Atasi Kemacetan Kerobokan Kelod, Bupati Badung Tegaskan Perubahan Arus Masih Tahap Uji Coba

Badung, PancarPOS | Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan bahwa perubahan arus lalu lintas di wilayah Kelurahan Kerobokan Kelod masih berada pada tahap percobaan. Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk bersabar sekaligus beradaptasi dengan kebijakan rekayasa lalu lintas yang tengah diterapkan guna mengurai kemacetan di kawasan tersebut.
Hal itu disampaikan Adi Arnawa saat ditemui di Lobby Kantor Bupati Badung, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Selasa (7/1/2026). Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap berbagai respons dan masukan dari masyarakat.
“Ini masih tahap percobaan. Kalau memang belum optimal, tentu kami akan menyiapkan opsi-opsi lain yang lebih baik untuk mengatasi kemacetan di wilayah tersebut. Saya minta masyarakat bersabar dan beradaptasi terlebih dahulu,” ujarnya.
Menurut Adi Arnawa, perubahan arus lalu lintas merupakan langkah yang tidak bisa dihindari mengingat tingkat kepadatan kendaraan di Kerobokan Kelod yang terus meningkat. Rekayasa lalu lintas dilakukan sebagai bagian dari upaya sistematis pemerintah daerah untuk menciptakan kenyamanan dan kelancaran mobilitas masyarakat.
Ia mengungkapkan, Dinas Perhubungan Kabupaten Badung telah melakukan evaluasi tahap awal terhadap penerapan kebijakan tersebut. Dari hasil evaluasi, terdapat dinamika di lapangan yang menjadi perhatian pemerintah.
“Beberapa masukan kami terima. Misalnya, di Jalan Batu Belig kemacetan sudah mulai terurai, tetapi di ruas jalan lain justru terjadi peningkatan kepadatan. Ini menjadi bahan evaluasi kami ke depan,” jelasnya.
Adi Arnawa menegaskan bahwa seluruh kebijakan yang diambil pemerintah daerah semata-mata bertujuan untuk kepentingan publik. Ia pun membuka ruang partisipasi masyarakat agar solusi yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
“Intinya semua ini demi kenyamanan masyarakat. Saya mengajak masyarakat untuk terus memberikan masukan melalui kanal pengaduan Kontak Bupati Badung,” pungkasnya. mas/ama/*









