

“Ia datang kedalam dunia untuk membawa syaloom bagi seluruh umat manusia. Kedatangannya mendamaikan manusia dengan Tuhan dan mendamaikan manusia dengan sesamanya. Ia telah merobohkan tembok pemisah dan membangun persekutuan baru, yang kokoh dan tangguh, yang bersumber dan berakar di dalam diri-Nya,” imbuh Sanjaya. Oleh karena itu, Ia menegaskan perayaan Natal bukan hanya sekedar kebiasaan atau tradisi semata, melainkan harus benar-benar murni pengakuan iman atas kelahiran Yesus Kristus sang Putra Natal Penebus Dosa umat manusia. Sehingga, Natal membawa makna bagi diri sendiri, keluarga, umat kristiani, begitupun dengan masyarakat.

Dalam perayaan itu, Sanjaya juga mengajak agar hidup kudus, penuh pengharapan, senantiasa berpikir cerdas dan bekerja keras mengupayakan alam ciptaannya menjadi berkat bagi sesama manusia. “Marilah kita merayakan Natal ini dengan penuh kesederhanaan, apalagi saat ini dunia sedang dilanda pandemi Covid-19, begitupun kita di Tabanan. Serta wujudkan suasana damai dan penuh kerukunan antar sesama,” tambah Sanjaya. mas/ama






