Pemprov Bali Dorong Pelestarian Budaya Lewat Parade Gong Kebyar Dewasa PKB XLVIII 2026

Denpasar, PancarPOS | Pemerintah Provinsi Bali kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian seni dan budaya melalui penyelenggaraan Parade Gong Kebyar Dewasa dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali XLVIII. Bertempat di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center Denpasar, Rabu (1/7/2026) malam, pementasan yang disaksikan langsung Gubernur Bali, Wayan Koster, menghadirkan karya-karya yang memadukan kreativitas, semangat generasi muda, serta nilai-nilai filosofis dan spiritual Bali.
Kehadiran Gubernur Koster bersama jajaran kurator PKB menjadi perhatian ribuan penonton yang memadati arena pertunjukan. Di sela-sela acara, sejumlah seniman dan masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berfoto bersama.
Pada malam itu, Duta Kota Denpasar membuka penampilannya dengan Tari Banda Yowana, sebuah tari kreasi yang lahir pada 1987. Garapan tersebut mengisahkan sekelompok pemuda yang dipersatukan oleh semangat organisasi, kebersamaan, dan persaudaraan.
Melalui komposisi gerak yang dinamis dan kompak, tarian tersebut menggambarkan semangat generasi muda dalam membangun solidaritas sekaligus menjaga keberlanjutan seni tradisi Bali. Tari Bangdu menjadi sumber inspirasi utama dalam penciptaan karya tersebut, yang kemudian dikemas dalam nuansa pertunjukan yang segar tanpa meninggalkan akar budaya.
Pada sajian pamungkas, Duta Kota Denpasar mempersembahkan fragmentari berjudul Tamtam. Karya tersebut mengangkat kisah spiritual dua atma, Gina dan Gidul, yang menjalani perjalanan hidup melalui proses reinkarnasi.
Dalam cerita tersebut, Gidul bereinkarnasi menjadi pengembara suci bernama Tamtam, murid Aji Saka dari Pulau Jawa, sedangkan Gina bereinkarnasi menjadi Dewi Aryeswara di Kerajaan Mesir. Pertemuan keduanya bermula dari sebuah sayembara, kemudian berkembang menjadi perjalanan spiritual menuju penyatuan nilai-nilai Siwa-Buddha.
Melalui alur dramatik yang sarat pesan filosofis, fragmentari ini menggambarkan bahwa kehidupan manusia merupakan perjalanan menuju penyucian diri melalui pemahaman, penghayatan, dan pengamalan ajaran dharma hingga mencapai pelepasan menuju swargaloka.
Penampilan Duta Kota Denpasar mendapat sambutan meriah dari ribuan penonton yang memenuhi Panggung Terbuka Ardha Candra. Kemasan artistik yang memadukan tata gerak, tabuh gong kebyar, dramatika panggung, serta penguatan nilai budaya dinilai mampu menghadirkan tontonan yang sekaligus menjadi tuntunan.
Gubernur Koster mengapresiasi kualitas pementasan Parade Gong Kebyar Dewasa yang terus menghadirkan karya-karya kreatif berakar kuat pada tradisi. Menurutnya, PKB bukan sekadar menjadi ruang apresiasi seni pertunjukan, tetapi juga wahana strategis dalam melestarikan sejarah, nilai-nilai spiritual, serta identitas budaya Bali agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi penerus. mas/ama/*









