BDS Gandeng Sentrik Rancang Kolaborasi, Mobil VinFast dan Motor MAKA Siap Isi Zona Hijau di Bali

Denpasar, PancarPOS | Bali tidak bisa lagi berjalan setengah hati dalam urusan energi bersih. Regulasi sudah jelas, visi sudah dicanangkan, dan dunia pariwisata makin menuntut standar ramah lingkungan. Di tengah dorongan itu, PT Bali Dana Sejahtera (BDS) bersama PT Sentrik Persada Nusantara (Sentrik) merancang rencana untuk mempercepat penggunaan kendaraan listrik di Pulau Dewata, mulai dari mobil listrik VinFast hingga sepeda motor listrik MAKA.
Pertemuan antara Direktur PT Bali Dana Sejahtera, Ida Bagus Gede Ary Wijaya Guntur, S.E., M.M., dan General Manager PT Sentrik Persada Nusantara, Pande Yuliasanjaya, berlangsung di Denpasar pada Jumat (20/2/2026). Dalam pertemuan itu, kedua pihak menegaskan komitmen untuk mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi Bali terkait penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.
Ary Wijaya Guntur menyebut, kerja sama ini adalah langkah konkret agar pelaku usaha tidak hanya berbicara soal pariwisata hijau, tetapi benar-benar mengubah pola operasionalnya. “Kalau kita ingin Bali tetap dikenal sebagai destinasi yang bersih dan berkelas dunia, maka sektor transportasi harus berubah. Kendaraan listrik bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan,” ujarnya.

Ia menegaskan, PT Bali Dana Sejahtera sebagai anak perusahan dari dana pensiun Bank BPD Bali ini, siap menjadi jembatan bagi sektor pariwisata, kawasan komersial, hingga pengelola properti untuk beralih ke kendaraan listrik secara bertahap dan terencana. Di sisi lain, General Manager PT Sentrik Persada Nusantara, Pande Yuliasanjaya, memaparkan secara rinci produk yang siap mendukung transformasi tersebut.
Menurut Pande, pihaknya saat ini memasarkan berbagai tipe mobil listrik VinFast yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pasar Bali, khususnya sektor pariwisata dan bisnis. Beberapa tipe mobil listrik VinFast yang dipasarkan antara lain VinFast VF 3, mobil listrik berukuran kecil yang cocok untuk mobilitas perkotaan dan kawasan wisata padat. Ukurannya kompak, efisien, dan sangat ideal untuk area dengan akses jalan sempit atau lingkungan resort dan desa wisata.
VinFast VF 5, SUV listrik ringkas yang cocok untuk operasional harian perusahaan, hotel, vila, dan usaha pariwisata. Tipe ini menawarkan kapasitas lebih besar dibanding VF 3 namun tetap efisien dan ramah lingkungan. VinFast VF e34, SUV listrik yang lebih luas dan nyaman, dirancang untuk kebutuhan keluarga maupun layanan antar-jemput tamu. Kendaraan ini memiliki daya jelajah yang memadai untuk mobilitas antar-kabupaten di Bali.
VinFast VF 6, SUV listrik dengan desain modern dan fitur teknologi yang lebih lengkap, menyasar segmen menengah yang membutuhkan kenyamanan dan performa lebih tinggi. VinFast VF 7, SUV listrik premium dengan desain futuristik dan fitur keselamatan canggih, cocok untuk kalangan profesional, pelaku usaha besar, maupun armada eksekutif. VinFast VF 8, SUV listrik kelas menengah atas dengan kapasitas lebih besar, cocok untuk operasional transportasi premium, travel eksklusif, maupun kendaraan dinas pejabat dan manajemen hotel berbintang.

