Denpasar, PancarPOS | Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar memperingati Dies Natalis ke-44 pada Minggu (8/3/2026) di Auditorium Saraswati dengan suasana penuh semangat refleksi dan kritik konstruktif terhadap masa depan dunia pendidikan tinggi. Momentum ini tidak sekadar seremoni ulang tahun universitas, tetapi menjadi panggung penting untuk menegaskan bahwa perguruan tinggi harus mampu menjawab tantangan zaman melalui inovasi, transformasi digital, serta penguatan relevansi lulusan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Perayaan puncak Dies Natalis tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting dunia pendidikan. Hadir dalam kesempatan tersebut Rektor Unmas Denpasar Prof. Dr. Sukawati Lanang P. Perbawa, S.H., M.H., Ketua Yayasan P.R. Saraswati Pusat Denpasar Tjok. Istri Sri Ramaswati, S.H., M.M., Kepala LLDIKTI Wilayah VIII Dr. Ir. I Gusti Lanang Bagus Eratodi, S.T., M.T., IPU., ASEAN.Eng., serta Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. Selain itu turut hadir para pimpinan fakultas, dosen, pegawai, mahasiswa, alumni, serta undangan dari berbagai mitra pendidikan dan masyarakat.
Sejak pagi hari, ratusan civitas akademika memadati Auditorium Saraswati untuk mengikuti rangkaian kegiatan puncak dies natalis yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 13.00 WITA. Kegiatan diawali dengan registrasi peserta yang berlangsung sejak pukul 09.00 WITA sebelum kemudian acara dibuka secara resmi oleh pembawa acara.
Suasana akademik sekaligus kultural terasa kuat ketika Tari Kebesaran Saraswati ditampilkan sebagai simbol penghormatan terhadap ilmu pengetahuan. Tarian tersebut menjadi pembuka yang menggambarkan bahwa pendidikan tidak hanya berkaitan dengan transfer ilmu, tetapi juga dengan nilai-nilai budaya dan spiritual yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat.
Setelah itu, seluruh hadirin berdiri untuk menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Saraswati yang menggema di dalam auditorium. Lagu kebangsaan tersebut menjadi pengingat bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam membangun karakter bangsa sekaligus mencetak generasi muda yang berdaya saing.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa serta penayangan video opening teaser yang menampilkan perjalanan panjang Universitas Mahasaraswati Denpasar sejak berdiri hingga menjadi salah satu perguruan tinggi swasta yang memiliki kontribusi penting bagi pembangunan pendidikan di Bali.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Mahasaraswati Denpasar Prof. Dr. Sukawati Lanang P. Perbawa menegaskan bahwa perguruan tinggi saat ini menghadapi tantangan besar terkait relevansi lulusan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia industri. Menurutnya, persoalan mismatch antara lulusan dan dunia kerja masih menjadi problem serius dalam sistem pendidikan tinggi.
Ia menegaskan bahwa kedharma perguruan tinggi harus mampu menjawab berbagai tantangan zaman, terutama dalam menghasilkan lulusan yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat. Jika perguruan tinggi tidak mampu menjawab kebutuhan tersebut, maka keberadaan pendidikan tinggi akan kehilangan relevansinya.
Menurutnya, salah satu pekerjaan rumah besar bagi perguruan tinggi di Indonesia adalah bagaimana mengurangi kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri. Hal ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan perubahan kurikulum semata, tetapi membutuhkan rekonstruksi tata kelola perguruan tinggi secara menyeluruh.
Rektor menilai bahwa selama ini pelaksanaan tridharma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat masih berjalan secara parsial. Padahal, tridharma seharusnya menjadi satu kesatuan yang terintegrasi dan saling mendukung.
Ia menegaskan bahwa pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat harus dihubungkan secara langsung dengan persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. Dengan demikian, perguruan tinggi tidak hanya menjadi institusi akademik, tetapi juga pusat solusi bagi berbagai persoalan publik.
Dalam konteks tersebut, inovasi menjadi kata kunci utama bagi perguruan tinggi agar mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan zaman. Perguruan tinggi tidak boleh berhenti berinovasi karena tantangan yang dihadapi dunia pendidikan terus berkembang.
Rektor juga menyoroti pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi melalui berbagai konsorsium akademik. Menurutnya, konsorsium perguruan tinggi memiliki nilai strategis untuk mendekatkan dunia akademik dengan persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah.
Ia berharap perguruan tinggi dapat menghasilkan inovasi yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pembangunan masyarakat. Dengan demikian, universitas tidak hanya menjadi pusat pengetahuan, tetapi juga pusat perubahan sosial.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga mengungkapkan bahwa rangkaian perayaan Dies Natalis ke-44 Universitas Mahasaraswati Denpasar sebenarnya telah dimulai sejak beberapa minggu sebelumnya melalui berbagai kegiatan sosial dan pengabdian kepada masyarakat.
