Politik dan Sosial Budaya

MU Serahkan Bantuan Bank Pesona, Budayakan Gerakan Menanam Jaga Ketahanan Pangan


Tabanan, PancarPOS | Usai membagikan 1 ton beras untuk krama Bali yang terdampak Covid-19 di Desa Adat Bedha, Bongan, Tabanan, Sabtu (1/8/2020), Ketua DPP PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., terus konsisten turun ke tengah masyarakat. Kali ini, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut, turun langsung menyerahkan secara simbolis bantuan program Bank Pesona yang diterima Kelompok Penggerak PKK Wherdi Graha Shanti di Banjar Dinas Cau, Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan, Minggu (2/8/2020) pagi. Saat penyerahan bantuan Bank Pesona sebesar Rp50 juta itu, Made Urip yang biasa dikenal MU ini, juga membagikan bantuan bibit pohon dan buah-buahan unggul didampingi Ketua PAC PDIP Marga yang juga Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tabanan, I Putu Eka Putra Nurcahyadi, bersama Ni Putu Yuni Widyadnyani, dan I Wayan Sudiana, beserta Sekretaris PAC PDIP Marga I Gede Oka Winaya, SE., Camat Marga I Gusti Agung Alit Adiatmika, Perbekel Desa Tua I Wayan Budiarta dan Bendesa Adat Cau IB Suryanatha, serta Kapolsek, Danramil, Kadus, Kertha Desa maupun Sabha Desa Adat Cau yang dihadiri ratusan ibu-ibu anggota PKK se-Banjar Cau.

1bl-bn#5/1/2020

Seperti diungkapkan, Ketua Kelompok Penggerak PKK Wherdi Graha Shanti, Ni Ketut Sinta Hening Dewi mengakui bantuan Bank Pesona dari Made Urip ini sangat bermanfaat bagi anggota PKK Banjar Cau. Untuk itu, pihaknya sangat berterimakasih atas bantuan dana sebesar Rp50 juta yang telah terbukti diwujudkan oleh Wakil Rakyat Sejuta Traktor ini. Selain itu, Made Urip juga memberikan bantuan bibit pohon Albesia dan tanaman buah-buahan unggul, berupa Alpukat dan Durian. “Kami kaum ibu-ibu sangat berterimakasih atas perhatian dan bantuan Bank Pesona sebesar Rp50 juta dari Bapak Made Urip. Selain itu, kami juga diberikan bantuan untuk melakukan penanaman bersama bibit pohon dan buah-buahan di sekitar areal Pura Dalem Desa Adat Cau,” paparnya. Pada kesempatan itu, Camat Marga Alit Adiatmika menyebutkan selama ini, bantuan dari Made Urip tak pernah berhenti, khususnya di Tabanan. “Bahkan kembali membawa bantuan berupa bibit pohon dan buah-buahan yang juga seiring dengan program hatinya PKK,” paparnya.

Perbekel Wayan Budiarta mengaku mewakili krama Desa Tua mengucapkan terima kasih atas wujud perjuangan Made Urip beserta jajaran partai yang telah turun bersama membantu masyarakat. “Bantuan Pak Urip ini tidak ada hentinya membantu Desa Tua. Kali ini juga Pak Urip menurunkan bantuan Bank Pesona dan bibit unggul ini. Kita mengucapkan terimakasih, sekaligus berharap bisa berlanjut ke banjar lainnya di Desa Tua,” tandasnya. Pada kesempatan itu, Made Urip yang tiga kali periode dipercaya menjabat Ketua DPP PDI Perjuangan yang kali ini membidangi Pertanian, Pangan, Kehutanan dan Lingkungan Hidup ini menyambut baik keberadaan ibu-ibu PKK yang berjumlah 282 anggota sangat kompak dan bersatu, sehingga harus terus dipupuk dan dibangkitkan kembali. “Kita ingin bertatap muka untuk menyerahkan bantuan yang berasal dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui program unggulan Bank Pesona,” tegasnya.

1bl-ik#27/4/2020

Bantuan stimulus “dana segar” dan bibit unggul yang diserahkan sesuai protokol kesehatan ini, sengaja diberikan kepada ibu-ibu KWT (Kelompok Wanita Tani) dan komunitas perempuan untuk ikut melestarikan alam dan lingkungan sesuai prinsif “jika ada pohon, akan ada air, dan jika ada air, akan ada kehidupan”. Karena itu, seluruh lapisan krama Bali harus terus rajin menaman untuk kepentingan dan kehidupan bersama. “Jangan sampai lahan produktif beralih fungsi, sehingga kita mengajak ibu-ibu PKK agar dijadikan budaya menanam,” sebut Anggota DPR RI terpilih lima periode itu, seraya menyebutkan ada program Rumah Pangan Lestari untuk membantu KWT yang akan diusulkan Made Urip pada tahun 2021 untuk memperkuat pangan rumah tangga. Karena penguatan pangan harus dimulai dari rumah tangga, sehingga ada lahan bisa ditanam sayur-sayuran atau cabe. “Gerakan menaman ini akan terus kita galakan dengan memberikan bantuan bibit unggul seperti ini,” ungkap politisi senior yang juga kelahiran Desa Tua ini.

Di sisi lain, dikatakan semua krama Bali sudah terkena dampak musibah Covid-19, akibat kondisi ekonomi sangat terpuruk. “Coba bayangkan akibat Covid-19, negara maju seperti Singapura, Korea Selatan, Hongkong saja sudah mengumumkan resesi, karena pertumbuhan ekonominya minus. Sehingga pemerintah kita terus mendorong gerakan menanam dari ibu-ibu PKK untuk memperkuat ketahanan pangan. Karena negara penghasil pangan akan melakukan proteksi pangan dengan tidak lagi melakukan ekspor. Di sisi lain nngara kita masih banyak impor pangan,” tegasnya, sekaligus meminta aktifitas menanam ini harus terus digalakan. Sementara itu, bantuan Rp50 juta dari Bank Pesona bisa dimanfaatkan untuk usaha simpan pinjam, sehingga dana ini bisa terus bergulir dengan manajemen pengurus yang baik. “Untuk pohon sudah kita berikan, sehingga dananya tidak ambil lagi dari bantuan yang Rp50 juta. Untuk itu, kerjasama ini ke depan agar terus ditingkatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata. Jadi apa yang kita tanam, agar mendapat hasil yang baik untuk kelestarian lingkungan dan ekosistem di Desa Adat Cau ini,” tutupnya. tim/jmg

Baca Juga :

Tinggalkan Balasan


Back to top button