Politik dan Sosial Budaya

Masa Pandemi, Made Urip Serahkan Oleh-oleh Bantuan UPPO

Motivasi Semangat Baru "Srikandi" Petani dan Krama Subak Tabanan


Tabanan, PancarPOS | Masa Pandemi Covid-19 tak membuat para petani dan krama subak di Bali berputus asa dan patah semangat. Hal tersebut sangat nampak saat Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., menggelar simakrama atau tatap muka dengan para “srikandi” petani dan krama subak sekaligus meresmikan Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Sari, Desa Tiying Gading, Selemadeg Barat (Selbar), Tabanan, Jumat (6/8/2021). Ketua DPP PDI Perjuangan tiga periode yang kali ini membidangi Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Hidup itu, disambut hangat oleh para kelompok tani bersama Anggota DPRD Tabanan dari Fraksi PDI Perjuangan Ni Nyoman Ayu Wahyuni, perwakilan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali dan Tabanan, Perbekel dan Babinkamtimbas Tiying Gading, bersama Bendesa Angpadan, beserta sejumlah tokoh masyarakat setempat. Di masa pandemi ini, M-U sapaan akrab Made Urip yang akrab dikenal sebagai wakil rakyat sejuta traktor tersebut, tetap terus berjuang memberikan motivasi dan bantuan, karena terus turun melakukan kerja nyata dengan datang tanpa tangan kosong. Terbukti Anggota Badan Kerjasama Antar Perlemen (BKSAP) DPR RI itu, langsung menyerahkan secara simbolis bantuan aspirasi pertanian berupa 4 unit UPPO yang terdiri dari 40 ekor sapi, ditambah masing-masing kandang komunal, alat pencacah, motor roda tiga dan bangunan atau gudang bak permentasi pupuk organik.

1bl#ik-2/8/2021

Setiap unit bantuan UPPO tersebut senilai Rp200 juta yang diterima KWT Mekar Sari Desa Tiying Gading, Kelompok Tani (Poktan) Manunggal Sakti Desa Buahan, Poktan Cepaka Cakti Mandiri Desa Manikyang dan Poktan Pondok Sakti Desa Dalang. Bantuan ini tidak terlepas kerja keras Made Urip yang selalu setia membantu petani dan krama subak yang tetap bisa terjun langsung meskipun di masa pandemi. Seperti diungkapkan Ketua KWT Mekar Sari, Ni Wayan Suarki menyampaikan sangat bangga bisa bertatap muka langsung dengan Made Urip yang sangat berjasa menggerakan sektor pertanian di Bali, khususnya di Tabanan. “Karena itu, sebagai salah satu penerima bantuan, kami menyampaikan ucapan terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada Bapak Made Urip bersama pihak lainnya, sehingga kelompok kami mendapat bantuan UPPO kali ini,” paparnya. Senada disampaikan Perbekel Desa Tiying Gading, I Made Muda Arsa juga juga merasa berterimakasih kepada Made Urip, karena kembali memfasilitasi kelompok tani di desa terpencil ini. Apalagi bantuan serupa sudah beberapa kali turun dari pemerintah pusat yang difasilitasi langsung Made Urip di Desa Tiying Gading sudah berjalan dengan sangat baik. “Semuanya bisa berjalan baik berkat bantuan Pak Urip ini. Kami harapkan bantuan UPPO ini juga bisa berjalan baik seperti sebelumnya,” bebernya.

1bl#ik-21/7/2021

Sementara itu, Made Urip mengakui sektor pertanian sudah terbukti sebagai penyelamat di masa pandemi Covid-19, sehingga akan terus menurunkan bantuan yang bisa memberikan semangat dan motivasi baru bagi petani dan krama subak di Bali termasuk Tabanan. Untuk itu, Anggota DPR RI terpilih lima periode dengan 255.130 suara terbanyak di Dapil Bali dan peringkat ketujuh nasional itu, mengaku sangat bersyukur bisa diberikan waktu dan kesempatan untuk bertatap muka dengan petani dan krama subak sebagai penerima bantuan UPPO melalui dana APBN tahun 2021. “Khusus di Tabanan mendapat jatah 4 unit UPPO yang sekarang menjadi program unggulan di Kementerian Pertanian, karena beberapa tahun sudah berjalan sangat baik di lapangan. Tujuan bantuan ini, salah satunya untuk memperbaiki unsur hara lahan pertanaian, sehingga sangat bermanfaat terutana di Bali yang memliki flasma nutfah Sapi Bali. “Mudah-mudahan bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan baik. Tapi jika melihat progress dari KWT Mekar Sari sudah berjalan dengan baik, termasuk kelompok tani lainnya saya harap juga begitu. Jangan sampai bantuan ini bergerak stagnan, seperti sapinya harus terus berkembang dan jangan sampai SGM atau saru gremeng. Karena ada juga kelompok, namun sapinya tidak ada, bahkan kandangnya juga tidak ada yang akhirnya ketua kelompoknya dapat tugas belajar karena ditahan,” tandasnya.

1th#ik-10/5/2021

Di samping itu, emansipasi wanita tani ini harus terus digalakan, seperti yang sudah bisa diwujudkan oleh KWT Mekar Sari ini. Apalagi di masa pandemi ekonomi Bali yang bertumpu di sektor pariwisata sudah terpuruk. Meskipun saat ini perekonomian sudah mulai menanjak dan merangkak cukup bagus, namun diharapkan perekonomi bisa segera pulih, karena sudah banyak yang kembali ke sektor pertanian, baik melalui subak abian maupun subak basah yang harus bisa dikelola dengan baik. “Jadi jalinan komunikasi ini harus terus dibina dan dijaga dengan baik melalui pembentukan kelompok-kelompok tani. Jadi mari kita bekerjasana dan perkuat sektor pertanian, sebagai kultur dan budaya orang Bali, karena kita tidak bisa hanya bergantung pada sektor pariwisata saja,” tegas M-U, seraya menyampaikan ucapan terimakasih atas dukungan para petani dan krama subak selama ini, karena selama lima periode selalu dipilih dan diberikan suara, sehingga bisa kembali duduk di Komisi IV DPR RI. “Kita ke depan akan bekerjasama dengan lebih baik lagi, karena sebagai petani harus memilih anggota DPR yang betul-betul bisa mengurus dan membantu sektor pertanian,” tutupnya. ama/ksm

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close