Nasional

Iwan: Mahasabha 2001, Fitnah Pan Cubling, Sebut Ada Sulinggih Diusir


Denpasar, PancarPOS | Di akun Facebook dengan nama ‘’Pan Cubling’’, tertulis status: “KENAPA SULINGGIH DIUSIR DAN TIDAK BOLEH MENGIKUTI MAHASABHA yang notabena PHDI ITU MILIKNYA SABHA PANDITA…..mohon pencerahannya!!’’, diupload di GROUP SUARA BALI. ‘’Ini narasi yang perlu kejujuran orang bernama Pan Cubling untuk memberikan bukti dan saksi, dan data lainnya?’’ kata Iwan Pranajaya, seorang penekun warisan budaya Bali khususnya Pura-pura kuno di Bali.

1bl#ik-21/8/2021.

‘’Tidak hanya Pan Cubling, sebelum ini juga beredar di WA-Group, seakan-akan pada Mahasabha VIII tahun 2001 ada pengusiran Sulinggih dari forum Mahasabha. Tidak disebut, siapa nama orang yang mengusir, mengapa diusir, dan sebagainya,’’ lanjut Iwan lagi. Sebagai pengayah yang ikut dalam kepengurusan PHDI, dia lalu mencari informasi, apa betul ada pengusiran sulinggih dalam Mahasabha PHDI tahun 2001?

‘’Dari orang-orang yang menjadi Saksi Mahasabha 2001 di Sanur, menceritakan apa yang diantaranya terjadi. Mahasabha VIII tahun 2001 tersebut, ada pembaharuan AD/ART. Dimana organ PHDI yang terdiri Sabha Pandita, Sabha Walaka dan Pengurus Harian, diperjelas, bahwa Sabha Pandita menjadi organ tertinggi PHDI, Sabha Walaka sebagai organ pemikir dan pemberi masukan untuk Sabha Pandita membuat bhisama atau keputusan, dan Pengurus Harian sebagai pelaksana keputusan-keputusan PHDI. Sebelumnya, Ketua Umum diposisikan Sulinggih, sementara di draf AD/ART 2001 Ketua Umum dijabat oleh Walaka dan Sabha Pandita dijadikan organ tertinggi dengan kewenangan mandiri dan dipimpin Dharma Adhyaksa.

1bl#il-10/9/2021

Nah, rupanya ada yang memprovokasi Sulinggih, seakan-akan dengan walaka menjadi Ketua Umum, itu dianggap membawahkan Pandita. Padahal, Sabha Pandita merupakan organ tertinggi, diatas Pengurus Harian yang terdiri Walaka. Kewenangan Sabha Pandita tidak bisa dicampuri oleh Walaka, berbeda dari AD/ART sebelumnya, dimana kewenangan Sabha Pandita tidak penuh, karena harus dilaporkan lagi dalam Mahasabha.

Rupanya, Sulinggih yang diberikan masukan menyesatkan, terprovokasi seakan Walaka berada diatas Sulinggih dalam struktur organisasi. Di forum itu lalu ada Sulinggih tertentu menyatakan tidak mau ikut bertanggung jawab atas keputusan yang diambil, lalu pamit meninggalkan Mahasabha. Bahasa anak muda sekarang, itu namanya ‘’walk out’’. ‘’Walk out, seperti halnya di DPR, itu sah saja. Tapi, menurut keterangan yang saya dapatkan, beliau-beliau walk out karena mendapat informasi yang keliru. Apalagi, kalau ada informasi bahwa Sulinggih dilarang, seperti status Pan Cubling, dimana logikanya?,” lanjut Iwan.

1bl#ik-21/7/2021

‘’Kalau benar ada yang mengusir atau melarang, sebutkan namanya, agar jangan menarasikan isu dan fitnah. Nyatanya, Mahasabha VIII tahun 2001, tidak hanya dihadiri Sulinggih yang tidak ikut walk out, tetapi berhasil membentuk Sabha Pandita dengan Dharma Adhyaksa terpilih, Ida Pedanda Ketut Sebali Tianyar Arimbawa. Mana buktinya, sulinggih dilarang? Nyatanya, ada Sabha Pandita, ada Dharma Adhyaksa yang notabene Sulinggih. Sabha Pandita PHDI tahun 2001 itu bukan para walaka. Tunjukkan kalau Pan Cubling punya data, bahwa tidak ada Sulinggih di Mahasabha 2001,’’ cetus Iwan lagi.

Iwan juga menjelaskan, perubahan AD/ART dimaksudkan untuk memuliakan Sabha Pandita. Selain menjadi organ tertinggi, juga agar Sulinggih tidak terbebani urusan-urusan administrasi, surat menyurat, pertanggungjawaban keuangan dan pelaksanaan program, untuk dipertanggungjawabkan di Mahasabha. Porsi itu diberikan ke Ketua Umum.

1bl-bn#15/6/2020

‘’Mengapa, tidak lain untuk memuliakan Pandita/Sulinggih. Bayangkan, kalau Sulinggih menjadi Ketua Umum, lalu diminta menyampaikan pertanggungjawaban di Mahasabha, lalu ada penolakan, atau catatan-catatan kritis, apakah masih Sulinggih bisa dimuliakan, kalau pertanggungjawabannya ditolak misalnya? Apalagi kalau sampai ada pertanggungjawaban keuangan yang berujung kasus hukum, betapa sedihnya kalau Sulinggih terbawa-bawa,’’ imbuh Iwan. ora/ksm

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close