Minggu, April 19, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaPolitik dan Sosial BudayaMade Urip Sambangi Petani dan Penyuluh di Baturiti, Maraton Buka Bimtek Industri...

Made Urip Sambangi Petani dan Penyuluh di Baturiti, Maraton Buka Bimtek Industri Kopi

Tabanan, PancarPOS | Setelah di Kecamatan Penebel, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., melanjutkan Turba atau turun ke bawah dengan menyambangi petani dan penyuluh di Kecamatan Baturiti, sekaligus secara maraton menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek). Kali ini, Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U itu, membuka agenda Bimtek Mengenal Lebih Dekat Tren Industri Kopi yang digelar di Villa Gajah, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Minggu (9/7/2023). Made Urip yang juga menjabat Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu, terus menggenjot kegiatan Bimtek di Tabanan yang kali ini bersama Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian.

1bl#ik-051.18/6/2023

Seperti sebelumnya, pembukaan Bimtek dihadiri Direktur Jenderal Perkebunan yang diwakili oleh Koordinator Tanaman Penyegar, Gento Widayanto, S.Sos., MM., beserta Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali diwakili Kabid Perkebunan, Ir. Dewa Ayu Budiasih dan Kadis Pertanian Tabanan, I Made Subagia, S.Pi., MM. Kegiatan Bimtek juga diikuti sekitar 75 peserta dari para kelompok tani dan penyuluh di Kecamatan Baturiti. Salah satunya peserta Bimtek, I Wayan Subadi mengaku sebagai petani kopi di Baturiti menegaskan program Made Urip sangat luar biasa, karena dari dulu sudah dibantu berupa bibit peremajaan kopi. Apalagi juga diberikan Bimtek tentang industri kopi yang sudah sangat dirasakan manfaatnya. “Karena itu, kami sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan Bapak Made Urip selama ini,” bebernya.

Sebagai tuan rumah yang mewakili Bupati Tabanan, Kadis Pertanian Tabanan, I Made Subagia mengatakan Made Urip sebagai petugas partai di sektor pertanian yang tidak pernah surut-surut membantu sektor pertanian di Tabanan, termasuk berbagai kegiatan Bimtek. Bahkan, ketika ingat traktor, maka para petani dipastikan akan ingat dengan Made Urip. Karena itu, sesuai harapan petani tetap menginginkan Made Urip kembali maju untuk memperjuangkan nasib petani dan krama subak di Bali, termasuk di Tabanan. Dikatakan dari 133 desa di Tabanan memiliki potensi di sektor pertanian yang masih sangat luar biasa, namun yang menjadi persoalan bagaimana menerapkan pola pertanian yang ramah lingkungan?

1bl#ik-016.4/4/2023

Pihaknya berharap agar sektor pertanian dengan pelan-pelan bisa mengurangi pupuk kimia yang diganti dengan pupuk organik. Hal inilah yang harus terus ditanamkan, khususnya untuk para petani milenial dengan menerapan kemajuan teknologi sebagai perubahan paradigma pertanian lebih baik. Salah satunya melalui Bimtek yang diberikan oleh Made Urip untuk menjadi inspirasi dan spirit yang bisa mendorong sektor pertanian semakin maju, mandiri dan modern. “Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Made Urip, bersama Ditjen Perkebunan yang telah roadshow menggelar Bimtek di Tabanan. Karena kami tidak akan bisa menganggarkan kegiatan seperti ini,” bebernya.

Di sisi lain, Kabid Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Dewa Ayu Budiasih menambahkan, paket bantuan setiap tahun diterima, khususnya peremajaan kopi dan komoditas di Tabanan dari APBN yang selama ini diperjuangkan oleh Made Urip. Karena itu, pihaknya berharap agar perhatian dan motivasi Made Urip bisa terus dilanjutkan, karena sektor pertanian di Tabanan menjadi salah satu unggulan untuk menggerakan pertumbuhan ekonomi Bali, terutama budidaya pola pertanian organik, karena sangat aman dikonsumsi dan berkualitas ekspor. Pihaknya berharap agar makin banyak petani melakukan sistem pertanian organik sesuai arahan Gubernur Bali, Wayan Koster untuk menjaga kelestarian alam dan lingkungan.

