Ekonomi dan Bisnis

Jelang Open Border, Bank BPD Bali Transformasi Layanan Digital


Denpasar, PancarPOS | Menjelang dibukanya pariwisata Bali yang diperkirakan pada awal Oktober 2021, menjadi harapan besar bagi para pelaku ekonomi khususnya perbankan. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Operasional Bank BPD Bali, Ida Bagus Gede Setia Yasa, S.Kom., MM., yang mengakui pihaknya akan memastikan operasional tetap berjalan dan mengikuti regulasi yang ada. Pasalnya di pasca pandemi ada regulasi baru seperti perencanaan mengakomodir BI Pas, selain TP2DD (Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah) serta di situasi pandemi membuat Bank BPD Bali mewajibkan mentransformasi diri menuju digitalisasi.

1bl#il-10/9/2021

Gus Setia Yasa sapaan akrabnya melanjutkan, dalam mempersiapkan open border pariwisata, Bank BPD Bali memastikan CHSE harus berjalan. Di mana setiap nasabah yang akan berkunjung ke Bank BPD Bali wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi, tetapi apabila ada pengunjung yang tidak memiliki HP android maupun aplikasi Peduli Lindungi pihaknya akan membuat skema layanan lain. “Penerapan CHSE merupakan sebagai bentuk layanan bahwa Bank BPD Bali sudah menerapkan protokol kesehatan,” paparnya ketika ditemui di Kebun Vintage, Denpasar, Selasa (28/9/2021).

Pihaknya berharap, menjelang open border pertumbuhan ekonomi di Bali semakin menggeliat, sehingga nasabah yang mendapatkan relaksasi bisa kembali mengukur peningkatan ekonominya. Karena di masa recovery pemulihan ekonomi Bali, diyakini tidak bisa langsung tancap gas, artinya pemulihan ekonomi di Bali memerlukan waktu dan membutuhkan para penggerak dari sisi sektor pariwisata dari kunjungan wisatawan. “Saya yakin dengan kekuatan stake holder di Bali dalam menggiatkan vaksinasi massal, mudah-mudahan rencana open border bisa direalisasikan,” harapnya.

1bl#ik-21/8/2021.

Lanjutnya, kiprah Bank BPD Bali nanti di era endemi sudah jelas akan ada suasana kerja yang baru, salah satunya dengan mentransformasi layanan digital seperti QRIS, mobile banking, serta tahapan e-money server. “Aktifitas debit non tunai yang diharapkan pada tahun 2022 oleh Kemendagri, dimana seluruh aktivitas penerimaan Pemda menggunakan non tunai, sehingga ke depannya nanti akan ada layanan dari yang offline menjadi online, dan perubahan tersebut menjadi tantangan kita nanti,” paparnya, seraya mengatakan, Bank BPD Bali saat ini sedang mempersiapkan pelanyanan perbankan on boarding UMKM dimana yang sebelumnya pelayanannya offline menjadi online.

“Sebab hal ini merupakan suatu solusi kedepan untuk mengakses kebutuhan nasabah milenial. Seluruh lembaga keuangan mikro kita ajak berlolaborasi memperkuat literasi keuangan digital di Bali,” pungkasnya. tra/ama/ksm

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close