Bukan “Pahlawan Kesiangan”, Ngurah Aryawan Gandeng CEO Kaffi Sukses Perkasa Terjun Langsung Bawa Kasur dan Bantal Korban Banjir

Denpasar, PancarPOS | Musibah banjir bandang yang melanda wilayah Denpasar kembali menguji ketangguhan warga. Rumah-rumah terendam, perabotan rusak, hingga kebutuhan dasar ikut lenyap diterjang air. Di tengah suasana penuh keprihatinan itu, langkah cepat Anggota DPRD Kota Denpasar Fraksi Gerindra, I Ketut Ngurah Aryawan, menjadi perhatian. Ia hadir langsung dengan membawa bantuan kasur dan bantal baru, berkolaborasi bersama pengusaha Mohamad Kaffi, CEO Kaffi Sukses Perkasa.
Bantuan ini bukan datang terlambat, bukan pula sekadar formalitas politik. Kehadiran Ngurah Aryawan justru menunjukkan bahwa wakil rakyat bisa bekerja cepat menjawab kebutuhan riil masyarakat. Ia datang dengan solusi sederhana namun krusial, karena setelah banjir merusak tempat beristirahat warga, kasur dan bantal baru menjadi barang yang benar-benar dinantikan.
Warga menyambut penuh haru. Ada yang langsung menggotong kasur baru dengan senyum lega, ada pula yang memeluk bantal bersih seolah menemukan kembali kenyamanan rumahnya. Suasana berubah drastis: dari muram karena musibah, menjadi penuh harapan karena bantuan nyata akhirnya tiba di saat paling dibutuhkan.
Ngurah Aryawan menekankan bahwa kerja sama lintas sektor harus terus diperkuat. Ia menggandeng kalangan dunia usaha bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi demi memperluas dampak bantuan sosial. “Kita harus hadir bersama, agar masyarakat merasa ditemani, bukan ditinggalkan,” ujarnya dalam kesempatan itu.
Mohamad Kaffi, yang turun langsung bersama timnya, menyatakan bahwa keberhasilan bisnis juga diukur dari sejauh mana perusahaan bisa memberi manfaat bagi sesama. Baginya, turun langsung ke lapangan adalah bentuk tanggung jawab sosial, bukan sekadar pencitraan.
Kehadiran wakil rakyat dan dunia usaha di tengah bencana ini membuktikan bahwa kepedulian tidak mengenal batas profesi. Bantuan kasur dan bantal mungkin sederhana, tetapi bagi warga yang kehilangan segalanya, itu adalah simbol pemulihan. Ngurah Aryawan menunjukkan dirinya bukan “pahlawan kesiangan”, melainkan bagian dari solusi yang hadir tepat waktu dengan langkah nyata. ama/ksm









