Ekonomi dan Bisnis

Bali Segera Open Boder, Bank Indonesia Ajak Kawal KTT G20 dan Ratusan Pertemuan


Singaraja, PancarPOS | Indonesia yang menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada tahun 2022 rencananya mengambil lokasi di Bali. KTT G20 yang akan digelar di Pulau Dewata akan sangat menguntungkan. Seperti diungkapkan Kepala Kantor Bank Perwakilan Indonesia (KPwBI) Bali, Trisno Nugroho menegaskan KTT G20 dengan tema ingin bangkit dan kuat bersama ini, sangat penting bagi Bali, karena pertemuan 20 pemimpin negara ini akan berlangsung di Indonesia sebagai tuan rumah. “Ini juga akan menjadi pekerjaan yang sungguh-sungguh harus dikerjakan dengan baik. Media juga harus kawal berita positif ini, untuk menunjukan Indonesia dan Bali di mata dunia. Karena ada perbedaan recovery ekonomi di seluruh dunia,” ungkap Trisno saat membuka Capacity Building Media 2021 Bank Indonesia di Lovina, Singaraja, Kamis (7/10/2021).

1bl#ik-21/8/2021.

Selain menguntungkan bagi Bali, juga penting mempercepat pemulihan ekonomi Bali di masa pandemi, karena setiap gelaran konferensi internasional, pemerintah pusat akan memberikan perhatian lebih terhadap Bali. Contohnya, ketika Konferensi Tingkat Tinggi APEC 2013, dan juga pada gelaran pertemuan IMF-WB 2018 di Bali. Apalagi mulai Desember 2021 nanti, atau sebelum pertemuan KTT G20, hingga akhir Oktober 2022 akan ada ratusan pertemuan yang berlangsung tersebar di seluruh Indonesia termasuk di Bali. Di sisi lain saat ini, posisi Indonesia sebagai negera kelima vaksin tercepat di dunia. “Jadi kita harus bersyukur terkait vaksin ini dan bersiap-siap bisa menyambut G20 tahun 2021 ini, termasuk ratusan pertemuan lainnya,” katanya, seraya menyebutkan rencana pembukaan Bali pada, 14 Oktober 2021 sedang disiapkan berbagai aturan terkait open border Bali. “Kami berharap agar benar tetap Bali dibuka pada 14 Oktober nanti,” ucap Trisno.

1bl#ik-21/7/2021

Mengenai Capacity Building Media 2021 ini, dikatakan sebagai program reguler yang diharapkan bisa bermanfaat bagi para media di Bali. Untuk itu, pihaknya akan terus menjalin hubungan yang lebih baik lagi dengan media untuk memaksimalkan komunikasi kebijakan Bank Indonesia, sekaligus mengolah isu-isu ekonomi di Bali. Di antaranya terkait pertumbuhan ekonomi nasional di angka mencapai 7,07 persen pada kuartal II/2021 secara tahunan (year-on-year/yoy), melonjak tinggi dari kuartal II/2020 di mana terjadi kontraksi sebesar -5,32 persen. “Meski berhasil mengeluarkan Indonesia dari resesi, lonjakan pertumbuhan secara tahunan (yoy), namun kegiatan masyarakat baru menggeliat dan masih belum kembali normal seperti sebelum pandemi Covid-19,” bebernya ternasuk inflasi Provinsi Bali hingga bulan Oktober sebesar 0,10% (mtm), relatif stabil dibanding bulan sebelumnya yang juga mencatatkan inflasi sebesar 0,10% (mtm). “Inflasi Oktober sekitar 0,1 persen dan selama dua bulan sudah rendah dan inflasi tahunan masih di bawah 2 persen,” jelasnya, seraya berharap digitalisasi pembayaran non tunai di masa pandemi terus diperkuat, seperti QRIS di pasar tradisional dan pusat perbelanjaan yang sudah tercapai 60 sampai 70 pesen dengan pembayaran non tunai, termasuk rumah sakit di Bali. “Saya optimis di Bali bisa tercapai target dan sekarang kita diangka 330.282 (91 persen, red) dari target 363.100 merchant,” sebut Trisno.

1bl#il-10/9/2021

Di samping itu, Tim Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Bali sudah terbentuk di seluruh daerah dan bertemu dengan bupati/walikota se-Bali untuk mendorong lebih cepat digitalisasi. Apalagi disadari di Bali sangat unik, karena meskipun sudah digitalisasi tapi saat pembayaran masih datang ke bank atau ke kantor pemerintah daerah. “Padahal sudah ada marketplace, sehingga masyarakat tidak perlu lagi naik motor, cari parkir dan antre, karena kita ingin mempermudah untuk pembayaran secara digital. Termasuk Bansos bisa langsung masuk ke pemerintah tidak lagi uang tunai,” sentil Trisno, sembari menyebutkan kondisi pandemi saat ini, sangat krusial sehingga semuanya harus solid dan kompak, agar perlahan Bali bisa bangkit kembali dan menjadi lebih baik lagi. “Kasus pandemi Covid-19 di Bali saat ini terus melandai dan harus dijaga bersama-sama,” tutupnya. ama/ksm

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close