Lepas Panah di Mangupraja Mandala, Wabup Badung Resmi Buka Porsenijar Badung 2026

Badung, PancarPOS | Denting semangat dan gemuruh tepuk tangan ribuan pelajar membahana di Lapangan Mangupraja Mandala, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Senin (2/3/2026). Dengan prosesi simbolik pelepasan panah, Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta bersama Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti resmi membuka Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) Kabupaten Badung Tahun 2026.
Anak panah yang melesat ke depan menjadi simbol tekad generasi muda Badung menembus batas prestasi. Tahun ini, Porsenijar mengusung tema “Melalui Porsenijar Badung, Kita Tingkatkan Semangat dan Sportivitas Untuk Meraih Prestasi, Viryam Silam Ca Pratibha”. Ajang bergengsi tingkat pelajar ini akan berlangsung selama sepekan, mulai 2 hingga 9 Maret 2026.
Prosesi pembukaan diawali dengan penyerahan piala bergilir dari juara umum Porsenijar 2025 tingkat SD, SMP, dan SMA kepada pimpinan daerah. Piala tersebut kemudian diserahkan kembali kepada Ketua Panitia sekaligus Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Badung, I Gusti Made Dwipayana, untuk diperebutkan kembali tahun ini.
Wabup Bagus Alit Sucipta menegaskan bahwa Porsenijar bukan sekadar agenda tahunan, melainkan panggung strategis menjaring bibit unggul atlet dan artis pelajar yang kelak akan membawa nama Badung di level lebih tinggi, termasuk Porjar Tingkat Provinsi Bali.
“Kami Pemkab Badung bersama DPRD Badung tetap berkomitmen dalam mendukung dan mendorong para atlet dan artis di Kabupaten Badung mulai dari kesejahteraannya hingga sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Kegiatan ini juga untuk meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan para pelajar di Kabupaten Badung. Selamat bertanding, selalu junjung sportivitas,” tegasnya.
Komitmen itu bukan retorika. Tahun ini, total 8.355 peserta ambil bagian. Rinciannya, 7.968 atlet dari berbagai cabang olahraga dan 387 peserta cabang seni. Mereka berasal dari kontingen SD dari enam kecamatan se-Kabupaten Badung, seluruh SMP negeri dan swasta, serta seluruh SMA/SMK negeri dan swasta.
Dalam laporannya, Kadisdikpora Badung I Gusti Made Dwipayana menjelaskan bahwa Porsenijar 2026 mempertandingkan 34 cabang olahraga dan 4 cabang eksebisi. Sementara di bidang seni, sebanyak 14 cabang akan diperlombakan.
“Hasil dari Porsenijar ini akan menjadi bahan evaluasi untuk menerjunkan kontingen pada Porjar Tingkat Provinsi Bali yang rencananya digelar di Denpasar pada 5–10 Juni 2026,” jelasnya.
Artinya, Porsenijar Badung menjadi pintu seleksi dan pemetaan kekuatan atlet serta artis pelajar sebelum bertarung di level provinsi. Badung, sebagai salah satu kabupaten dengan tradisi prestasi kuat, tentu tidak ingin sekadar menjadi peserta.
Upacara pembukaan turut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Badung, para kepala OPD di lingkungan Pemkab Badung, organisasi kewanitaan, Ketua KONI Badung I Made Sutama, para kepala sekolah tingkat SD, SMP, SMA/SMK negeri dan swasta, serta ribuan peserta kontingen.
Lapangan Mangupraja Mandala berubah menjadi lautan seragam sekolah dan atribut kontingen. Sorak dukungan dan yel-yel menggambarkan energi kompetisi yang sehat. Di tengah atmosfer itu, pesan sportivitas terus digaungkan.
Porsenijar bukan hanya soal medali. Ia adalah ruang pembentukan karakter, disiplin, kerja keras, dan solidaritas. Dari lapangan inilah lahir atlet bermental juara dan seniman muda berjiwa kreatif. mas/ama/*










