Politik dan Sosial Budaya

Jabatan Kosong, Fraksi Partai Gerindra Kompak Desak Penugasan Pjs Ketua DPD Gerindra Bali


Badung, PancarPOS | Jabatan Ketua DPD Partai Gerindra Bali pasca meninggalnya Ida Bagus Putu Sukarta masih kosong, sehingga mendorong para kader partai berlambang burung garuda itu, mendesak DPP Partai Gerindra segera menunjuk pejabat sementara atau Pjs Ketua DPD Partai Gerindra Bali. Apalagi kondisi saat ini sangat mendesak untuk mempersiapkan proses verifikasi adminitrasi partai politik (Parpol) menjelang perhelatan hajatan besar politik Pilpres dan Pileg 2024 yang sudah semakin dekat. Saat dikonfirmasi melalui Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Bali, I Wayan Disel Astawa menjelaskan, sebelum adanya penugaskan sebagai Ketua DPD Gerindra Bali, saat ini sangat mendesak diperlukan Pjs terlebih dahulu untuk menyerap aspirasi partai, sekaligus untuk mempercepat proses adminitrasi perjalanan Parpol yang lolos PT (Parliamentary Threshold). Sementara parpol yang tidak lolos PT wajib verifikasi faktual dan administrasi.

1bl#ik-2/8/2021

“Gerindra Bali perlu Pjs untuk mempercepat proses verifikasi Parpol, mengingat tenggang waktu yang sudah cukup dekat, sehingga Gerindra Bali bisa berpartisipasi pada perhelatan di 2024,” ucapnya Bendesa Adat Ungasan itu, saat ditemui pada Minggu (15/8/2021) sore. Lebih lanjut Disel menegaskan, untuk bisa membesarkan Partai Gerindra Bali dan menjadikan partai yang profesional, pihaknya tidak menginginkan dalam penentuan Ketua DPD berdasarkan asas kedekatan dan mendapatkan prioritas untuk terpilih. Sebab di era jaman milenial dalam penentuan figur haruslah benar orang profesional, “Kita tidak ingin membesarkan partai seperti mengangon bebek. Sebab ke depannya masyarakat sudah pasti melek dan mempunyai pendidikan tinggi. Artinya, kita tidak bisa menggiring masyarakat lagi karena tingkat intelektual mereka sudah tinggi. Ditambah lagi dengan adanya gadget sudah pasti isu bertebaran di Medsos,” papar Ketua DPC Partai Gerindra Badung itu.

1bl#ik-21/7/2021

Disel melanjutkan, DPD Partai Gerindra Bali butuh pemimpin yang bijaksana, bisa diterima di seluruh lapisan, dan tentunya punya modal. Sebab untuk memimpin partai sangat diperlukan modal berupa uang. Ditambah saat ini, kondisi Partai Gerindra Bali baru bisa mampu membentuk enam fraksi dari 9 kabupaten/kota se-Bali. “Kita masih banyak yang kurang untuk mengisi fraksi-fraksi di 9 kabupaten/kota, dan jelas kalau hanya mengandalkan setoran dari fraksi sangat berat. Tetapi kita ingat untuk membesarkan partai secara intelektual,” tegasnya. Ketika ditanya, apakah Disel siap ditunjuk sebagai pimpinan Ketua DPD Partai Gerindra Bali? Dirinya menjelaskan hal itu sesuatu yang tidak mungkin. Pasalnya, Disel hanya pendatang baru di Partai Gerindra yang sudah diberikan kepercayaan menjadi Ketua DPC Partai Gerindra Badung setelah terbukti bisa kembali lolos sebagai Anggota DPRD Provinsi Bali. Tetapi kalau ada penugasan dan penunjukan dari DPP dirinya menyatakan harus tetap siap menjalankan perintah dan amanah partai. “Apalagi ke depan akan ada peluang penambahan kursi di kabupaten, pastinya partai Gerindra memerlukan figur ketua DPD yang kuat baik itu finacial, intelektual dan humanis,” pungkasnya. tra/ama


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button