Berbagai kegiatan tersebut antara lain bakti sosial, pelayanan kesehatan gratis, donor darah, serta pelayanan konsultasi hukum bagi masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, civitas akademika Universitas Mahasaraswati Denpasar berupaya memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat.
Kegiatan sosial tersebut juga mencakup edukasi mengenai berbagai persoalan hukum serta konsultasi terkait perpajakan. Menurut Rektor, kegiatan ini merupakan bentuk nyata implementasi tridharma perguruan tinggi dalam kehidupan masyarakat.
Kegiatan bakti sosial tersebut dilaksanakan di kawasan Renon, Denpasar, dan mendapat respons positif dari masyarakat. Meskipun sempat diguyur hujan, kegiatan tetap berjalan dengan baik karena tingginya antusiasme masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan dan konsultasi hukum.
Selain kegiatan sosial, Universitas Mahasaraswati Denpasar juga melaksanakan kegiatan spiritual dengan melakukan persembahyangan bersama di Pura Kahyangan Jagat Catur Datu. Kegiatan ini menjadi simbol harapan agar universitas terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Setelah kegiatan sosial dan spiritual tersebut, rangkaian dies natalis dilanjutkan dengan berbagai lomba yang melibatkan mahasiswa serta pelajar dari berbagai sekolah di Bali. Beberapa kompetisi yang digelar antara lain lomba futsal, voli, serta permainan tradisional yang melibatkan generasi muda.
Menurut Rektor, kegiatan tersebut bertujuan untuk memotivasi generasi muda agar aktif dan berprestasi dalam berbagai bidang. Universitas Mahasaraswati Denpasar ingin menjadi bagian dari proses pembentukan karakter generasi muda Bali.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia Prof. Dr. Fauzan dalam arahannya menegaskan bahwa transformasi digital menjadi salah satu agenda utama dalam pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga mencakup perubahan sistem, kebijakan, serta tata kelola pendidikan tinggi. Transformasi digital harus dilakukan secara menyeluruh agar perguruan tinggi mampu memberikan layanan pendidikan yang lebih efektif dan efisien.
Menurutnya, Universitas Mahasaraswati Denpasar telah memulai langkah penting dalam transformasi digital melalui sistem integrasi layanan akademik yang dikenal dengan nama “Satu Unmas”.
Sistem tersebut mengintegrasikan berbagai layanan akademik dalam satu platform digital, mulai dari sistem pembelajaran, administrasi mahasiswa, hingga pelaporan kegiatan dosen.
Dengan sistem tersebut, mahasiswa dapat mengakses berbagai layanan akademik secara online, termasuk pembayaran SPP, laporan pembelajaran, serta informasi pendidikan lainnya.
Sementara itu, dosen juga dapat menggunakan sistem tersebut untuk mengelola kegiatan akademik dan melaporkan aktivitas pembelajaran secara digital. Integrasi sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi sekaligus kualitas pelayanan pendidikan di lingkungan universitas.
Selain transformasi digital, pemerintah juga mendorong perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas riset yang memiliki dampak nyata bagi masyarakat. Riset tidak hanya ditujukan untuk kepentingan akademik, tetapi juga harus mampu memberikan solusi bagi berbagai persoalan sosial dan ekonomi.
Dalam konteks tersebut, Universitas Mahasaraswati Denpasar juga sedang mempersiapkan beberapa program studi untuk meraih akreditasi internasional. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing universitas di tingkat global.
Selain itu, universitas juga mengembangkan berbagai spesialisasi program studi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi. Misalnya pada program studi manajemen yang kini menawarkan spesialisasi manajemen digitalisasi serta manajemen kepariwisataan.
Pada fakultas hukum juga dikembangkan spesialisasi baru seperti hukum teknologi informasi dan hukum cybercrime yang menjadi bidang penting di era digital. Sementara di bidang pertanian juga dikembangkan berbagai spesialisasi yang berkaitan dengan teknologi pertanian modern.
Pengembangan spesialisasi program studi tersebut diharapkan mampu meningkatkan minat generasi muda untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Mahasaraswati Denpasar sekaligus memperkuat relevansi lulusan dengan kebutuhan industri.
Perayaan Dies Natalis ke-44 Universitas Mahasaraswati Denpasar akhirnya ditutup dengan berbagai penampilan hiburan, termasuk penampilan band Ganesha Voice serta pengumuman pemenang lomba dies natalis yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa.
Momentum dies natalis ini menjadi refleksi perjalanan panjang Universitas Mahasaraswati Denpasar dalam membangun pendidikan tinggi di Bali selama lebih dari empat dekade. Dengan semangat inovasi, digitalisasi, serta kolaborasi, universitas ini optimistis mampu menghadapi berbagai tantangan pendidikan tinggi di masa depan. ama/ksm






