Teknologi dan Otomotif

Bantan Isu Taksi Listrik Vinfast di Bali, GSM dan Tri Hita Trans Beda Total


Denpasar, PancarPOS | Polemik soal dugaan satu kendali antara layanan Taksi GSM dan Tri Hita Trans akhirnya dijawab secara terbuka oleh manajemen PT Sentrik Persada Nusantara. Isu yang sempat bergulir di ruang publik itu dinilai berpotensi menyesatkan persepsi masyarakat, terutama pengguna jasa, mitra bisnis, hingga pemangku kebijakan di daerah.

General Manager PT Sentrik Persada Nusantara, Pande Yuliasanjaya, menegaskan bahwa Taksi GSM yang merupakan singkatan dari Green and Smart Mobility tidak memiliki hubungan kepemilikan maupun manajemen dengan Tri Hita Trans. Penegasan ini disampaikan untuk menghentikan spekulasi yang berkembang dan memastikan publik memperoleh informasi yang utuh serta akurat.

Menurut Pande, kedua entitas tersebut berdiri sendiri dengan struktur korporasi, arah bisnis, serta model pengelolaan yang berbeda secara fundamental. Tidak ada integrasi manajemen, tidak ada afiliasi kepemilikan, dan tidak ada koordinasi operasional di antara keduanya. Ia menyebutkan bahwa anggapan keduanya berada dalam satu payung usaha merupakan kekeliruan yang harus segera diluruskan. “Tri Hita Trans tetap berjalan sesuai model bisnisnya sendiri, dan Taksi GSM beroperasi secara mandiri di bawah manajemen GSM. Tidak ada hubungan korporasi di antara keduanya,” tegasnya.

Kesimpangsiuran informasi ini, lanjutnya, berpotensi menimbulkan dampak administratif dan operasional. Mulai dari kesalahan komunikasi bisnis, salah alamat komplain, hingga kebingungan pengguna dalam mengenali layanan. Karena itu, masyarakat diimbau untuk mencermati atribut perusahaan, logo, warna armada, serta aplikasi resmi sebelum melakukan transaksi.

Secara struktural, Taksi GSM merupakan bagian dari ekspansi global Green and Smart Mobility yang didirikan oleh Pham Nhat Vuong melalui Vingroup di Vietnam. GSM dikenal sebagai pelopor taksi listrik penuh di Indonesia dan Asia Tenggara sejak akhir 2024. Seluruh armadanya menggunakan kendaraan listrik produksi VinFast, membawa konsep transportasi modern berbasis energi bersih dengan sistem digital terintegrasi.

Di Indonesia, GSM memulai operasional di Jakarta dan kemudian memperluas jangkauan ke Bekasi. Seluruh kendaraan yang digunakan berbasis listrik 100 persen. Tarifnya dipatok kompetitif, sekitar Rp9.600 untuk kilometer pertama dan Rp5.800 per kilometer berikutnya. Layanan dapat diakses melalui aplikasi resmi, call center 14068, maupun pemesanan langsung di jalan. Identitas warna hijau cerah menjadi ciri khas yang mudah dikenali di jalanan.

GSM mengusung konsep “5 Goods”, yakni good car, good driver, good price, good experience, dan good for environment. Konsep ini menekankan kualitas kendaraan, profesionalitas pengemudi, harga terjangkau, pengalaman pengguna yang nyaman, serta kontribusi terhadap lingkungan. Secara korporasi, GSM berada dalam ekosistem kendaraan listrik Vingroup yang agresif memperluas pengaruh di Asia Tenggara sebagai bagian dari agenda transisi energi bersih.

Sementara itu, Tri Hita Trans lahir dari konteks dan filosofi yang berbeda sama sekali. Berbasis di Bali, layanan ini bertumpu pada nilai Tri Hita Karana yang mengedepankan harmoni antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, dan manusia dengan alam. Modelnya dirancang sebagai platform transportasi digital berbasis desa adat, dengan desa sebagai subjek pengelola utama.

Tri Hita Trans menempatkan pemberdayaan sopir lokal dan penguatan ekonomi desa adat sebagai fondasi utama. Skema yang dibangun memungkinkan nilai tambah ekonomi kembali ke komunitas melalui pola koperasi atau pengelolaan berbasis desa. Pendekatan ini muncul dari dinamika panjang sektor transportasi Bali yang kerap diwarnai gesekan antara sopir lokal dan layanan daring dari luar daerah.

Dengan model berbasis desa adat, Tri Hita Trans diharapkan mampu meredam potensi konflik sosial sekaligus menciptakan transformasi digital yang inklusif. Kendaraan listrik juga menjadi prioritas untuk mendukung arah pariwisata hijau Bali yang berkelanjutan.

Founder PT Sentrik Persada Nusantara, I Made Sudiana, S.H., M.Si., sebelumnya juga menegaskan komitmen membangun ekosistem transportasi berbasis desa adat yang terintegrasi dengan sektor lain, termasuk UMKM dan pariwisata berbasis komunitas. Tri Hita Trans bahkan dirancang untuk terkoneksi dengan simpul strategis seperti Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan Pelindo Benoa sebagai bagian dari integrasi layanan.

Perbedaan karakter inilah yang dinilai krusial untuk dipahami publik. GSM merupakan entitas multinasional dengan pendekatan korporasi global berbasis investasi dan teknologi lintas negara. Tri Hita Trans adalah inisiatif lokal berbasis nilai budaya dan pemberdayaan komunitas Bali.

Dalam konteks operasional, seluruh kebijakan tarif, promosi, standar pelayanan, hingga sistem manajemen pengemudi Taksi GSM sepenuhnya berada di bawah kendali manajemen GSM. Tidak ada campur tangan dari Tri Hita Trans. Sebaliknya, kebijakan Tri Hita Trans ditentukan oleh pengelola internal dan mitra desa adat yang terlibat.

Klarifikasi ini menjadi penting di tengah meningkatnya perhatian terhadap transportasi listrik di Bali. Sebagai destinasi internasional, Bali sedang bergerak menuju model pariwisata berkelanjutan dengan pembatasan kendaraan berbahan bakar fosil dan dorongan penggunaan kendaraan listrik. Dalam lanskap tersebut, munculnya berbagai layanan berbasis listrik kerap memicu asumsi keliru seolah semuanya berada dalam satu jaringan usaha.

Manajemen menegaskan bahwa keberagaman model bisnis adalah hal wajar dalam ekonomi modern. Tidak semua layanan transportasi listrik berada dalam satu grup korporasi. Justru, transparansi identitas dan persaingan sehat akan menciptakan iklim usaha yang profesional dan akuntabel.

Pande kembali mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Setiap perusahaan memiliki kanal komunikasi resmi yang bisa diakses publik. Jika muncul keraguan terkait layanan, pengguna disarankan menghubungi kontak resmi masing-masing entitas.

Melalui penegasan ini, diharapkan tidak ada lagi persepsi bahwa Taksi GSM dan Tri Hita Trans berada dalam satu kendali manajemen. Keduanya berdiri sendiri, memiliki visi berbeda, strategi berbeda, dan tanggung jawab layanan yang terpisah terhadap publik. ama/ksm


Back to top button