Talk Show FEKDI 2020, Bank BPD Bali Jalin Kolaborasi Bank DKI Perkuat Ekosistem Pariwisata dan UMKM

Badung, PancarPOS | PT Bank Pembangunan Daerah Bali (Bank BPD Bali) terus berupaya mendukung ekosistem pariwisata dan UMKM, tidak saja di Bali namun juga dunia global. Upaya itu terus diperkuat dengan menjalin kolaborasi jaringan perbankan, salah satunya dengan PT. Bank DKI (Bank DKI) melalui aplikasi JakOnePay. Hal itu diungkapkan langsung oleh Direktur Operasional Bank BPD Bali, Ida Bagus Gede Setia Yasa, S.Kom., MM., sebagai salah satu narasumber Talk Show Digitalisasi Bank DKI “Dalam Mendukung Pariwisata dan UMKM”, saat Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2022 di The Westin Resort Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung pada Kamis, 14 Juli 2022.

Gus Setia sapaan akrabnya itu, mewakili Dirut Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, SH., MH., menjelaskan Bank BPD Bali akan terus berkolaborasi untuk mempercepat digitalisasi sistem pembayaran non tunai di Indonesia, terutama untuk mempersiapkan ekosistem pariwisata dan UMKM. Perbankan sebagai penyedia pembayaran transaksi keuangan, sehingga sebagai tuan rumah FEKDI 2022 di Bali untuk digitalisasi pembayaran mengangkat potensi daerah. Karena Bali menjadi tujuan wisata dunia harus mempersiapkan ekosistem digital. Untuk itu, kawasan destinasi wisata di Bali sudah bisa dengan pembayaran QRIS, termasuk Bank BPD Bali mobile dan pada tanggal 4 Juli 2022 juga sudah mendapat ijin uang elektronik “BaliPay” yang diimplementasikan mulai 11 Juli 2022 lalu.
“Bank BPD Bali, khusus di Bali sudah memiiki ekosistem pariwisata yang dikolaborasikan dengan aplikasi pembayaaran non tunai Bank BPD Bali,” paparnya saat Talk Show yang juga dihadiri Komisaris Utama Bank BPD Bali, Ida Bagus Putu Anom Redhi bersama Direktur Bisnis Non Kredit (BNK) Bank BPD Bali, I Nyoman Sumanaya, SE., MM. Dijelaskan pembangunan daerah di Bali selalu melibatkan Bank BPD Bali untuk meningkatkan perekonomian dan UMKM di Bali, seperti 44 wisata destinasi dan UMKM yang sudah digitalisasi dengan pembayaran non tunai. Perlu diketahui telah ada sekitar 270 ribu merchant QRIS Bank BPD Bali untuk memperkuat inklusi keuangan di Bali.

Sesuai visi Gubernur Bali juga telah mengimplementasikan flatform untuk destinasi wisata dengan menerbitkan uang eletronik, termasuk membayar pajak, retribusi, bayar parkir dengan sarana sistem pembayaran non tunai Bank BPD Bali. Saat ini destinasi yang paling banyak tersebar di gate pariwisata wilayah Badung yang terintegrasi secara online dengan aplikasi e-ticketing BanK BPD Bali. Kali ini bekerja sama dengan Bank DKI, sehingga nantinya digitalisasi ekosistem pariwisata dan UMKM di Bali bisa lebih cepat, terstruktur, lengkap, murah dan mudah. Selain itu, juga ada 1.300 jaringan LPD sebagai percepatan digitalisasi terutama QRIS di Bali. “Melalui BaliPay dan JakOnePay diharapkan bisa mengisi ekosistem pembayaran pariwisata di Bali,” pungkasnya.
Pada kesempatan itu, Direktur Teknologi dan Operasional PT Bank DKI, Amirul Wicaksono mengakui sektor pariwisata sangat menguntungkan bagi Bali dan telah menjadi juara di Indonesia. Disadari selama ini, Bank DKI juga mendukung ekosistem wisata di Jakarta dan digitalisasikan dengan kartu elektronik. Namun BI sudah mengeluarkan pembayaran QRIS, bahkan kalau di Bali dengan Bank BPD Bali sudah ada BaliPay, sedangkan di Jakarta dari Bank DKI dengan JakOnePay. Kedua aplikasi ini dikatakan akan mendukung transaksi melalui scan to Pay QRIS Merchant Presented Mode yang bisa digunakan oleh turis asing. “Aplikasi ini (BaliPay dan JakOnePay, red) dapat digunakan di Bali, meskipun dengan nomor handphone dari luar negeri sebagai alat pembayaran uang elektronik,” tandasnya.

Hal senada disampaikan, Direktur Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen Bank Indonesia, Elsya MS Chani yang ikut serta mendorong Bank BPD Bali untuk mempercepat pemanfaatan pembayaran uang digital, khususnya bagi destinasi pariwisata yang dikembangkan, terutama diprioritaskan di Bali dan Jakarta. Karena itu sangat menyambut baik kolaborasi Bank BPD Bali dengab Bank DKI untuk menggenjot pembayaran digital, khususnya bagi UMKM yang menjadi penyelamat saat pandemi Covid-19 dengan pembayaran QRIS. Kolaborasi ini akan memudahkan UMKM di Bali yang sebelumnya terdampak pandemi, karena telah menjadi hikmah bersama untuk menggunakan instrumen pembayaran yang dapat dimanfaatkan.
“Kami Bank Indonesia selalu mendorong, memperkuat dan akan mengawasi perlindungan konsumen untuk memanfaatkan layanan pembayaran ini. Kita akan terus mendorong lahirnya kolaborasi yang bagus dari BanK BPD Bali dengan Bank DKI,” tegasnya. Selaku narasumber terakhir, Direktur Pengembangan Bisnis Dana, Dedy Sahat mengaku melihat Bank BPD Bali dan Bank DKI, juga menjadi kolaborasi bagi Dana di sektor perbankan untuk saling mendukung dan menampung kartu bank, khususnya top up BaliPay dan JakOnePay. “Kami melihat ini akan memberikan nilai tambah luar biasa terutama bagi Bali sebagai tulang punggung tourism di Indonesia ke depan,” katanya. ama/ksm









