Olahraga dan Pendidikan
Trending

ITB Ungkap Peta Krisis Air Desa Datah, Temukan Tiga Zona Air Tanah dan Bantu Penampung Air Warga


Karangasem, PancarPOS | Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil memetakan tiga zona potensi air tanah di Desa Datah, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, sebagai bagian dari upaya membantu masyarakat mengatasi krisis air bersih yang telah berlangsung selama bertahun-tahun di wilayah lereng timur Gunung Agung tersebut.

Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat yang berlangsung sejak November 2025 hingga Juni 2026, tim ITB melakukan penelitian terpadu untuk mencari solusi jangka pendek maupun jangka panjang bagi kebutuhan air bersih masyarakat Desa Datah, khususnya warga Banjar Dinas dan Desa Adat Kedampal yang selama ini masih bergantung pada tampungan air hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Program bertajuk “Pencarian dan Penyediaan Air Bersih Lanjutan bagi Masyarakat di Desa Datah, Kabupaten Karangasem, Bali” itu didanai Yayasan LAPI ITB melalui penugasan Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) ITB.

Kegiatan dipimpin Dr. I Gusti Bagus Eddy Sucipta, S.T., M.T. dari Program Studi Teknik Geologi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) ITB sebagai ketua tim. Ia didampingi Prof. Dr.rer.nat. Ir. Wahyudi W. Parnadi, S.T., M.T. dari Program Studi Teknik Geofisika Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) ITB serta Arif Susanto, S.T., M.T. dari Program Studi Teknik Geologi FITB ITB.

Dalam pelaksanaannya, tim dosen juga didukung empat mahasiswi lintas jenjang pendidikan, yakni Keisha Prillia Qayyima, S.T. (S2 Teknik Geologi), Zahratunnisa, S.T., M.T. (S3 Teknik Geologi), Evi Fuji Anti (S1 Teknik Geofisika), dan Melina Ramadhanti (S1 Teknik Geologi).

Untuk mengetahui kondisi bawah permukaan, tim melakukan survei hidrogeologi dan survei geofisika menggunakan metode geolistrik pada tiga lintasan penelitian, yaitu DT1 di kawasan Pura Penataran Agung Kedampal hingga Embung Datah 1, DT2 di sekitar Embung Datah 2, serta DT3 di wilayah Karangsari.

“Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan karakteristik batuan bawah permukaan yang memengaruhi keberadaan air tanah,” ujar Dr. I Gusti Bagus Eddy Sucipta.

Hasil penelitian menunjukkan lintasan DT1 dan DT2 didominasi aliran lava dengan nilai resistivitas tinggi yang menyebabkan kemampuan menyimpan air relatif rendah. Sebaliknya, pada lintasan DT3 ditemukan material dengan resistivitas sangat rendah yang diinterpretasikan sebagai endapan klastik jenuh air. Kondisi tersebut diperkuat dengan ditemukannya rembesan air pada sejumlah sumur gali milik warga setempat.

Berdasarkan integrasi data geolistrik dan kajian hidrogeologi, tim ITB berhasil mengidentifikasi tiga zona potensi sumber air tanah di Desa Datah. Zona pertama berada pada elevasi 0 hingga 350 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan potensi sumber air relatif stabil yang berasal dari akuifer breksi piroklastik. Zona kedua berada pada elevasi 350 hingga 450 mdpl dengan sumber air setempat berupa rembesan yang ditemukan di wilayah Karangsari dan Greyot. Sementara zona ketiga yang berada pada elevasi lebih dari 450 mdpl belum menunjukkan keberadaan sumber air tanah maupun air permukaan yang stabil karena wilayah tersebut didominasi lapisan lava tebal yang sulit menyimpan air.

Selain melakukan pemetaan sumber air, tim ITB juga memberikan bantuan delapan unit cubang toren penampung air hujan kepada masyarakat sebagai solusi jangka pendek. Bantuan tersebut melengkapi dua unit cubang toren yang telah diserahkan pada program pengabdian tahap sebelumnya.

Bantuan penampung air tersebut diprioritaskan bagi warga Banjar Dinas dan Desa Adat Kedampal yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap sumber air bersih.

Untuk solusi jangka panjang, tim ITB merekomendasikan pemanfaatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Telaga Waja melalui Reservoir Pidpid yang berada pada ketinggian sekitar 660 mdpl. Namun, implementasi program tersebut memerlukan dukungan dan koordinasi dengan pemerintah daerah karena membutuhkan pembangunan infrastruktur serta investasi yang cukup besar.

Kepala Desa Datah, I Gede Subrata, menyampaikan apresiasi atas komitmen dan pendampingan berkelanjutan yang diberikan ITB kepada masyarakat desanya.

“Bantuan cubang toren yang diberikan sangat membantu masyarakat yang selama ini masih kesulitan mendapatkan akses air bersih. Kami sangat mengapresiasi kepedulian dan pendampingan yang dilakukan Tim ITB,” ujarnya.

Menurutnya, hasil pemetaan potensi sumber air tanah yang dilakukan tim akademisi ITB menjadi data strategis yang sangat penting bagi Pemerintah Desa Datah dalam menyusun perencanaan pembangunan dan pengembangan infrastruktur air bersih pada masa mendatang. aya/ksm/kel


Back to top button