Politik dan Sosial Budaya

Agar Bali Tidak Jadi “Kampung Bule”, Made Urip Lanjutkan Bimtek Hortikultura di Tabanan


Tabanan, PancarPOS | Usai di Kabupaten Bangli dan Gianyar, kini Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., kembali membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Direktorat Jenderal (Ditjen) Hortikultura, Kementerian Pertanian di Penebel, Tabanan, pada Senin (21/8/2023). Kegiatan Bimtek putaran kedua yang khusus menggenjot para KWT (kelompok wanita tani) di Kabupaten Tabanan ini, akan digelar secara maraton selama lima kali di seluruh Bali. Kehadiran Ketua DPP Perjuangan membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu, juga didampingi Ni Made Usmantari salah satu bakal calon Anggota DPRD Bali nomor urut 3 dari kuota perempuan PDI Perjuangan Dapil Tabanan, bersama Ditjen Hortikultra, Kementerian Pertanian yang diwakili Koordinator Data Evaluasi dan Pelaporan, Dra. Antini Gestaparwati, M.Si., beserta perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Nada dan Kadis Pertanian Kabupaten Tabanan, I Made Subagia, S.Pi., MM.,

1th#ik-070.18/8/2023

Bimtek Ditjen Hortikultura yang mengambil tema “Pemberdayaan Lahan Pekarangan sebagai Sumber Pangan dan Obat Keluarga” ini, kembali mendatangkan dua narasumber dari BSIP Bali, Meilanie Ary Sandi) dan praktisi pertanian, I Ketut Punia. Salah satu peserta Bimtek Ketua KWT Kota Pala Dauh Peken, Deonisia Widihandayani mengucapkan terima kasih kepada Made Urip yang datang langsung memberikan Bimtek kepada para KWT di Tabanan. Dikatakan Bimtek ini dirasakan manfaatnya sangat luar biasa untuk membantu menambah pendapatan keluarga. “Karena itu, kami berharap Bimtek Pak Urip ini bisa terus berlanjut ke depannya,” katanya. Di sisi lain, Kadis Pertanian Kabupaten Tabanan, I Made Subagia, sebagai tuan rumah kegiatan Bimtek mengucapkan terima kasih kepada Made Urip sudah berkali-kali menggelar Bimtek yang sesuai dengan visi dan misi Tabanan di sektor pertanian.

Salah satunya bantuan program P2L (Perkarangan Pangan Lestari) untuk para KWT di Tabanan yang kini berada di bawah Dinas Pertanian di Tabanan. Bahkan, berbagai bantuan dan program yang sudah dan akan berjalan ikut dikawal dan diinisiasi oleh Made Urip. Salah satunya melalui kegiatan Bimtek Hortikultura yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani, terutama KWT di Tabanan untuk mengoptimalkan pengelolaan lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga. Hal ini juga sebagai upaya menyiapkam makanan atau pangan yang aman, murah dan tersedia kepada masyarakat dengan berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tabanan. “Oleh karena itu, kami mohon agar ibu-ibu ini bisa diikuti Bimtek dengan baik selama satu hari ini,” harapnya.

1bl#ik-016.4/4/2023

Pada kesempatan itu, Koordinator Data Evaluasi dan Pelaporan, Ditjen Hortikultra, Kementerian Pertanian, Antini Gestaparwati menyampaikan kegiatan Bimtek, juga sebagai salah satu agenda untuk menyampaikan sosialisasi dari Ditjen Hortikultura yang mendapat dukungan penuh oleh Made Urip selama 5 periode sebagai Anggota DPR RI dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan ranking ke-7 di Indonesia. Dikatakan untuk meningkatkan produksi pertanian yang semakin berkualitas dengan meningkatkan daya saing dengan sistem pertanian modern guna meningkatkan kesejahteraan petani. Salah satunya dengan pengembangan Kampung Hortikultura dan Kampung Obat serta UMKM yang mencakup komoditas pertanian dengan jenis sayuran dan buah, termasuk tananam hias.

“Melalui Kampung Horti dengan konsep One Village One Produk nantinya akan difasilitasi berbagai bantuan baik bibit maupun pupuk serta sarana dan sarana pasca panen,” ungkapnya, seraya mengakui bantuan melalui konsep Kampung Horti ini, juga akan dikawal langsung oleh Made Urip terutama akses permodalan dan KUR. Termasuk kegiatan Bimtek yang mendapat dukungan tiada henti oleh Made Urip yang terus memperjuangkan hingga bisa dianggarkan berlangsung 5 putaran di tahun 2023. “Terbukti Bimtek ini diikuti sangat bersemangat oleh para ibu-ibu KWT di Tabanan ini,” pungkasnya. Sementara itu, Mede Urip menegaskan agenda Bimtek putaran kedua ini, diikuti oleh para KWT dari seluruh Tabanan yang nampak sangat disiplin dan tekun.

1th#ik-067.11/8/2023

Dikatakan Bimtek ini bisa terus berjalan sesuai program kerja sama dengan Kementerian Pertanian untuk diajak turun bergerak yang khusus mengurus perut rakyat dan wong cilik atau kaum marhaen, karena persoalan pangan ini sangat berpengaruh terhadap stabilitas negara. Apalagi jika tidak ada petani, maka tidak ada makanan atau pangan, sehingga betapa pentingnya peran sektor pertanian ini untuk menjaga ketahanan dan kedautan pangan. Misalnya Srilangka negaranya goyah, karena ketersediaan pangannya terganggu. Oleh karena itu, potensi sektor pertanian di Indonesia harus terus digali dengan baik. Karena sudah terbukti saat pandemi Covid-19 hanya sektor pertanian yang bisa tumbuh positif. “Untuk itu, mari amankan dan selamatkan sektor pertanian kita ini ke depan. Terutama ibu-ibu KWT ini,” ujarnya, sembari menyebutkan sudah siap mengalokasikan bantuan untuk 15 KWT di Tabanan di tahun 2023.

Oleh karena itu, Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini, meminta agar keberadaan Subak Abian maupun Subak Basah harus dijaga dan dilestarikan dengan baik. Karena suatu saat nanti akan terpinggirkan, jika lahan sawah sudah habis menjadi lahan beton. Apalagi jika ingin membuat Kampung Horti, karena jika tidak dipertahankan akan terpinggirkan oleh “Kampung Bule” di Bali, sehingga harus diproteksi dengan baik agar tidak habis oleh gempuran sektor pariwisata. Untuk itulah, diberikan kegiatan Bimtek untuk mengelola sektor pertanian, termasuk lahan pekarangan sesuai potensi produk pertanian untuk mencegah ancaman krisis pangan dunia. “Atau paling tidak bisa untuk memenuhi pangan keluarga. Karena sudah ada peringatan dari FAO atau Badan Pangan Dunia terhadap ancaman krisis pangan dunia,” tandasnya. ama/ksm/yar


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button