Astra Motor Bali Ingatkan Bahaya Heatstroke Bisa Bikin Pengendara Tumbang di Jalan

Denpasar, PancarPOS | Gelombang cuaca panas ekstrem yang belakangan melanda Bali mulai memunculkan ancaman serius bagi para pengendara sepeda motor. Bukan hanya rasa gerah dan kelelahan, kondisi suhu tinggi juga berpotensi memicu heatstroke atau serangan panas yang dapat menyebabkan pengendara kehilangan fokus bahkan pingsan saat berkendara di jalan raya.
Melihat kondisi tersebut, Astra Motor Bali melalui kampanye keselamatan berkendara #Cari_Aman mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap dampak cuaca ekstrem saat berkendara. Edukasi ini dinilai penting mengingat mobilitas masyarakat Bali yang tinggi dan dominasi penggunaan sepeda motor dalam aktivitas sehari-hari.
Instruktur Safety Riding Astra Motor Bali, Yosept Klaudius menegaskan bahwa keselamatan berkendara tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis pengendara di atas kendaraan, tetapi juga kesiapan fisik menghadapi kondisi lingkungan yang semakin ekstrem.
Menurutnya, banyak pengendara masih meremehkan dampak suhu panas terhadap tubuh. Padahal, heatstroke dapat menyerang secara tiba-tiba ketika tubuh kehilangan kemampuan mengatur suhu akibat paparan panas berlebih dalam waktu lama.

“Keselamatan berkendara bukan hanya soal teknis di atas motor, tapi juga mengenai kesiapan fisik pengendara menghadapi lingkungan. Dengan semangat #Cari_Aman, kami ingin memastikan setiap pengendara memahami cara melindungi diri dari paparan panas berlebih agar tetap fokus dan selamat sampai tujuan,” ungkap Yosept.
Ia menjelaskan, gejala heatstroke kerap diawali dengan pusing, tubuh lemas, mual, keringat berlebihan yang mendadak berhenti, hingga kulit terasa panas menyengat. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat membuat pengendara kehilangan kesadaran dan berujung kecelakaan fatal di jalan raya.
Karena itu, Astra Motor Bali mengajak masyarakat untuk mulai memperhatikan pola berkendara yang lebih aman di tengah cuaca ekstrem. Pengendara diimbau menghindari perjalanan pada jam-jam terik antara pukul 11.00 hingga 15.00 WITA karena suhu udara pada waktu tersebut berada di titik tertinggi.
Selain itu, penggunaan perlengkapan berkendara juga harus disesuaikan dengan kondisi cuaca. Helm dengan ventilasi udara yang baik serta jaket berbahan ringan dan memiliki sirkulasi udara optimal dinilai mampu membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil tanpa mengurangi perlindungan saat berkendara.

Astra Motor Bali menilai edukasi keselamatan seperti ini semakin penting karena perubahan cuaca yang makin tidak menentu berpotensi memunculkan risiko baru di jalan raya. Kampanye #Cari_Aman pun terus digencarkan sebagai upaya membangun budaya berkendara yang lebih sadar keselamatan di Bali. uni/ama









