewan peliharaan terutama anjing yang belum mendapatkan vaksin rabies, agar dikandangkan terlebih dahulu, sehingga nantinya ketika petugas vaksin rabies datang bisa cepat memberikan suntikan vaksin. “Saya harap sebelum dikunjungi petugas vaksinasi rabies, agar pemilik hewan mengandangkan terdahulu hewan peliharaannya untuk memudahkan kami memberikan vaksin rabies,” pungkasnya. tra/ama/yar