1th#ik-039.15/5/2023

“Ke depan mudah–mudahan program Bali Clean and Green bisa segera terwujud dengan membudidaya pertanian organik yang bersinergi dengan alam agar terus tetap terjaga,” tutupnya. Pada kesempatan tersebut, Koordinator Tanaman Penyegar, Gento Widayanto merasa bersyukur bisa kembali bertatap muka dengan Made Urip yang selalu setia mendukung kegiatan Bimtek yang tahun 2023 dilaksanakan dalam lima tahap secara maraton. Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Made Urip yang telah hadir langsung membuka Bimtek di sub sektor perkebunan ini, sebagai momentum agar sektor pertanian lebih berhasil dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian masyarakat dengan menghadirkan narasumber dari pakar dan praktisi kopi, I Komang Sukarsana.

Kegiatan Bimtek ini, untuk meningkatkan wawasan para petani kopi dan penyuluh di Tabanan yang kali ini menyasar Kecamatan Baturiti. Dikatakan komoditas kopi yang berada di Bali ini, juga memerlukan dukungan agar kembali bangkit dengan bersinergi untuk pengembangan komoditas dari tren industri kopi dari hulu ke hilir. Salah satunya melalui dukungan sindikasi Sertifikat Geografis yang sangat penting untuk pengembangan komoditas tananam tahunan penyegar, khususnya kopi untuk pasar ekspor ke depan. “Saya juga berharap melalui Bimtek ini, juga bisa memajukan sektor perkebunan kopi di masa mendatang,” tandasnya.

1bl#bn-29/8/2020

Di sela-sela membuka Bimtek, Made Urip mengakui melalui Bimtek ini bisa bertemu dan bertatap muka dengan kelompok tani dan penyuluh di Baturiti dengan bekerja sama Kementerian Pertanian yang dilakukan secara maraton untuk menambah wawasan dan keterampilan teknis, khususnya untuk meningkatkan produktifitas Kopi Bali. Ditegaskan kegiatan Bimtek tersebut, akan terus dilanjutkan, termasuk di sektor lainnya, seperti peternakan dan hortikultura, agar bisa digarap dengan baik dari hulu ke hilir, termasuk dari sisi pemasaran. Program unggulan ini diharapkan bisa digarap dan dijalankan dengan baik, karena sangat banyak program yang bisa diakses dari ABPN lewat program aspirasi kerakyatan yang bisa dibawa untuk para petani dan krama subak ke depan.

Salah satunya komoditas kopi yang sedang menjadi tren bagi kaum milenial, namun dari sisi produksi malah mengalami penurunan. “Kalau dulu Vietnam belajar kopi dari kita. Tapi sekarang kita kalah produksinya dari Vietnam. Ini karena petani kurang serius menggarap pasar kopi dunia yang terus mengalami kenaikan. Peluang ini harus bisa ditanggap oleh petani,” beber M-U. Sebagai wakil rakyat yang mengurus perut rakyat selama 5 periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan ranking 7 seluruh Indonesia itu, juga berharap semua program di sektor pertanian baik dari pemerintah daerah hingga pusat harus dijalankan dengan baik. Seperti akibat kekurangan subsidi pupuk yang harus menjadi perhatian bersama, karena harus diantisipasi dengan penggunaan pupuk organik.

1bl#ik-21/7/2021

Untuk itu, harus terus didorong produktifitas pupuk organik, agar bisa memenuhi kebutuhan petani untuk mewujudkan program Gubernur Bali yang mencanangkan Bali menuju Pulau Organik. Oleh karena itu, Made Urip akan terus berupaya menyiapkan bahan baku pupuk organik yang harus terus ditingkatkan dengan menyalurkan bantuan program UPPO ataupun sapi betina produktif untuk kepentingan produksi pupuk organik. “Kita harus dorong produksi pupuk organik ini, agar bisa menuju Bali sebagai Pulau Organik ke depan,” ujar Made Urip yang juga suami Ni Made Kusmantari yang saat ini, digadang-gadang maju sebagai bakal calon Anggota DPRD Provinsi Bali dari PDI Perjuangan di Dapil Tabanan itu. ama/ksm

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

spot_img
spot_img
spot_img