Daerah

Gubernur Koster Turun Langsung ke Lokasi Banjir di Buleleng

Pemprov Bali Gelontorkan Rp1,26 Miliar untuk Rumah Warga, Air Bersih, dan Santunan Korban


Buleleng, PancarPOS | Gubernur Bali Wayan Koster turun langsung meninjau dampak bencana banjir bandang yang melanda wilayah Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Minggu (15/3/2026). Dalam kunjungan itu, Pemprov Bali sekaligus menyalurkan bantuan sosial senilai Rp1.263.000.000 untuk mempercepat pemulihan warga terdampak.

Banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Banjar tersebut tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga melumpuhkan berbagai fasilitas dasar masyarakat. Sejumlah rumah rusak, jaringan air bersih terganggu, hingga tempat ibadah terdampak arus banjir yang datang secara tiba-tiba.

Dalam peninjauan tersebut, Koster menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan masyarakat menghadapi bencana sendirian. Ia memastikan seluruh kebutuhan mendesak warga mulai ditangani melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Bali yang disalurkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT).

“Perbaikan untuk warga sudah disepakati dan mulai berjalan. Tetapi saya minta BPBD kembali melakukan pendataan di lapangan. Jangan sampai ada masyarakat yang seharusnya menerima bantuan tetapi belum tercatat,” tegasnya di hadapan warga.

Bantuan yang disalurkan menyasar 50 penerima manfaat yang terdiri dari perbaikan rumah warga, penguatan ekonomi masyarakat, pemulihan fasilitas umum, perbaikan tempat ibadah, hingga santunan bagi keluarga korban meninggal dunia.

Untuk sektor perumahan, pemerintah menyalurkan bantuan bagi 31 rumah yang mengalami kerusakan akibat banjir. Rinciannya terdiri dari 8 rumah rusak berat, 20 rumah rusak sedang, serta 3 rumah rusak ringan dengan total bantuan mencapai Rp435 juta.

Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan penguatan ekonomi masyarakat melalui perbaikan sarana usaha seperti kandang kambing dan kandang ayam dengan total nilai Rp15 juta.

Pemulihan layanan dasar masyarakat menjadi perhatian serius. Pemerintah Provinsi Bali mengalokasikan bantuan sekitar Rp726 juta untuk memperbaiki instalasi jaringan air bersih di 12 titik yang tersebar di sejumlah desa yang terdampak banjir.

Tidak hanya itu, dua tempat suci yang ikut terdampak banjir juga mendapat bantuan perbaikan dengan total nilai Rp42 juta.

Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Bali juga memberikan santunan kepada keluarga tiga korban yang meninggal dunia akibat bencana banjir bandang tersebut. Masing-masing keluarga menerima santunan sebesar Rp15 juta.

Koster berharap bantuan yang disalurkan ini dapat mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat, baik dari sisi sosial maupun ekonomi. “Yang terpenting sekarang adalah masyarakat bisa segera bangkit kembali, rumah bisa diperbaiki, air bersih kembali normal, dan aktivitas warga bisa berjalan seperti biasa,” ujarnya. mas/ama/*


Back to top button