TPA Suwung Tutup Total, Bluebird Kolaborasi BCA Digital Bangun Waste Station Perangi Sampah Plastik

Badung, PancarPOS | Penutupan total Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung menjadi alarm keras bagi semua pihak untuk segera mengubah cara pandang dan perilaku dalam mengelola sampah. Di tengah krisis tersebut, Bluebird Group menegaskan komitmennya memerangi sampah plastik dengan menggelar talk show bertema “#bluBuatBaik Waste Station”, sekaligus memperkuat gerakan pengelolaan sampah berkelanjutan di Bali.
General Manager Bluebird Group Bali dan Lombok, dr. I Putu Gede Panca Wiadnyana, menegaskan bahwa perubahan budaya tidak bisa hanya mengandalkan imbauan. Diperlukan langkah tegas dan konsisten agar perilaku ramah lingkungan benar-benar menjadi kebiasaan. Sejak 2017, Bluebird telah menerapkan kebijakan wajib membawa botol minum sendiri (tumbler) bagi seluruh pengemudi.
“Segala sesuatunya memang harus dipaksa pada awalnya. Bahkan perlu ada punishment. Kalau pengemudi tidak membawa tumbler, mereka tidak bisa mendapatkan mobil untuk beroperasi,” ujarnya dalam diskusi bersama para mitra di Bali, pada Rabu (17/12/2025).

Menurut Panca, kebijakan tersebut lahir dari kesadaran bahwa perilaku konsumen telah berubah. Generasi muda kini semakin kritis dan peduli terhadap isu lingkungan. Penyedia jasa yang tidak sejalan dengan nilai keberlanjutan berisiko ditinggalkan.
“Kita harus tetap relevan. Kalau di luar perilaku masyarakat sudah berubah, tapi di dalam mobil kita belum mencerminkan nilai itu, konsumen akan pergi,” katanya.
Menjawab tantangan pengelolaan sampah pasca-penutupan TPA Suwung, Bluebird tidak berjalan sendiri. Perusahaan ini menggandeng BCA Digital dan Rekosistem untuk membangun ekosistem Waste Station, sekaligus memperkuat infrastruktur pengelolaan sampah plastik. Kolaborasi juga melibatkan seniman lokal Bali, Bli Monash, yang menghadirkan pesan-pesan lingkungan dalam bentuk karya visual agar lebih mudah diterima masyarakat.

Program ini merupakan bagian dari visi besar Bluebird melalui inisiatif BlueSky, BlueLife, dan BlueCorps, yang menempatkan keberlanjutan sebagai fondasi operasional perusahaan. Pendekatan yang digunakan mengacu pada hierarki pengelolaan sampah, mulai dari eliminasi penggunaan plastik sekali pakai, substitusi dengan material ramah lingkungan, hingga pengelolaan limbah melalui SOP yang ketat agar tidak mencemari lingkungan.
Langkah Bluebird ini juga mendapat apresiasi dari pemerintah daerah melalui instansi pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup. Program #bluBuatBaik Waste Station diharapkan dapat menjadi proyek percontohan yang direplikasi di daerah lain, terutama wilayah dengan tekanan persoalan sampah tinggi.
Dengan lebih dari satu juta pengguna layanan setiap hari, Bluebird optimistis perubahan perilaku dari internal perusahaan hingga pelanggan dapat memberi dampak signifikan. Di tengah kondisi darurat sampah akibat penutupan TPA Suwung, inisiatif ini diharapkan menjadi bagian dari solusi nyata untuk menjaga Bali tetap bersih dan berkelanjutan sebagai destinasi pariwisata dunia. tra/ama









