Minggu, April 26, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaDaerahNy. Putri Suastini Koster Dialog Pola Asuh Anak dan Remaja di Era...

Ny. Putri Suastini Koster Dialog Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI)

Denpasar, PancarPOS | Kecerdasan generasi dalam mengembangkan karakter dan kepribadian diri tidak akan pernah terlepas dari cara bagaimana memilih dan memilah informasi yang tepat untuk di cerna oleh kepala, selain menjadi tugas penting yang di sandang oleh orangtua dirumah. Jaman yang berkembang begitu cepat dan pesat seperti saat ini yang unggul dengan informasi teknologinya, mudah di akses oleh siapa saja dan dari manapun berada, semua usia sudah mengenal kecepatan informasi menyebar melalui kecanggihan teknologi saat ini.

Situasi ini tentu saja memberikan tantangan bagi orang tua untuk mempelajari cara mendidik anak di rumah agar tidak terjadi jurang pemisah yang nantinya seiring waktu berjalan membutuhkan jembatan penyambung antara orangtua dan anak. Sehingga pola asuh orangtua terutama seorang ibu menjadi peran yang harus diperhatikan. Hal ini disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster saat mengisi Dialog Lintas Denpasar Siang, di Pro 1 RRI Denpasar, Senin (9/5/2022).

Dengan mengangkat tema Pointer “Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI)”, Ny. Putri Koster yang didampingi oleh I Made Artana selaku Ketua STMIK Primakara yang juga didaulat sebagai narasumber mengatakan peran seorang ibu sekalipun menyandang sebagai wanita karier tidak boleh melepaskan fungsi dan peran domestiknya sebagai garda terdepan sekaligus benteng didalam rumah tangganya. “Kita mengenal sosok wanita terlebih seorang ibu yang memiliki tugas , peran dan tanggung jawab ganda. Selain mengurus keperluan anak-anak dan suami dari A-Z, seorang ibu juga memiliki tanggung jawab menanamkan pendidikan moral kepada anak-anaknya sejak dini, agar tumbuh menjadi anak-anak bangsa yang memiliki tata krama, sopan santun dan attitude yang berestetika dan beretika,” ungkap Ny. Putri Koster.

Pihaknya menambahkan bahwa Tim Penggerak PKK sebagai mesin penggerak diharapkan mampu menggerakkan kader PKK dan anggotanya untuk mengambil peluang usaha yang berpotensi dapat meningkatkan perekonomian keluarga. Dijaman digitalisasi ini, orangtua tidak boleh gagap teknologi agar anak-anak tidak terjerumus tanpa pantauan. “Jangan biarkan anak-anak kita terpapar radiasi sejak dini. Karena cerdas itu memang penting namun jangan sampai kita membuat anak-anak mengalami gangguan mental akibat informasi palsu (fake) yang bertebaran di media sosial,” imbuh Ny. Putri Koster.

Selain itu, penting bagi kita semua untuk melakukan pendekatan dengan pura-putri kita melalui pengalaman yang pernah kita rasakan. “Menegur jangan sampai menggurui karena anak-anak di jaman “alpha” memiliki kecerdasan, daya kritis dan hidup dalam tingkatan ekonomi yang berbeda jauh dengan kita orangtuanya,” imbuh Ny. Putri Koster yang dikenal aktif mendampingi kader PKK untuk berkreativitas. nantama/ksm/*

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

spot_img
spot_img
spot_img