Serap Aspirasi Masyarakat, Adi Wiryatama Dorong Penguatan Wewenang MPR RI

Tabanan, PancarPOS | Anggota MPR RI sekaligus Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, I Nyoman Adi Wiryatama, menggelar kegiatan Penyerapan Aspirasi Masyarakat MPR RI dengan tema “Penguatan Wewenang MPR RI” di Balai Banjar Desa Adat Tegeh, Kabupaten Tabanan, Minggu (28/6/2026) pukul 10.30 Wita. Kegiatan tersebut menjadi wadah dialog antara wakil rakyat dan masyarakat dalam membahas penguatan kelembagaan negara serta peran strategis MPR RI dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.
Adi Wiryatama yang juga merupakan mantan Bupati Tabanan dua periode dan pernah menjabat Ketua DPRD Bali menegaskan, kegiatan penyerapan aspirasi merupakan bagian dari tugas konstitusional anggota MPR RI untuk menyerap berbagai pandangan masyarakat terkait kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurutnya, aspirasi masyarakat memiliki peran penting sebagai bahan masukan dalam memperkuat pelaksanaan tugas-tugas konstitusional MPR RI, khususnya dalam menjaga nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
“MPR RI memiliki posisi yang sangat strategis dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Karena itu, berbagai aspirasi masyarakat mengenai penguatan wewenang MPR perlu terus didengar sebagai bagian dari proses demokrasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penguatan wewenang MPR RI bukan dimaksudkan untuk mengembalikan kedudukan MPR sebagai lembaga tertinggi negara seperti sebelum amandemen UUD 1945. Penguatan tersebut lebih diarahkan pada optimalisasi fungsi konstitusional MPR RI agar semakin efektif menjalankan perannya sebagai pengawal ideologi bangsa, konstitusi, dan arah kehidupan berbangsa.
Menurut Adi Wiryatama, berbagai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini, mulai dari perkembangan teknologi, perubahan geopolitik global, hingga derasnya arus informasi, membutuhkan penguatan fondasi kebangsaan agar persatuan dan kesatuan bangsa tetap terjaga.
Oleh sebab itu, MPR RI memiliki tanggung jawab untuk terus menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada seluruh lapisan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosialisasi maupun penyerapan aspirasi seperti yang dilaksanakan di Desa Adat Tegeh.
Dalam dialog yang berlangsung hangat, masyarakat diberikan kesempatan menyampaikan berbagai pandangan mengenai sistem ketatanegaraan, demokrasi, pembangunan nasional, hingga pentingnya pendidikan kebangsaan bagi generasi muda. Berbagai masukan tersebut mendapat tanggapan langsung dari Adi Wiryatama.
Ia menegaskan bahwa demokrasi yang sehat harus dibangun melalui komunikasi dua arah antara masyarakat dan wakil rakyat. Karena itu, setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan masukan dalam pelaksanaan tugas sebagai anggota MPR RI maupun anggota DPR RI.
Sebagai wakil rakyat yang telah memiliki pengalaman panjang di dunia pemerintahan dan legislatif, Adi Wiryatama mengaku selalu berupaya hadir di tengah masyarakat untuk mendengarkan secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi rakyat.
“Dialog seperti ini sangat penting karena kami dapat mengetahui secara langsung apa yang menjadi harapan masyarakat, termasuk pandangan mereka mengenai sistem ketatanegaraan Indonesia ke depan,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan semangat gotong royong sebagai modal utama pembangunan bangsa. Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang sangat majemuk sehingga seluruh elemen masyarakat harus bersama-sama menjaga keharmonisan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Di akhir kegiatan, Adi Wiryatama berharap masyarakat terus meningkatkan pemahaman terhadap konstitusi serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, cita-cita mewujudkan Indonesia yang maju, berdaulat, adil, dan makmur dapat diwujudkan melalui semangat persatuan dan kebersamaan. wan/ama/ksm