VinFast VF 9, SUV listrik berukuran besar dengan tiga baris kursi, sangat cocok untuk kebutuhan keluarga besar, shuttle hotel mewah, dan layanan transportasi wisata dalam skala besar. Pande menjelaskan bahwa seluruh lini kendaraan VinFast tersebut dirancang untuk mendukung mobilitas tanpa emisi gas buang, sehingga sejalan dengan kebijakan zona hijau yang mulai didorong di Bali. “Kami tidak hanya menawarkan satu tipe. Kami hadir dengan pilihan lengkap, dari yang kecil sampai SUV besar. Jadi pelaku usaha bisa memilih sesuai kebutuhan operasionalnya,” jelas Pande.
Selain mobil listrik VinFast, PT Sentrik Persada Nusantara juga memasarkan sepeda motor listrik MAKA yang saat ini mulai dilirik sebagai solusi transportasi ramah lingkungan untuk mobilitas jarak dekat. Motor listrik MAKA dinilai sangat cocok untuk operasional internal hotel, kawasan wisata, desa adat, hingga kebutuhan ojek wisata di area tertentu. Biaya operasionalnya rendah, perawatannya sederhana, dan tidak menghasilkan polusi udara. “Motor listrik MAKA ini sangat relevan untuk Bali. Banyak aktivitas di kawasan wisata yang tidak membutuhkan kendaraan besar. Motor listrik bisa menjadi solusi praktis dan hemat,” ujar Pande.
Ia menambahkan, motor listrik juga bisa menjadi opsi konversi bagi pelaku usaha kecil dan menengah yang ingin beralih secara bertahap dari kendaraan berbahan bakar minyak. Pande menekankan bahwa transisi ke kendaraan listrik bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang kesiapan ekosistem. Karena itu, PT Sentrik Persada Nusantara juga siap mendukung perencanaan kebutuhan infrastruktur pengisian daya, baik untuk mobil maupun motor listrik.
Menurutnya, kendaraan listrik VinFast memiliki daya jelajah yang cukup untuk aktivitas harian di Bali, termasuk perjalanan Denpasar–Ubud, Denpasar–Tabanan, hingga kawasan selatan seperti Nusa Dua dan Jimbaran. “Bali ini jaraknya relatif dekat antarwilayah. Kendaraan listrik sangat ideal untuk karakter geografis seperti ini,” katanya. Ia juga menyampaikan bahwa penggunaan mobil listrik VinFast dan motor listrik MAKA dapat meningkatkan citra perusahaan di mata wisatawan mancanegara. Banyak wisatawan kini lebih memilih layanan transportasi yang ramah lingkungan. “Ini bukan hanya soal patuh regulasi, tapi juga soal branding. Hotel atau perusahaan yang menggunakan kendaraan listrik punya nilai tambah di mata tamu,” tegasnya.

Di sisi lain, Ary Wijaya Guntur menambahkan, kerja sama ini diharapkan mempermudah pelaku usaha dalam mengakses kendaraan listrik tanpa proses yang rumit. “Kami ingin menghadirkan solusi yang praktis. Jangan sampai pelaku usaha ingin beralih tapi terkendala informasi atau akses produk,” ujarnya. Ia menegaskan, Bali harus serius jika ingin membangun zona hijau di kawasan wisata. Tanpa armada yang siap dan infrastruktur yang memadai, kebijakan akan sulit berjalan efektif.
Kerja sama ini juga dinilai sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan sanksi administratif bagi pelaku usaha yang tidak menyesuaikan diri dengan regulasi kendaraan listrik di masa depan. Bali saat ini berada di titik penting. Jika ingin mempertahankan reputasi sebagai destinasi unggulan dunia, maka isu lingkungan tidak boleh dianggap remeh. Kendaraan listrik menjadi salah satu langkah nyata yang bisa langsung dirasakan dampaknya.
Dengan hadirnya lini mobil listrik VinFast dari VF 3 hingga VF 9 serta sepeda motor listrik MAKA, pilihan bagi pelaku usaha kini semakin terbuka. Langkah PT Bali Dana Sejahtera dan PT Sentrik Persada Nusantara menjadi sinyal bahwa perubahan sedang dimulai. Bali tidak boleh hanya menjual citra hijau di brosur pariwisata, tetapi harus menunjukkannya di jalan raya. “Jika kendaraan listrik mulai mendominasi kawasan wisata, udara lebih bersih, suara mesin berkurang, dan pengalaman wisata menjadi lebih nyaman,” imbuhnya. ama/ksm









