Olahraga dan Pendidikan

Gung Cok Apresiasi Gubernur Koster, Bonus Atlet, Pelatih dan Official PON di Papua Meningkat Drastis


Denpasar, PancarPOS | Janji Gubernur Bali, Wayan Koster untuk segera mencairkan pemberikan reward atau bonus menjadi kabar gembira bagi para atlet, pelatih dan official yang telah berjuang mengharumkan nama Bali, saat Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2021 di Papua. Bahkan dari perjalanan pemberian bonus kepada para atlet khususnya di perorangan emas sudah meningkat drastis. Seperti jika dibandingkan pada PON tahun 2016, atlet peraih medali emas hanya memperoleh Rp150 juta bersih. Namun sekarang diguyur Rp200 juta (sekitar Rp 170-an juta sudah dipotong pajak).

1th#ik-18/1/2022

“Berarti pemberian bonus dari Pak Gubernur Koster kan ada peningkatan. Bahkan, lebih signifikan peningkatannya, sehingga wajib kita berikan apresiasi kepada pemerintah (Gubernur Koster, red) adalah menghargai pelatih, pengurus, manager yang berhasil dan berprestasi di PON XX/Papua, juga mendapat pemberian bonus yang jumlahnya sama dengan atlet. Karena kalau dulu tidak sama jumlah bonusnya. Jadi kita beri apresiasi Pak Gubernur atas reward untuk pelatih dan official ini,” ucap Gung Cok- sapaan akrab Anak Agung Bagus Tri Candra Arka, Ketua Umum Pengprov Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Bali yang juga Sekretaris Umum Pengprov Tarung Derajat Bali, dan Ketua Pengurus Cabang Tarung Derajat Kabupaten Badung itu, saat dihubungi, Selasa (8/2/2022).

Dikatakan, sebelumnya Pemprov Bali telah mengirimkan 236 atlet, 66 pelatih dan official terbang ke Papua dan berhasil menunjukkan performa gemilang bersaing dengan 7.039 atlet di 681 nomor pertandingan serta 56 cabang olahraga dengan hasil akhir di posisi kelima klasemen perolehan total 106 medali PON XX Papua dengan 28 emas, 25 perak dan 53 perunggu. Masing-masing atlet peraih medali emas akan menerima bonus Rp200 juta. Sedangkan medali perak dan perunggu diganjar dengan bonus Rp70 juta dan Rp50 juta. Besaran nilai bonus yang sama, juga diberikan untuk para pelatih dan official yang berhasil mengantarkan atletnya menjadi juara.

1bl#ik-21/7/2021

Gung Cok menekankan besaran bonus untuk pelatih dan manager berprestasi ini disamakan dengan peraih medali emas. Penghargaan tersebut dinilai jelas-jelas merupakan apresiasi yang luar biasa bagi pengurus dan pelatih. “Di balik suksesnya atlet, tentu ada dukungan total dari pelatih dan official. Keberhasilan pencapaian prestasi olahraga berkaitan erat dengan hubungan antara atlet dan pelatih. Bagi kami selaku pelatih dan manajer ini merupakan perhatian yang luas biasa. Jadi kami ucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah, khususnya Gubernur Bali Wayan Koster,” tegas sosok bakal calon kuat yang digadang-gadang menjadi Ketua Umum KONI Bali itu.

Disinggung soal pengenaan pajak bonus yang tinggi, Gung Cok mengajak semua pihak juga melihat kenaikan reward bagi para atlet, pelatih, dan manajer alias official dari PON ke PON. “Pengenaan pajak yang tinggi ini harus dilihat berbarengan dengan kenaikan bonus dari Pemprov Bali. Apalagi memang setiap bonus PON selalu dikenakan pajak. Kan itu sebagai penghasilan, jadi wajar kena pajak dan wajib dibayar bagi yang menerima penghasilan bonus ini,” terang Gung Cok. Sebelumnya, Pemprov Bali sempat disoroti terkait pemberian bonus atlet PON XX tahun 2021 Papua, akibat oengenaan tarif pajak mulai dari 5%, 15%, 25%, dan 30%. Pajak ini mengacu Pasal 17 ayat 1 Undang-Undang No. 36 tahun 2008 tentang pajak penghasilan itu sempat dikeluhkan sejumlah atlet.

1th#ik-1/1/2022

Provinsi Bali bahkan dibanding-bandingkan dengan Provinsi Papua yang memberikan bonus emas Rp 1 miliar, DKI Jakarta Rp 350 juta, Jawa Barat Rp 300 juta, NTB Rp 300 juta, dan NTT Rp 250 juta + rumah yang tidak membebankan pajak serupiah pun kepada atlet; seluruhnya ditanggung oleh pemerintah daerah. Namun merespons beban pajak tinggi yang menanti atlet, Gung Cok tetap mengajak semua pihak, khususnya para atlet, pelatih, manajer tim, dan official berpikir jernih serta panjang. Gung Cok yang sempat menjadi official atlet dari PON 2004 di Palembang, PON 2008 di Kalimantan Timur, PON 2012 di Riau, PON 2016 di Jawa Barat, dan PON 2021 di Papua ini, kembali mengatakan sudah ada kenaikan bonus yang diberikan pemerintah bagi atlet. Ditambah kini juga ada perhatian spesial kepada pelatih dan official tim.

Meski demikian, Gung Cok kembali sangat berharap para atlet tak hanya diguyur bonus, melainkan juga apresiasi lain berupa pekerjaan tetap mengingat usia emas seorang atlet sangatlah singkat. Tegasnya para atlet Bali layak diberikan ruang dan kesempatan menjadi prajurit TNI/Polri. “Mereka sangat teruji, baik fisik maupun mental, khususnya dalam keikutsertaan di PON XX Papua. Bukti ketangguhan para atlet Tarung Derajat Bali contohnya tampak jelas dalam kemenangan mutlak petarung Andre Surya atas Eko Yusuf Sodik Putra asal Jawa Barat di kelas 75,1-80 kg. Rudi Nurudin mengalahkan Lukman Hakim dari Kepulauan Riau di kelas 55,1-58 kg putra. Gede Dicky Handika Putra yang turun di kelas 58,1-61 kg putra mengalahkan Andika Dwiki Arislan asal Jawa Barat di final,” tutup Gung Cok penuh semangat. ama/sur/ksm


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button