Tabanan, PancarPOS | Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., bersama Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menghadiri upacara pemelaspasan Kantor Desa Kesiut, Kecamatan Kerambitan, serta Karya Agung Mamungkah, Ngenteg Linggih, Ngusaba Desa, dan Tawur Balik Sumpah Agung di Pura Desa, Desa Adat Wanasari, Rabu (2/4/2025).
Acara ini menjadi simbol komitmen pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian adat. Kehadiran para pejabat, termasuk anggota DPRD Bali dan Kabupaten Tabanan, Sekda Tabanan, serta perangkat daerah terkait, menunjukkan kuatnya dukungan terhadap gotong-royong masyarakat dalam membangun fasilitas publik dan merawat tradisi leluhur.
Wagub Giri Prasta mengapresiasi kemajuan Tabanan di bawah kepemimpinan Bupati Sanjaya, terutama dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang naik 100 persen. “Pemimpin yang berhasil adalah yang mampu meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Kabupaten Tabanan telah membuktikan itu,” ujarnya, disambut tepuk tangan warga.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga akar budaya di tengah modernisasi. “Kemajuan daerah tidak boleh menggerus adat dan budaya kita. Pemerintah desa dan desa adat harus kompak dalam administrasi dan program pembangunan,” tambahnya.
Bupati Sanjaya menegaskan bahwa pembangunan Tabanan tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan pemerintah provinsi dan masyarakat. “Di Kecamatan Kerambitan, ada 29 Desa Adat dan 15 Perbekel, semuanya hadir hari ini. Ini bukti soliditas kita dalam membangun Tabanan secara sekala dan niskala,” ungkapnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan desa adat terus berlanjut agar pembangunan yang Aman, Unggul, dan Madani bisa terwujud secara berkelanjutan. Ketua Panitia Pembangunan, Ida Bagus Komang Wiraguna, mewakili masyarakat Desa Kesiut, mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah dalam pembangunan kantor desa.
“Kami berharap kantor ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pelayanan masyarakat, dan mohon Bapak Bupati meresmikan serta Bapak Wakil Gubernur menyertai,” ujarnya. Pemelaspasan kantor desa ini bukan sekadar seremonial, tetapi simbol keberlanjutan pembangunan berbasis adat yang menjadi fondasi kesejahteraan masyarakat Tabanan. mas/ama/*






