Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Banjar Adat Kebon, Made Urip: Yang Penting Implementasinya! Jangan Omongan Saja

Tabanan, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., selaku Anggota MPR RI kembali turun langsung melakukan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang kali ini dipusatkan di Banjar Adat Kebon, Desa Bajra Utara, Tabanan, pada Sabtu malam (8/4/2023). Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Hidup itu, kembali mengingatkan kembali nilai-nilai kebangsaan yang wajib diamalkan dan diimplementasi masyarakat hingga ke pelosok desa. Kunjungan Senator asal Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan itu, didampingi Anggota DPRD Bali dan Anggota DPRD Tabanan dari Fraksi PDi Perjuangan, I Ketut Suryadi, S.Sos., MM., dan I Made Suardika alias De Koan yang dihadiri prajuru adat dan dinas, beserta para tokoh masyarakat dan sekehe teruna di Banjar Adat Kebon.

Seperti biasanya sosialisasi yang diikuti dengan semangat oleh masyarakat itu, menghadirkan tiga narasumber dari kader lumutan PDI Perjuangan, I Wayan Gunadi, bersama I Gede Suamba, dan I Nyoman Kartika. Pada kesempatan itu, Kelian Adat Banjar Kebon, I Nengah Sudiantara menyampaikan kegiatan sosialisasi yang terus digencarkan oleh Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U ini, akan menambah wawasan nilai kebangsaan di masyarakat. Apalagi saat ini, makin banyak pengaruh dari luar yang bisa memecah belah masyarakat, sehingga pemahaman 4 pilar ini sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pihaknya sekaligus meminta dukungan untuk pelaksaaan kegiatan adat yang berlangsung di masyarakat. “Saya meminta agar seluruh masyarakat mendengarkan dan memperhatikan dengan baik sosialisasi ini untuk menjaga ideologi bangsa dan negara dari pengaruh luar,” pungkasnya.
Sementara itu, Perbekel Bajra Utara, Drs. I Wayan Suparma mengaku sangat bersyukur, sehingga mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Made Urip yang telah memberikan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang harus dipahami dan diamalkan di tengah kehidupan masyarakat. Nilai-nilai kebangsaan ini dikatakan sangat penting bagi masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. “Mari kita tetap bersatu padu, satu kata dan satu visi. Apalagi tahun 2024 tahun politik harus berjalan baik dan lancar,” ujarnya, seraya menyebutkan banyak program dan bantuan disalurkan Made Urip bersama jajaran DPRD Provinsi Bali dan Kabupaten Tabanan. “Karena itu harus satu kata dan itu yang harus kita terus pegang. Karena bantuan Pak Made Urip sangat banyak dan saat ini datang melakukam Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan. Karena itu kami sangat berterima kasih,” ungkapnya.

Made Suardika selaku Wakil Rakyat di Tabanan yang juga Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Selemadeg menyebutkan sosialisasi yang kali ini digelar oleh Made Urip sangat penting, karena banyak ideologi lain yang ingin masuk melalui media sosial. Apalagi di tahun politik makin banyak godaan di masyarakat yang ingin memecah belah masyarakat. Namun di setiap hajatan politik masyarakat di Banjar Kebon selalu bersatu dan 100 persen suaranya. “Harapan saya, agar tetap menjaga persatuan dan terus menjaga komunikasi, sehingga tidak ada yang mengganggu di tengah masyarakat,” tandas De Koan, seraya ditambahkan Ketut Suryadi yang biasa dikenal Boping berkaiatan dengan nilai kebangsaan ini, meminta agar masyarakat Banjar Adat Kebon tetap bergotong-royong dan terus bersatu padu untuk menjalankan pembangunan di masyarakat. Karena sebagai kader PDI Perjuangan bersama Made Urip dengan pola gotong royong ini, akan terus turun membantu masyarakat. “Ayo terus bersatu padu, karena kerja sama dengan gotong royong ini menjadi pola PDI Perjuangan,” tandasnya.
Saat itu, Made Urip menegaskan kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini, wajib dilakukan oleh seluruh Anggota MPR ke seluruh tanah air, bahkan sampai ke luar negeri. Dikatakan 4 Pilar Kebangsaan ini, sebagai komitmen dari seluruh masyarakat untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara dari Sabang sampai Merauke. “Saya juga sudah bagikan buku, dan tolong dibaca nantinya. Karena itu, ikuti sosialisasi dengan baik. Tapi yang penting implementasinya di masyarakat dan jangan hanya diomongkan saja serta dilaksanakan di masyarakat,” ,” ucap peraih 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan rangking 7 nasional dari 575 anggota DPR RI yang dipilih dalam 80 daerah pemilihan, seraya meminta para elit partai harus menjadi contoh di masyarakat untuk mengimplementasikan 4 PIlar Kebangsaan ini, yakni Pancasila sebagai dasar negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

“Saya yakin semuanya sudah paham itu. Tapi yang paling penting adalah implementasinya. Jadi jangan hanya bisa berpidato dan omong-omong saja. Tapi tahu-tahunya korupsi. Itu kan tidak mencerminkan nilai-nilai kebangsaan, terutama Pancasila,” tutup Anggota DPR RI anak dagang bubuh yang telah terpilih 5 periode tersebut. ama/ksm









