Di sisi lain, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Jawa Timur – Bali memastikan bahwa jembatan tersebut mampu bertahan hingga 100 tahun.
“Secara teknis, Jembatan Suramadu ini dirancang berusia 100 tahun. Kami selalu melakukan pemeliharaan jembatan tersebut. Jadi, misalkan ada yang berandai-andai usianya tidak sampai 100 tahun, itu boleh-boleh saja,” ujar Kepala Satker Preservasi Jalan Bebas Hambatan, Andi Nugroho Jati, dalam website Dinas Kominfo Provinsi Jatim, dikutip Sabtu.

Sementara itu, rencana pembangunan Jembatan Jawa-Bali kembali sempat mencuat sebagai bagian dari proyek infrastruktur nasional. Jembatan ini diharapkan mampu menghubungkan Pulau Jawa dan Bali guna meningkatkan konektivitas serta mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.
Pemerintah pusat sebelumnya tengah mengkaji aspek teknis dan ekonomi dari proyek ini, termasuk potensi dampaknya terhadap lingkungan serta keberlanjutan lalu lintas di kedua pulau. Berbeda dengan Suramadu, rmemang rencana Jembatan Jawa-Bali diusulkan dengan sistem tol dan pengamanan yang lebih ketat untuk menghindari permasalahan kriminalitas yang sempat terjadi di Jembatan Suramadu.





