Berkat Perjuangan Made Urip, Kelompok Mina Sari Rejeki Sukses Panen Lele Sistem Bioflok

Tabanan, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., selama 5 periode dari tahun 1999-2024 telah banyak mengalokasikan paket budidaya ikan sistem bioflok ke daerah yang dinilai dapat membantu ekonomi sektor perikanan. Bantuan budidaya ikan sistem bioflok yang diperjuangan oleh Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu, terbukti mampu menggerakan potensi ekonomi yang ada di pelosok pedesaan dan dapat turut membantu menopang ekonomi masyarakat Bali. Salah satunya, Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U ini, mengalokasikan bantuan budidaya ikan sistem bioflok untuk Kelompok Mina Sari Rejeki, di Desa Penarukan, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Bali.

Seperti diketahui, sistem bioflok adalah budidaya ikan dengan menggunakan kumpulan dari berbagai organisme baik bakteri, jamur, protozoa, ataupun algae yang tergabung dalam sebuah gumpalan. Berkat bantuan budidaya ikan lele dengan sistem bioflok yang dikelola tersebut, akhirnya sukses dan terus berkembang pesat, sehingga mengudang langsung Made Urip didampingi calon Anggota DPRD Provinsi Bali di Dapil Tabanan terpilih, Ni Made Usmantari, SE., alias M-U untuk melaksanakan panen ikan lele bersama, pada Jumat, 10 Mei 2024. Pada kesempatan itu, juga hadiri Kadis Perikanan Tabanan yang diwakili oleh Sekdis Perikanan Tabanan, Ir. I kadek Artina M.Si., dan I Wayan Diasa sebagai perwakilan Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta Koordinator Penyuluh, I Made Wiswatara, S.Pi dan Anik Setyowati, Amd.
Ketua kelompok Kelompok Mina Sari Rejeki, I Wayan Arba tampak sangat bahagia dan bersemangat mendapat kunjungan langsung dari mantan Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI ini, sekaligus melakukan monitoring realisasi bantuan yang diperjuangkan dari Kementerian Perikanan dan Kelautan tersebut. Ia pun mengucapkan terimakasih atas berbagai bantuan dari Made Urip, serta perhatiannya selama ini kepada kelompok budidaya ini. “Kelompok kami sudah memiliki budidaya lele berkat bantuan dan perjuangan dari Pak Made Urip. Kami mendapat bantuan bioflok ikan lele dengan 8 kolam berukuran diameter 3 meter. Jadi ke depan kita harapkan bisa terus diperhatikan oleh Pak Made Urip dan terus dibimbing, agar bisa terus berkembang,” pintanya.

ia menyampaikan bantuan ini sebagai program aspirasi yang dipasilitasi oleh Made Urip, sekaligus juga ikut mengucapkan terimakasih kepada Anggota DPR RI lima periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan ranking ketujuh nasional itu, karena telah mendukung program budidaya ikan air tawar dengan sistem bioflok. Ia mengakui berkat program aspirasi yang difasilitasi dan diperjuangkan oleh Made Urip telah mampu meningkatkan pendapatan masyarakat pedesaan. Apalagi budidaya ikan lele dengan sistem bioflok ini sangat praktis, mudah dipelihara dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. “Kita ingin mengenalkan budidaya ini untuk meningkatan produksi ikan lele. Untuk itu diharapkan, bantuan Pak Made Urip bisa terus berlanjut, dan dapat dimanfaatkan secara maksimal, sehingga bisa berkembang dan membantu taraf hidup masyarakat,” tuturnya.
Usai panen bersama ikan lele dengan sistem bioflok tersebut, Made Urip menegaskan kebijakan dan program yang dibawa ke daerah sesuai keputusan Komisi IV DPR RI untuk menggarap sektor perikanan baik di laut maupun di darat, terutama budidaya ikan air tawar sesuai dengan potensi daerah. Terbukti sudah banyak yang diperjuangkan ke seluruh Bali, termasuk bantuan bioflok di Tabanan yang sudah berproduksi dengan baik. “Sekarang bagaimana caranya memanfaatkan bantuan ini, agar bisa efektif dan menghasilkan untuk menggerakan ekonomi di desa. Jangan hanya hangat-hangat tahi ayam, tidak boleh lagi begitu, karena sepeser pun uang negara harus dipertanggungjwabkan,” tegas politisi senior asal Desa Tua, Marga, Tabanan ini.

Sebagai wakil rakyat di Senayan, M-U mengaku akan selalu bergerak membantu sektor perikanan dan kelautan, terutama di budidaya ikan lele ini. Apalagi Tabanan sebagai daerah agraris dan perikanan budidaya cukup potensial terus dikembangkan, karena alam dan ketersediaan air yang cukup melimpah untuk meningkatkan produksi ikan budidaya. Seperti budidaya ikan lele sangat mudah dikembangkan dan dipelihara dan juga cepat produksinya. Selain itu, nutrisi ikan lele tidak kalah dengan salmon, sehingga produktifitasnya harus terus ditingkatkan dengan sosialisasi gemar makan ikan, agar produksi dan konsumsi ikan bisa bertambah. “Biofilok ini sangat bagus dikembangkan, sehingga dengan budidaya ikan lele hidup masyarakat desa akan tangguh. Saya berharap bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan baik dan memberikan efek ekonomi bagi desa di masa depan,” tegas M-U.
Dalam program aspirasi yang akan terus diperjuangkan oleh M-U adalah program bioflok dengan jenis ikan lele. Kader Banteng senior yang digadang-gadang maju menjadi Bupati Tabanan pada Pilkada serentak tahun 2024 ini, juga menyadari potensi pasar ikan lele sangat terbuka dan semakin laris, demikian juga untuk kebutuhan lomba mancing, untuk daerah Tabanan saja rata-rata setiap minggu biasanya digelar paling tidak tiga titk lomba mancing. Di mana untuk satu titik paling tidak akan membutuhkan ikan lele sebanyak 3 kwintal, sehingga kebutuhan untuk pasar ikan lele sangat besar. “Hal ini pastinya akan memberi dampak ekonomi yang baik terhadap masyarakat,” pungkas M-U. ama/ksm














