Pariwisata dan Hiburan

Ny. Putri Koster Saksikan Pementasan Drama “Blanjong”

Hidupkan Jejak Sejarah Bali dalam Bulan Bahasa Bali VIII


Denpasar, PancarPOS | Peringatan Bulan Bahasa Bali Ke VIII yang digelar sepanjang Februari kembali menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam menjaga marwah bahasa, aksara, dan sastra daerah. Mengusung tema Atma Kerthi Udianning Purnaning Jiwa, perayaan tahun ini dimaknai sebagai upaya pemuliaan jiwa menuju kesempurnaan hidup melalui penguatan identitas budaya Bali.

Salah satu agenda penting dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah pementasan sesolahan drama bertajuk “Blanjong” Sayong ri Singha Dwara Pura yang dibawakan oleh Teater Agustus. Pementasan ini disaksikan langsung oleh Ny. Putri Koster di Gedung Kertha Sabha Denpasar pada Sabtu 14 Februari.

Drama “Blanjong” dikemas dalam format semi dokumenter, memadukan fakta sejarah dengan sentuhan dramaturgi yang kuat. Pendekatan ini membuat pertunjukan tidak hanya bernilai artistik, tetapi juga sarat muatan edukatif. Penonton diajak menyelami jejak sejarah Bali melalui kisah yang bertumpu pada keberadaan Prasasti Blanjong, salah satu peninggalan tertua di Pulau Dewata.

Prasasti tersebut yang ditemukan di wilayah Sanur diperkirakan telah berusia sekitar 1.112 tahun. Keberadaannya menjadi bukti otentik eksistensi Kerajaan Singha Dwara Pura yang dipimpin oleh Sri Kesari Warmadewa. Melalui pengemasan dramatik yang hidup, narasi sejarah yang selama ini hanya terbaca dalam teks dan kajian akademik dihadirkan secara visual dan emosional di atas panggung.

Pementasan ini sekaligus menjadi refleksi bahwa bahasa dan sastra Bali tidak semata hidup dalam lontar atau prasasti, tetapi juga dapat ditransformasikan dalam medium seni pertunjukan modern. Dialog yang dibangun dalam bahasa Bali memperkuat pesan bahwa pelestarian bahasa daerah harus berjalan seiring dengan kreativitas generasi masa kini.

Kehadiran Ny. Putri Koster dalam acara tersebut menunjukkan dukungan nyata terhadap gerakan pelestarian budaya berbasis seni. Bulan Bahasa Bali Ke VIII bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum konsolidasi kebudayaan yang menghubungkan sejarah, identitas, dan masa depan Bali.

Melalui drama “Blanjong”, jejak peradaban Bali kuno tidak lagi sekadar catatan sejarah, tetapi kembali berdenyut di tengah masyarakat. Seni pertunjukan menjadi jembatan antara masa lampau dan generasi hari ini, menghidupkan kembali spirit kebudayaan dan mempertegas jati diri Bali di tengah arus modernitas. mas/ama/*


Back to top button