Gubernur Koster Tata Besakih Lebih Tertib, Kerusakan Kendaraan Turun Drastis

Karangasem, PancarPOS | Penataan kawasan suci Pura Agung Besakih yang dilakukan Gubernur Bali Wayan Koster mulai menunjukkan dampak nyata di lapangan. Tidak hanya soal estetika dan ketertiban, tetapi juga berimbas langsung pada menurunnya angka kerusakan kendaraan pemedek secara signifikan.
Perkumpulan Bengkel Mobil Bali (PBMB) mencatat perubahan drastis tersebut selama pelaksanaan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2026. Jika sebelumnya jumlah kendaraan rusak bisa mencapai ratusan, kini angka tersebut menurun tajam.
Ketua Umum PBMB Made Sujana mengungkapkan bahwa kondisi lalu lintas di kawasan Besakih kini jauh lebih tertata dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Dulu kami bisa menangani hampir 300 kendaraan rusak. Sekarang sebagian besar hanya kasus ringan seperti ban bocor atau kekurangan angin. Penurunannya lebih dari 50 persen,” jelasnya saat di kawasan Besakih, pada Kamis (2/4/2026).
Perubahan ini tidak terjadi secara kebetulan. Penerapan sistem satu arah, penataan areal parkir, serta pembangunan Gedung Parkir oleh Pemerintah Provinsi Bali menjadi faktor kunci yang memperlancar arus kendaraan sekaligus mengurangi tekanan pada kondisi kendaraan pemedek.
Dengan sistem yang lebih rapi, kendaraan tidak lagi terjebak dalam kemacetan panjang yang berpotensi menyebabkan overheat, keausan komponen, hingga kerusakan mesin.
Dampaknya terasa langsung oleh tim PBMB yang bertugas di lapangan. Jika sebelumnya mereka harus menangani banyak kasus berat, kini fokus bergeser pada layanan ringan dan cepat.
Situasi ini sekaligus memperkuat efektivitas layanan posko PBMB yang tetap siaga 24 jam di kawasan Parkir Kedungdung. Dengan jumlah gangguan yang lebih terkendali, pelayanan bisa dilakukan lebih cepat dan efisien.
PBMB pun menyampaikan harapan agar dukungan pemerintah terhadap kegiatan sosial seperti ini terus berlanjut. Sinergi antara komunitas dan pemerintah dinilai menjadi kunci dalam menciptakan kenyamanan dan keamanan bagi pemedek.
Momentum IBTK 2026 menjadi bukti bahwa pendekatan pembangunan yang terintegrasi—mulai dari infrastruktur, manajemen lalu lintas, hingga layanan sosial—mampu menghadirkan perubahan nyata.
Di tengah jutaan langkah umat yang datang untuk bersembahyang, ketertiban dan kenyamanan kini bukan lagi sekadar harapan, tetapi sudah menjadi realitas yang dirasakan langsung. mas/ama/*









