Pemprov Bali Siagakan Pos Kesehatan 24 Jam di Besakih

Karangasem, PancarPOS | Pemerintah Provinsi Bali menunjukkan komitmen kuat dalam menjamin keamanan dan kenyamanan umat dengan menyiagakan layanan pos kesehatan selama 24 jam di kawasan suci Pura Besakih. Layanan ini menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh yang diikuti ribuan pemedek dari berbagai daerah.
Kehadiran pos kesehatan ini bukan sekadar fasilitas pendukung, tetapi menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan medis cepat di tengah padatnya aktivitas persembahyangan. Dengan sistem operasional tanpa henti selama 24 jam, petugas kesehatan disiagakan secara bergantian untuk memastikan layanan tetap optimal sepanjang waktu.
Tenaga kesehatan yang bertugas, Ni Putu Eny Trisnawati, menjelaskan bahwa sistem operan antarpetugas menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas layanan di lapangan.
“Pelayanan dilakukan selama 24 jam penuh dengan sistem shift, sehingga masyarakat bisa mendapatkan penanganan kapan saja sesuai kebutuhan,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Adapun layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan dasar seperti pengecekan tekanan darah, penanganan keluhan ringan seperti pusing, mual, dan muntah, hingga penanganan cedera ringan akibat aktivitas di area pura, seperti terkilir atau kelelahan. Pos kesehatan juga melayani sulinggih, pemangku, panitia, serta seluruh pemedek yang membutuhkan bantuan medis.
Dalam kondisi tertentu, petugas juga melakukan rujukan ke rumah sakit bagi pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan. Langkah ini menjadi bagian dari sistem pelayanan terpadu yang disiapkan Pemprov Bali untuk memastikan keselamatan umat tetap terjaga.
Dalam tiga tahun terakhir, pengelolaan pos kesehatan di kawasan Besakih semakin diperkuat melalui koordinasi Pemprov Bali dengan melibatkan seluruh UPTD puskesmas se-Bali. Kolaborasi ini dinilai mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperluas jangkauan penanganan di lokasi.
Untuk memaksimalkan akses, pos kesehatan ditempatkan di tiga titik strategis, yakni di Perantenan Suci (dekat Penataran), Bencingah, dan Manik Mas. Penyebaran ini memudahkan pemedek mendapatkan layanan kesehatan di tengah padatnya arus umat yang tangkil.
Tingginya antusiasme masyarakat yang datang sejak dini hari bahkan hingga malam hari menjadikan keberadaan pos kesehatan sebagai kebutuhan vital. Terlebih, jarak fasilitas kesehatan formal yang cukup jauh dari kawasan pura membuat layanan ini menjadi solusi cepat dalam situasi darurat.
Melalui langkah ini, Pemprov Bali menegaskan kehadirannya tidak hanya dalam aspek spiritual dan budaya, tetapi juga dalam memastikan perlindungan kesehatan masyarakat. Ke depan, layanan pos kesehatan di kawasan suci diharapkan terus ditingkatkan sebagai bagian dari pelayanan publik yang humanis dan responsif. mas/ama/*









