Mataram, PancarPOS | Ketua DPP PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., membuka secara resmi Rapat Kerja Daerah (Rakerda) III DPD PDI Perjuangan NTB di Sekratariat DPD PDI Perjuangan NTB, Mataram, pada Senin, 11 September 2023. Kompak hadir dalam Rakerda tersebut, seluruh jajaran fungsionaris DPD, KSB DPC seluruh NTB, anggota Fraksi Provinsi hingga Kabupaten seluruh NTB, beserta para petugas partai di eksekutif dan organisasi sayap partai. Didampingi Ketua DPD PDI Perjuangan NTB, H. Rachmat Hidayat, Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup, dan Kehutanan itu, memimpin langsung agenda Rakerda III untuk menyusun program kerja, evaluasi program dan strategi pemenangan Pileg dan Pilpres dengan bakal calon Presiden RI, Ganjar Pranowo, pada Pemilu 2024 yang mendatang.
“Suatu kehormatan bagi saya, karena di sini kita melakukan Rakerda. Rakerda ini adalah tugas konstitusional untuk menata partai. Dan, setiap periodik harus dilaksanakan sesuai AD/ART partai,” ungkap Anggota DPR RI Dapil Provinsi Bali itu, sekaligus menegaskan, bahwa pelaksanaan Rakerda ini sangat penting dalam rangka menyusun program dan strategi untuk pemenangan Pileg dan Pilpres 2024, apalagi sudah menargetkan kemenangan Hattrick di Pemilu 2024, serta mengantarkan Ganjar Pranowo sebagai Presiden RI periode 2024-2029. Oleh karena itu, Anggota Komisi IV DPR RI terpilih 5 periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan peringkat ke-7 seluruh Indonesia ini, langsung tancap gas untuk memberikan arahan, agar terus menjaga semangat barisan kader PDI Perjuangan di NTB sebagai kesiapan partai menghadapi Pileg dan Pilpres tahun 2024.

“Kita harus terus menjaga soliditas partai dengan turun ke bawah, kerja politik intensif di lapangan dan memenangkan Pileg dan Pilpres 2024. Untuk itu, kita juga harus banyak menyapa rakyat, membantu rakyat, perhatikan rakyat kecil, bela terus kaum marhaen dan wong cilik ini,” tegas Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U tersebut, seraya berharap kerja keras untuk pemenangan calon legislatif di Provinsi NTB dilakukan harus bahu-membahu dan berkolaborasi mulai DPR RI, DPRD Provinsi hingga DPRD Kabupaten/Kota. “Tugas kita sebagai kader adalah memenangkan Caleg DPR RI, DPRD Provinsi hingga DPRD Kabupaten/Kota, dan juga Capres Ganjar Pranowo. Apalagi, Provinsi NTB sudah ada dua dapil untuk DPR RI, yakni Dapil Pulau Lombok dan Sumbawa. Ini harus kita golkan, dan jangan ada jeruk minum jeruk,” tegas M-U.
Lebih lanjut politisi senior asal Tabanan ini, meminta agar pemetaan wilayah, penempatan tokoh dan kader harus menjadi perhatian serius. Hal ini dalam rangka menyukseskan dan membumikan program partai yang sudah ditetapkan dalam Rakerda. “Mari kita jaga soliditas antar partai, jangan saling berantem. Dari NTB ini, marilah kita bumikan kemenangan Ganjar Pranowo sebagai penerus Perjuangan Presiden Jokowi,” tandas suami Ni Made Usmantari alias M-U yang juga bakal calon DPRD Provinsi Bali nomor urut 3 dari PDI Perjuangan di Dapil Tabanan tersebut. Pada kesempatan itu, Made Urip juga mengaku sebagai salah satu kader partai yang tidak dicalonkan lagi menjadi bakal calon Anggota DPR RI di Pemilu 2024, bersama sejumlah kader senior lainnya. Hal ini, lantaran Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Hj Megawati Soekarnoputri memiliki kebijakan lain terhadap kader yang sudah menjabat lima periode sebagai anggota DPR RI tidak dicalonkan kembali.
Meski demikian, Made Urip tidak mempersoalkan hal itu. Pasalnya, ia akan tetap semangat bersama dan terus berada di barisan partai untuk memenangkan PDI Perjuangan, dan menjadikan Ganjar sebagai Presiden RI berikutnya. Sebab, lanjutnya menjadi kader partai tidak harus menjadi wakil rakyat, karena masih banyak ruang pengabdian lainnya yang bisa dilakukan. “Jadi, kita ini lucu ngak dicalonkan oleh partai terus Baper (bawa perasaan, red) Dan, pindah ke Parpol lain. Saya aja enggak Caleg lagi, tapi tetap siap ditugaskan untuk memenangkan partai. Termasuk, sekarang ke Mataram untuk membuka Rakerda. Yang pasti, menjadi kader partai itu harus siap di mana pun ditempatkan dan memenangkan partai,” jelas M-U. Terkait sosok Ganjar Pranowo, ia menyatakan Ganjar adalah sosok yang layak untuk dicalonkan oleh partai.

Sebab, jika melihat rekam jejak Ganjar selama 10 tahun memimpin di Jawa Tengah (Jateng) sudah terbukti meningkatkan kesejahteraan petani, nelayan dan UMKM, hingga menurunkan angka kemiskinan. “Pak Ganjar figur yang merakyat, tulus, jujur, cerdas dan dekat anak-anak muda. Sudah 2 kali jadi Gubernur Jateng sangat sukses membawa Jateng cukup maju, penataan Kampung Nelayan, kesejahteraan petani, pembangunan infrastruktur perkotaan dan pedesaan, termasuk UMKM bisa tumbuh subur. Pengembangan destinasi wisata juga tertata apik dengan ruang-ruang publik cukup tersedia dan akses dan koneksitas antar kabupaten tersambung dengan baik. Saya ini adalah kawan Pak Ganjar di DPR RI, jadi saya tahu betul, dia adalah sosok pemimpin yang merakyat dan peduli. Maka, jiwanya yang selalu bersama rakyat sangat pantas untuk melanjutkan kepemimpinan Presiden Jokowi,” beber Made Urip.
Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan NTB, H.Rachmat Hidayat, mengatakan Rakerda dilaksanakan sejalan dengan perintah DPP PDI Perjuangan, yakni melakukan konsolidasi partai jelang Pemilu 2024. “Sejalan dengan perintah Ibu Megawati, pada Rakerda harus kami konsolidasikan organisasi,” kata Rachmat yang menegaskan konsolidasi ini dilakukan demi memastikan kader partai di NTB bisa mewujudkan target menjadikan PDI Perjuangan sebagai pemenang untuk ketiga kali berturut-turut pada Pemilu 2024 nanti. tim/ama/ksm






