“Ngiring Canang” di Pura Puseh Jasri, Adi Wiryatama Dengar Jeritan Petani Soal Irigasi

Karangasem, PancarPOS | Di tengah cuaca cerah dan suasana pedesaan yang sejuk, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Nyoman Adi Wiryatama, tampak menyapa hangat warga Desa Jasri, Karangasem. Dalam rangkaian kegiatan resesnya, politisi senior PDI Perjuangan ini turun langsung ke desa yang dikenal subur dan kaya akan potensi pertanian, perikanan, dan peternakan itu.
Kehadirannya bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan momentum nyata untuk mendengarkan denyut kehidupan masyarakat bawah. Warga pun antusias menyambut kedatangannya, sebagian bahkan telah menunggu sejak pagi di balai desa. Mereka datang membawa semangat dan juga keluhan yang selama ini belum tersampaikan langsung kepada wakil rakyat.
Dalam dialog yang berlangsung penuh keakraban, masyarakat Desa Jasri mengungkapkan berbagai persoalan klasik yang masih mereka hadapi. Di antaranya, sulitnya akses air irigasi untuk lahan pertanian, kondisi jalan usaha tani yang rusak dan menyulitkan distribusi hasil panen, hingga kebutuhan akan alat pertanian modern seperti traktor mini.
“Masalah irigasi ini yang paling dirasakan. Kadang kami sudah siap tanam, tapi air tidak jalan. Begitu air datang, sudah terlambat musim,” ujar salah satu petani dengan nada lirih, disambut anggukan warga lainnya.
Menanggapi aspirasi itu, Nyoman Adi Wiryatama menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kepentingan petani, nelayan, dan peternak di Karangasem. “Semua aspirasi ini akan saya bawa ke pusat. Kita akan cari solusi yang realistis dan berkelanjutan, supaya sektor pertanian dan perikanan di Bali tidak hanya bertahan, tapi juga maju,” ucapnya tegas.
Selain berdialog, Adi Wiryatama juga ikut melaksanakan persembahyangan bersama masyarakat di Pura Puseh Desa Adat Jasri. Dalam suasana penuh taksu dan kedamaian, beliau turut menyerahkan sari canang sebagai bentuk donasi serta wujud bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Tindakan kecil namun sarat makna ini mendapat apresiasi dari krama desa yang menilai kunjungan wakil rakyat tersebut tidak hanya formal, tetapi juga spiritual.
Usai persembahyangan, kunjungan dilanjutkan dengan peninjauan pembangunan Balai Desa Adat Jasri. Gedung megah yang dibangun atas dasar gotong royong masyarakat itu kini telah mencapai sekitar 80 persen. Pembangunan balai ini merupakan hasil program bantuan sosial Pemerintah Provinsi Bali yang dulu diinisiasi oleh Nyoman Adi Wiryatama saat menjabat sebagai Ketua DPRD Bali.
“Saya bahagia melihat hasilnya sudah hampir rampung. Ini bukti kalau semangat gotong royong masih kuat di tengah masyarakat kita. Kalau pemerintah dan masyarakat terus bersatu, pembangunan akan terasa lebih ringan,” ujar Adi Wiryatama di hadapan para prajuru adat dan warga yang ikut meninjau lokasi.
Para tokoh masyarakat Desa Jasri pun menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kepedulian Adi Wiryatama. Mereka berharap aspirasi yang telah disampaikan bisa benar-benar direalisasikan, terutama dalam memperkuat sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi warga.
Reses di Desa Jasri kali ini bukan sekadar agenda rutin wakil rakyat, tetapi menjadi bukti bahwa komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat akar rumput tetap menjadi fondasi penting dalam pembangunan Bali. Dengan semangat kebersamaan, rasa bakti, dan nilai-nilai adat yang kokoh, Desa Jasri menunjukkan bagaimana gotong royong dan persatuan mampu melahirkan pembangunan yang berjiwa, bukan hanya berwujud beton dan tembok semata. ama/ksm









