Pariwisata dan Hiburan

Desa Wisata Naik Kelas, Kesuma Kelakan Dorong Penguatan Logistik dan Rantai Pasok untuk Ekonomi Desa Bangli


Bangli, PancarPOS | Desa tidak lagi dipandang hanya sebagai wilayah administratif, melainkan telah berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan nasional. Untuk mewujudkan hal tersebut, masyarakat Desa Pukuh, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli mendapatkan pembekalan melalui kegiatan Sosialisasi Edukasi Logistik dan Rantai Pasok Nasional yang bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengembangkan potensi ekonomi desa, khususnya sektor pariwisata dan UMKM.

Kegiatan yang didukung PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo tersebut menghadirkan anggota DPR RI Komisi VI, IGN Kesuma Kelakan, sebagai narasumber utama. Acara diikuti Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pukuh, Desa Linjong, Desa Buungan, Jejaring Dewi Foundation, serta masyarakat Desa Pukuh dan sekitarnya.

Dalam paparannya, Kesuma Kelakan menegaskan bahwa pembangunan ekonomi yang berkelanjutan harus dimulai dari desa dengan memaksimalkan potensi lokal yang dimiliki masyarakat.

Menurutnya, desa memiliki kekuatan besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi apabila potensi wisata, produk lokal, UMKM, dan kreativitas masyarakat mampu dikelola secara profesional. Namun, keberhasilan tersebut memerlukan dukungan ekosistem yang kuat, termasuk pemahaman mengenai sistem logistik dan rantai pasok yang efektif.

“Desa memiliki kekuatan besar. Ketika potensi wisata, produk lokal, UMKM, dan kreativitas masyarakat mampu dikelola dengan baik, maka desa dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru. Namun semua itu membutuhkan ekosistem yang kuat, salah satunya melalui pemahaman logistik dan rantai pasok,” ujar Kesuma Kelakan.

Anggota DPR RI Komisi VI, IGN Kesuma Kelakan, memberikan edukasi mengenai logistik dan rantai pasok nasional kepada masyarakat dan pelaku desa wisata di Desa Pukuh, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli. (foto: ist/tim)

Ia menambahkan, keberhasilan desa wisata tidak semata-mata diukur dari banyaknya wisatawan yang datang, tetapi dari sejauh mana aktivitas wisata mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Karena itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia, akses pasar bagi produk lokal, serta keterlibatan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan menjadi faktor penting dalam pengembangan ekonomi desa.

“Wisata harus memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Produk lokal harus memiliki pasar, pelaku usaha desa harus memiliki akses, dan masyarakat harus menjadi pelaku utama dalam pembangunan ekonomi,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Pukuh menyampaikan bahwa kegiatan edukasi tersebut menjadi momentum penting bagi desa untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pengelolaan potensi yang dimiliki. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, kelompok sadar wisata, serta berbagai pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci percepatan pembangunan desa.

1bl#ik-008.18/6/2026

Perwakilan Pokdarwis juga menekankan bahwa pengembangan desa wisata membutuhkan dukungan berkelanjutan, tidak hanya dalam promosi destinasi, tetapi juga peningkatan kualitas SDM, pengelolaan produk unggulan desa, hingga penguatan jaringan pemasaran yang mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Melalui kegiatan ini, Desa Pukuh bersama sejumlah desa lainnya di Kecamatan Susut menunjukkan komitmen untuk terus membangun ekonomi berbasis masyarakat. Dengan penguatan logistik, rantai pasok, serta kolaborasi lintas sektor, desa diharapkan mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan warga, dan menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi nasional dari tingkat akar rumput. ama/ksm/kel


Back to top button