Denpasar, PancarPOS | Arus balik Lebaran 2025 ke Bali diprediksi akan lebih besar dibanding jumlah warga yang mudik. Jika sekitar 800 ribu warga Bali meninggalkan pulau ini saat Lebaran, maka jumlah pendatang yang masuk bisa mencapai tiga kali lipat, yakni lebih dari 1,2 juta orang!
Setiap tahun, setelah Lebaran, Bali selalu menjadi tujuan favorit bagi para pendatang yang ingin mengadu nasib. Banyak dari mereka datang dengan harapan mendapatkan pekerjaan di sektor pariwisata, perhotelan, atau industri kreatif lainnya.

“Tren ini selalu berulang. Banyak yang awalnya datang untuk bekerja sementara, tapi akhirnya menetap,” kata Praktisi Lingkungan dan Sosial, I Putu Sutaryana di Denpasar, Selasa (1/4/2025).
Masuknya jutaan pendatang tentu membawa dampak besar bagi Bali. Di satu sisi, mereka bisa menjadi tenaga kerja produktif dan menggerakkan perekonomian. Namun di sisi lain, tingginya jumlah penduduk pendatang juga bisa menambah beban infrastruktur, meningkatkan persaingan kerja, serta berpotensi menimbulkan masalah sosial.
Pemerintah daerah harus sudah bersiap menghadapi lonjakan ini. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) telah memperketat aturan administrasi kependudukan untuk memastikan pendatang yang masuk memiliki dokumen resmi. Sementara itu, aparat keamanan juga akan meningkatkan patroli di titik-titik strategis.

“Bali selalu menarik bagi siapa saja yang ingin meraih kehidupan lebih baik. Namun, kami harap pendatang juga punya kesiapan, baik dari segi pekerjaan maupun tempat tinggal, agar tidak menimbulkan masalah sosial di kemudian hari,” ujar seorang warga Denpasar, Made Wirawan. ama/ksm






