Jika dalam penelitian di dunia kampus, penelitian tersebut telah mendapatkan “Novelty”, yaitu suatu pencapaian “Inovasi” pembaruan dari bangunan berfungsi tunggal yang hanya sebagai struktur bangunan “Tower Telekomunikasi” menjadi sebuah “Tower Terpadu Multifungsi” yang mengintegrasikan berbagai fungsi tidak hanya telekomunikasi tetapi juga akan menjadi wahana penelitian, pendidikan serta pariwisata edukasi ke depannya.

Fungsi utama Tower adalah untuk jaringan telekomunikasi dan jaringan siaran televisi digital yang menjangkau 80% wilayah Buleleng, Karangasem, dan Jembrana, sehingga masyarakat di Bali Utara tidak perlu lagi memakai antena parabola. Manfaat lainnya, Kawasan Turyapada Tower akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, khususnya di Buleleng yang akan berdampak sampai Tabanan. Menyeimbangkan pembangunanan antar wilayah Bali Utara, Bali Selatan, dan Bali Tengah. Menjadi sumber baru Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Bali, Buleleng, dan Tabanan. Menjadi wahana pengembangan IKM dan UMKM serta ekonomi kreatif dan digital.
Kehadiran “Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali” juga menggambarkan lompatan berpikir “Manusia Bali” yang menggambarkan bahwa Manusia Bali saat ini masuk dalam katagori “Manusia Kabinawa”. Manusia Berilmu Pengetahuan Serba Bisa supaya lebih mengedepankan nilai “Berbudaya” dalam kehidupan berteknologi serba canggih yang tidak tersurat dalam konsep sebelumnya Revolusi Industri 4.0 atau Society 5.0.

Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali sebagai Lompatan Berpikir Gubernur Bali Periode 2018-2023, Dr. Ir. Wayan Koster, MM. untuk mengubah ancaman dan tantangan menjadi potensi serta kekuatan Bali sehingga dapat menumbuhkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru dengan tetap bertanggung jawab selaras dengan lingkungan dan kehidupan socio kultural Bali. “Semoga Pembangunan terus berlanjut,” pungkas dosen, sekaligus arsitek yang berada dibalik rancangan desain penataan kawasan Mangrove Tahura Ngurah Rai Bali sebagai Showcase KTT G20 ini. tim/ama/ksm






