Prof Gede Sri Darma Tutup Usia, Dunia Pendidikan Bali Kehilangan Tokoh Visioner

Denpasar, PancarPOS | Dunia pendidikan Bali kembali berduka. Prof. Gede Sri Darma, D.B.A., tokoh pendidikan sekaligus Direktur Sekolah Pascasarjana Undiknas Denpasar, berpulang dengan tenang pada Minggu, 1 Maret 2026, pukul 05.00 WITA di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar. Kepergian beliau menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi civitas akademika dan masyarakat luas yang selama ini merasakan dedikasi serta pemikirannya.
Prof. Gede Sri Darma lahir pada 18 Februari 1969. Dalam perjalanan hidupnya, ia dikenal sebagai akademisi, motivator, sekaligus pendiri Perdiknas (Perkumpulan Pendidikan Nasional) Denpasar. Sosoknya tak hanya berperan dalam pengelolaan institusi pendidikan, tetapi juga aktif membangun karakter generasi muda melalui gagasan, keteladanan, dan semangat pembaruan.
Kabar duka tersebut disampaikan melalui akun resmi Pascasarjana Undiknas yang menyebutkan bahwa beliau berpulang dengan damai. Ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, alumni, rekan dosen, hingga mitra kelembagaan yang selama ini bekerja bersama almarhum dalam berbagai program pengembangan pendidikan.
Sebagai Direktur Sekolah Pascasarjana Undiknas, Prof. Gede Sri Darma dikenal visioner dalam mendorong peningkatan mutu akademik, penguatan riset, serta jejaring kerja sama nasional dan internasional. Di bawah kepemimpinannya, berbagai program strategis dijalankan untuk memperkuat daya saing lulusan dan relevansi pendidikan dengan kebutuhan zaman.
Tak sedikit mahasiswa yang mengenang beliau sebagai figur guru sekaligus orang tua. Ketegasan yang dibarengi empati menjadi ciri kepemimpinannya. Ia kerap menekankan pentingnya integritas, kerja keras, dan keberanian berinovasi di tengah dinamika global yang terus berubah.
Duka mendalam kini dirasakan keluarga besar Perdiknas dan Undiknas. Ilmu, kerja keras, serta pengabdian yang telah beliau torehkan menjadi warisan berharga bagi dunia pendidikan Bali. Doa pun mengalir agar almarhum menyatu dengan Brahman dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan.
Kepergian Prof. Gede Sri Darma meninggalkan jejak panjang perjuangan intelektual dan dedikasi tanpa lelah. Dunia pendidikan Bali kehilangan satu lagi putra terbaiknya, namun semangat dan gagasan yang ia tanamkan diyakini akan terus hidup dalam setiap langkah para penerusnya. ama/ksm









